A+ A A-

Laozi

Laozi

Kehidupan Laozi:

Bab dalam Bibliografi dari Laozi, Zhuangzi, Shenzi, dan Hanfeizi yang terdapat di  Rekaman para Sejarahwan 1 mencatat bahwa “Laozi adalah penduduk asal Qurenli kota Lixiang, di propinsi Ku, Negara bagian Chu (di bagian timur Luyi, sekarang propinsi Henan). Nama marganya adalah Li, nama yang diberikan kepadanya adalah Er, ia disebut Boyang, dan gelar setelah wafat adalah Dan (yang berarti lembaran datar dari sebelah luar dari telinga). Ia adalah kepala dari Perpusatakaan Kerajaan di dinasti Zhou Timur.

Ketika Confucious pergi ke daerah Zhou dan berkonsultasi kepada Laozi tentang ritual keagamaan, Laozi berkata, “Adalah bagaikan orang yang kamu sebutkan, manakala tubuh dan tulangnya hancur, hanya ucapan dan kata-katanyalah yang tertinggal. Seorang berbudi luhur mengadakan perjalanan dengan kereta manakala ia sukses dan berjalan menunduk manakala gagal. Saya mendengar bahwa seorang pedagang yang baik menyembunyikan segalanya dan seolah-olah ia tidak memiliki apa-apa, dan seorang pria berbudi luhur seolah-olah penakut. Hapuskanlah hawa keangkuhan dan keinginan yang berlebihan, remeh temeh tentang tata laku dan keserakahan. Semua itu tidak akan bermanfaat buat anda, dan saya mengatakan demikian ini seperti apa adanya saja.” Confucius meninggalkan dia dan kemudian berkata kepada para muridnya, “Bagaikan burung, saya tahu mereka dapat terbang’ bagaikan ikan, saya tahu mereka dapat berenang; bagaikan binatang liar, mereka dapat lari. Apa yang lari dapat dihentikan dengan jala, yang berenang dapat dihentikan dengan jaring, dan yang terbang dapat dihentikan dengan panah. Tetapi para naga, saya tidak memiliki ide tentang bagaimana mereka naik ke surga dengan menunggang angin dan awan. Hari ini, saya bertemu Laozi yang bagaikan seekor Naga!”

Read more...

2010.10.17 Seminar dan Talk Show "Apa Kata Mereka Tentang Tionghua"

Budaya-Tionghoa.Net | PENDAHULUAN : Etnis Tionghoa sudah datang dan berinteraksi dengan Nusantara sejak berabad-abad silam, bahkan dalam catatan sejarah dinasti Han, daerah Jawa disebut YeTiao Guo ; atau Javadvipa. Membuktikan bahwa hubungan ini sudah berlangsung ribuan tahun yang lampau. Dengan kedatangan yang bergelombang ini, tentunya ada interaksi antar budaya yang dibawa etnis Tionghoa dengan budaya setempat yang.

 

Read more...

REFLEKSI SPIRITUALITAS BUDAYA TIONGHOA DARI JAMAN DAHULU HINGGA SEKARANG DALAM FENGSHUI

REFLEKSI SPIRITUALITAS BUDAYA TIONGHOA

DARI JAMAN DAHULU HINGGA SEKARANG

DALAM FENGSHUI

 

 

PENDAHULUAN

Orang sering mengasosiasikan fengshui[1] sebagai cara menata rumah sehingga melahirkan rejeki, ketenangan dan kesehatan. Dalam melihat fengshui juga yang digunakan adalah papan kompas dan melihat aliran qi, dimana salah satu metode adalah menggunakan arah duduk dan arah hadap dengan penggunaan system penghitungan tahun, seperti misalnya yang digunakan dalam metode Feixing.

Salah satu dasar yang menjadi acuan fengshui adalah gunung dan air, dimana ini terkait dengan peradaban purba. Salah satu bencana alam yang sering menimpa masyarakat purba adalah banjir. Dengan adanya bencana banjir, akan mendorong masyarakat Tiongkok purba mencari cara mengatasi banjir itu. Salah satunya adalah dengan mencari lokasi yang aman dari banjir itu. Walau demikian, cara-cara mengatasi banjir itu dalam masyarakat Tiongkok purba dibalut dengan mitos, karena itu perlu dipahami terlebih dahulu bagaimana mitos Tiongkok dalam menghadapi bencana alam terutama banjir, sehingga lebih bisa memahami mengapa lahirnya fengshui sebagai bagian dari lima ilmu 五术.[2]

Read more...

Empat Faktor Etnisitas Seseorang

Empat Faktor Etnisitas Seseorang

 

Written by Erik Eresen

 

Budaya-Tionghoa.Net | Bingung juga membedakan seseorang itu Tionghoa Totok atau Babah (keturunan). Ada yang berpendapat bahwa totok adalah yg masih tembak langsung, sedangkan yang keturunan adalah mereka yang lahir di sini. Di samping itu ada juga rekan2 yang berpatokan pada bahasa (budaya) sebagai ukuran untuk membedakan seseorang totok atau peranakan, yang masih berbahasa Tionghoa (baik Mandarin maupun dialek) dikelompokkan sebagai totok, yang sudah tidak berbahasa Tionghoa adalah keturunan. Begitu juga, yang masih menjalankan tradisi Tionghoa tergolong sebagai totok, sebaliknya yang sudah lupa dengan tradisi Tionghoa adalah peranakan.

Read more...

Tionghoa Dalam Seni Wayang Kulit

Tionghoa Dalam Seni Wayang Kulit

 

Written by Golden Horde

1

Budaya-Tionghoa.Net | Patut dihargai bahwa masih ada generasi muda Tionghoa (Tee Boen Liong) yang dapat mengapresiasi dan mewarisi seni wayang kulit ini, sebelumnya juga pernah diketahui pada sebelum tahun 1967 seorang Tionghoa bernama Gan Thwan Sing (1885-1966) mendalami seni wayang kulit di Yogya yang disebut sebagai wayang "Cina Jawa" . Gan dikenal sebagai orang yang mempelopori dan menciptakan seni wayang kulit "Cina Jawa".

Read more...

Pengaruh Falsafah Tiongkok yang tersirat dalam Seni arsitektural Tiongkok klasik terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi perancangan bangunan di Indonesia.

Seminar Sehari

Pengaruh Falsafah dan Budaya Tionghoa terhadap Ilmu Pengetahuan dan Bidang Kehidupan di Nusantara

Minggu, 29 November 2015

Waktu : 09.45 - 11.45 WIB

Universitas Parahyangan Fakultas Filsafat

                                      Jl. Nias 2, Bandung

 

Judul Makalah: Pengaruh Falsafah Tiongkok yang tersirat dalam Seni arsitektural Tiongkok klasik terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi perancangan bangunan di Indonesia.

 

 

Sidhi Wiguna Teh

 

Jurusan Arsitektur

Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara, jakarta.

 

 

 

 

 

 

Abstrak

Fengshui sebagai salah satu ilmu yang menjadi trend perlu digali untuk menemukan akarnya sehingga slogan east meet west tidak sekedar kosmetik yang akan berkembang dan kemudian layu dengan cepat.

 

Pendekatan filosofis perlu dilakukan untuk bisa menemukan hal yang lebih esensial sehingga manfaat dari penerapan ilmu fengshui dapat berjalan daqn salah kaprah yang terjadi dimasyarakat dapat diminimalisir.

 

 

Kata Kunci: Fengshui, Yi Jing, East meet West, Akar

 

 

Read more...

AGAMA DAN POLITIK DALAM MASYARAKAT MAJEMUK

AGAMA  DAN POLITIK DALAM MASYARAKAT MAJEMUK

ABSTRAK

Dalam perkembangan politik Indonesia, agama memegang peranan yang tidak dapat dikesampingkan begitu saja, dimana symbol symbol keagamaan masih memegang peranan dalam bidang politik. Agama berbondong-bondong meraih peran dalam dunia perpolitikan dan dunia perpolitikan juga meraih dukungan dari agama. Hanya saja dalam kondisi masyarakat yang majemuk seperti di Indonesia ini, peranan agama tidak selalu memberikan kontribusi positif dalam dunia perpolitikan ini. Selain berkaitan dengan agama, politik juga berkaitan dengan ekonomi, sehingga dunia politik Indonesia itu memiliki hubungan segitiga antara politik, ekonomi dan agama.

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto