Print
PDF

Lampion , Latar Belakang dan Pemakaiannya

Written by Dr Han Hwie Song on . Posted in Adat Istiadat

<

Budaya-Tionghoa.Net| Lampion atau Denglong dalam bahasa Tionghoa, pada permulaan dipakai di Tiongkok untuk penerangan kota , gedung-gedung dan rumah tangga. Lampion biasanya dibuat bulat menyerupai rembulan dan didalammnya terdapat lilin yang dibakar. Karena lampion memberi penerangan pada malam hari, merupahkan simbol dari kegembiraan hidup. Maka lampion dipakai pada pesta, upacara, dan hari raya. Rumah-rumah dibuat lampion dengan huruf-huruf Fu (happiness), Shuo (panjang usia).

Artikel Terkait :

Digedung-gedung pemerintah dinaikkan lampion-lampion besar-besar berwarna merah. Restoran restoran dan warung-warung teh dipasang lampion-lampion sebagai pajangan dan penerangan bagai tamu-tamunya.  Lampion adalah lampu tradisonil, jaman dahulu yang khusus Tiongkok dan dibuat oleh orang-orang Tionghoa.


Pesta lampion atau Deng-Jie, juga dinamakan Yuan Xiao Jie adalah pesta Cap Go Meh (pesta malam hari ke limabelas pada bulan pertama dari tahun baru Imlek). Rumah rumah dihias dengan berbagai lampion yang bagus bagus dan kadang kadang saling “bersaing” keindahannya. Toko-toko menggantung lampion yang disesuaikan dengan barang daganganya. Toko ikan membuat lampion dari ikan, toko kain membuat lampion dari kain sutra yang indah warnanya, penjual ayam memasang lampion ayam etc. etc. . Orang semua keluar dijalanan dengan membawa lampion untuk melihat  keramaian dan pemandangan kota-kota dalam suasana keramaian dan riang gembira.

Karena orang Tionghoa menganggap warna merah adalah warna gembira, maka lampion biasanya berwarna merah. Lampion juga di Tiongkok dipakai sebagai tanda identifikasi atau tanda-tanda yang penting lainnya. Dijaman kuno di Tiongkok seorang pedagang biasanya bepergian selama berbulan-bulan untuk kulahan atau menjual dagangannya. Kalau sihartawan pulang rumah, dirumahnya diangkat lampion merah tinggi-tingi untuk memberi kabar gembira bahwa Tuan rumah sudah datang.


Dibawah ini aku berikan dua ceritera untuk menjelaskan pemakaian lampion :


YUAN XIAO FESTIVAL


Itu waktu musim winter, pemandangan alam putih karena penuh dengan salju dimana-mana, pohon-pohon gundul tanpa daun. Hari sangat cerah dan matahari menerangi bumi kebun istana. Dongfang Shuo, seorang menteri jaman Han dinasti, periode kaisar Wudi sedang berjalan-jalan di kebun  istana.

Bunga Mei-hua (bunga Bwee) sedang mekar-mekarnya. Dongfang Shuo ketarik dan memetik bunga yang pada musim dingin  waktu memuncak keindahannya. Dalam pikirannya dalam lingkungan yang gundul ini beliaulah orangnya yang sedang menghargai dan menikmati kecantikan bunga Mei-hua ini.

Tidak terduga beliau mendengar suara wanita yang menangis dan akan membunuh diri akan menerjun kedalam sumur. Sumur di Tiongkok biasanya sangat sempit kalau masuk tidak bisa membalik diri lagi.

Maka Dongfang Shuo cepat cepat menolongnya dan menanyakan mengapa dia sampai begitu sempit pikirannya mau bunuh diri. Wanita itu menangis dan berkata : "Aku ini bernama Yuan Xiao dan tinggal di ibu kota Chang-An. Sejak aku dibawah keistana beberapa tahun yang lalu, saya tidak diperkenankan pulang, juga pada Tahun baru Imlek."

Saya sangat kangen pada ayah dan ibuku serta sudara-saudaraku. Terutama pada waktu musim dingin hatiku sangat sedih ingin bertemu pada orangtuaku. Karena tidak ada jalan keluar untuk meringankan kesedihanku, maka aku akan mengachiri hidupku dengan menerjun kedalam sumur.

«  Lalu Yuan Xiao melanjutkan omongannya : »Bapak Dongfang, kau seorang yang berbudi dan tidak berpihak, semua wanita di istana respek padamu. Tolonglah aku untuk keluar dari istana ini.

» Dongfang Shuo berkata : "Percayalah padaku, jagalah baik-baik badanmu, saya nanti berusaha mencari jalan untuk menyelesaikan persoalanmu." Meskipun hujan salju yang hebat Dongfang Shuo toh pergi kerumahnya Yuan Xiao dan membicarakan dengan orangtua Yuan Xiao akal yang dia akan kerjakan.


Dongfang Shuo lalu berjalan di jalanan ibu kota Chang-An menyamar sebagai seorang ahli nujum. Pada orang orang di jalanan beliau mengatakan bahwa pada bulan pertama, hari kelima belas ada seorang wanita berpakean merah duduk diatas keledai akan masuk ke Chang An dan membakar ibu kota.

Mereka dengar nasib yang jelek yang akan terjadi, lalu minta tolong pada ahli nujum bagaimana caranya untuk menghindari pembakaran ini ?  Beliau berkata : "Orang-orang, terutama kaum senior harus keluar pada hari itu dijalanan utara-barat dari ibu kota dan meminta pada wanita itu untuk menolongnya jangan membakar ibu kota.

Dengan demikian ibu kota kita bisa tertolong dari api . Orang-orang senior pada waktu itu berduyun-duyun keluar dan memang mereka melihat  seorang wanita berpakean merah mengendarai keledai sedang mendatangi mereka.

Mereka bersoja (memberi hormat secara tradisionil) dan membungkukkan badannya minta  agar kotanya jangan sampai dibakar habis. » Wanita itu berkata : "Aku kesini atas perintah Yu Wang (Yu ialah batu Jade, Yu-Wang adalah kaisar di langit dan berarti Tuhan. Wang berarti kaisar atau raja). Kalau Yu Wang tidak melihat api maka aku akan dihukum, maka berikan surat ini pada kaisarmu. » Berapa orang-orang senior menemui Dongfang Shuo dan memberikan surat dari wanita berbaju merah  itu padanya.


Dengan surat itu Dongfang Shuo menemui raja dan mengatakan pada raja bahwa dia mendapatkan surat dari rakyat ibu kota dan silahkan Paduka melihatnya. Kata raja:”aiyah, cilaka, kota ini akan dibakar  atas perintah Yu Wang, apa usulmumu Donfang Shuo?”  Beliau berpikir sebentar lalu berkata pada kaisar:”Karena surat-surat ini diberikan pada orang-orang senior, maka mestinya ini betul-betul akan terjadi.” Lalu raja berkata:”Tuan Dongfang carilah peneyelesdaiinya.”

Dongfang Shuo berpikir lalu berkata:” saya pikir perintahlah Anda kepada semua rakyat untuk memasang lampion merah didepan rumahnya masing-masing dan silahkan rakyat berjalan-jalan dengan lampion dan membakar mercon. Juga suruhlah anggota-anggota istana keluar istana dengan membawah lampion agar kota menjadi terang seolah-olah dibakar. Pula aku dengar bahwa Yu-Wang suka makan YuanXiao (ronde, makanan bulat-bulat dibuat dari tepung ketan, dalamnya diisi dengan pasta kacang, atau wijen etc). Kita harus membuat ronde untuk menghormat dan memberikan pada Yu Wang makan.”

Dongfang Xiao lalu meneruskan:”aku dengar bahwa di istana ada seorang wanita bernama Yuan Xiao yang pandai membuat ronde, silahkan dia yang membuatnya.” Raja lalu berkata:”tuan Dongfang, urusan ini aku serahkan sepenuhnya pada kebijaksanaan anda.” Pada hari itu Yuan Xiao beramai-ramai dengan anggota-angota istana keluar dan kesempatan ini digunakan olehnya untuk pulang kerumahnya.

Orang tua Yuan Xiao gembira bisa saling berkunpul lagi dengan putrinya. Mereka bertrima kasih kepada bapak Dongfang Shuo atas budi den kebijaksanaannya menolong anaknya. Sedari itu rakyat merayahkan hari capgomeh dengan memakan ronde dan festival itu dinamakan Yuan-Xiao Jie atau Deng Jie (festival lampion). Anggota anggota istana diperbolehkan keluar dan berkumpul bersatu dengan rakyat ramai. Karena perayaan YuanXiao atau peryaan lampion keluarga Yuan Xiao telah direunikan!

SEJARAH PEMIMPIN PEMBERONTAK LI ZICHENG PADA AKHIR DINASTI MING.


Ini ada sebuah sejarah revolusi pada achir dinasti Ming yang dipimpin oleh Li Zi –Cheng. Li Zi-Cheng sewaktu akan mengambil ibu kota Kaifeng, beliau berunding dengan jendral-jendralnya dan mengatakan:” kita harus mengambil kota Kai-Feng untuk menambah persediaan makanan bagai tentara kita. Kai-Feng adalah satu kota besar dan banyak penduduknya.

Kita harus berusaha jangan sampai banyak rakyat yang meninggal dalam peperangan ini.” Dia meneruskan perkataannya:”aku akan masuk kekota dan melihat situasi dan berusaha baik-baik menghindari pengorbanan yang berkelebihan dan tidak diperlukan.” Li Zi-Cheng lalu menyamar sebagai orang jual beras dan masuk ke kota Kai-Feng.

Li Zi-Cheng dengar dikota ada rakyat yang pro dan ada yang konta pada revolusi yang dipimpinnya. Pada waktu dia berhenti disebuah warung teh, beliau dengar orang-orang berkumpul yang mengatakan:”aku dengar Li Zi-Cheng adalah pemimpin pemberontak yang baik budi, beliau membelah kepentingan rakyat miskin.”

Zhi-Cheng dengar percakapan mereka lalu mencobah menghubungi mereka dan sala satu orang itu bertanya padanya: »Tuan, aku lihat anda bukan orang dari kota ini, kenalkah anda atau pernahkah anda dengar tentang  Li Zi-Cheng, kepala pemberontak?”

Zi-Cheng mengerti bahwa pemerintah telah memberikan kabar-kabar yang jelek padanya dan revolusi yang dia pimpin. Dia berkata:”yah aku dengar dan bahkan aku pernah ketemu dengan beliau, beliau adalah seorang yang biasa seperti kita-kita ini. Kalau beliau datang, beliau tidak minta pajak pada rakyat miskin, bahkan memberi makanan pada orang yang miskin.” Sala satu diantara mereka mengatakan :”kalau begitu kita harus menerima kedatangan beliau dan tentaranya.” Mereka lalu berunding bagaimana caranya agar mereka dapat menghindari jangan sampai sala dibunuh oleh tentara Li Zi-Cheng .

Li Zi-Cheng mengatakan:”saya mempunyai akal, setiap rumah orang yang baik dan mendukung revolusi harus memasang sebuah lampion merah kecil diatas rumahnya. Nanti saya memberi kabar, berupa surat pada Li Zi-Cheng tentang akal ini. Tetapi awas jangan memberi tahu pada orang-orang pemerintah dan orang orang hartawan, karena yang belakangan ini adalah pendukung pemerintah Ming.”


Li Zi-Cheng kembali ke perkemahan tentaranya dan bebicara apa yang telah beliau kerjakan dikota Kai-Feng. Pada waktu tentara pemberontak menyerbu Kai-Feng, tentara Ming membuka pintu air untuk menghanyutkan tentara pemberontak. Rakyat yang dalam kebingungan dan lari karena banjir tidak lupa membawa Lampion merahnya. Tentara Li Zi-Cheng dapat membedahkan siapa teman dan siapa lawan. Mengingat Li Zi-Cheng menyelamatkan rakyat kecil, maka rakyat Tiongkok biasa menggantung atau mengangkat lampion merah pada hari-hari yang mengembirakan untuk mengharepkan keadaan yang baik.

Breda, 20 april 2004 (Nederland)

Budaya-Tionghoa.Net| Mailing List Budaya Tionghua 2084



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
 

blog comments powered by Disqus

Kalender

Prev Next

2012.05.08 Seminar Nasional : "Pera…

Rekan2 Yth, Mohon kehadiran Anda yg berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Kehadiran Anda semua akan sangat berarti bagi kami. Terimakasih dan salam budayaDidi ...

Didi Kwartanada - avatar Didi Kwartanada 07 May 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

21-22 April 2012 | Acara Kirab Ritu…

Forward : Informasi dari Wajah Kota Lasem di Facebook Page Budaya Tionghoa ** ACARA KIRAB RITUAL BUDAYA dan  H.U.T MAKCHO THIAN SIANG BO di Tiongkok Kecil (LA...

Wajah Kota Lasem  - avatar Wajah Kota Lasem 18 Apr 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

Tradisi

Prev Next

Bhutan , Diantara Tiongkok dan Indi…

Budaya-Tionghoa.Net | Orang Bhutan dikenal juga sebagai Bhote , Bhotia , Bhutia , etc yang tinggal di negara Bhutan. Negara kecil ini seluas 47 ribu kilom...

Huang Dada - avatar Huang Dada 19 May 2012 Dialek

Read more

Kwee Pang [2] - Anggapan Tahayul

Budaya-Tionghoa.Net | Jika point 1 sampai 4 yang menjadi penyebab umum terjadinya kweepang dan lebih kearah hubungan horizontal antar manusia. Maka point...

Ardian Cangianto - avatar Ardian Cangianto 19 May 2012 Adat Istiadat

Read more

Sejarah

Prev Next

Perjanjian Nanking (1842) Antara Qi…

Budaya-Tionghoa.Net | Perjanjian Nanking mengakhiri Perang Candu [1839-1842] dan Tiongkok menyerahkan Hong Kong ke Inggris , membuka sejumlah pelabuhan untuk pe...

Huang Dada - avatar Huang Dada 15 May 2012 Dinasti QIng

Read more

Tuduhan Dr. Geoffrey Wade Bahwa Zhe…

Budaya-Tionghoa.Net | Dr. Geoffrey Wade sebenarnya adalah sebuah nama misterius yang belum dikenal (nobody) dan baru muncul diantara para peneliti dan penulis s...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Tiongkok & Indonesia

Read more

Filsafat

Prev Next

Menyusun Altar Menurut Tradisi Tion…

Budaya-Tionghoa.Net | Jika menyusun altar menurut tradisi Tionghoa, sebenarnya mereka sedang menyusun alam semesta kecil di altar. Filsafat Tionghoa terka...

Xuan Tong & Ardian Cangianto - avatar Xuan Tong & Ardian Cangianto 12 May 2012 Filsafat Lain

Read more

Kitab Taiping jing 太平经

Budaya-Tionghoa.Net | Taiping jing太平经 adalah suatu kitab penting bagi Taoism yang isinya antara lain adalah masalah Taiping atau kedamaian yang agung. Kita perl...

Xuan Tong - avatar Xuan Tong 16 Apr 2012 Tao

Read more

Sains

Prev Next

Ketika Sistem Pengobatan Barat Dan …

Budaya-Tionghoa.Net | Sistem pengobatan Tionghua sering dianggap kuno dan ditinggalkan oleh sebagian orang Tionghua sendiri yang beralih ke dokter dengan ...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Pengobatan

Read more

Varian Rudal Panggul Darat Ke Udara…

Budaya-Tionghoa.Net | Banyak yang bilang Tiongkok adalah tukang meniru , ada benarnya juga seh. Tetapi apa salah meniru yang baik, dan akhirnya dapat me...

Heri Tanta - avatar Heri Tanta 17 May 2012 Militer

Read more

Tionghoa

Prev Next

Riwayat Liem Koen Hian (IV)

Budaya-Tionghoa.Net |  Toean Liem Pegang Sin Tit Po (2 September 1929 sampe – 19 Desember 1932) 3 taon sadja ia pegang Sin Tit Po atawa satoe taon lebih s...

Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) - avatar Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) 18 May 2012 Sejarah Tionghoa

Read more

Benny Mok Sau Chung : Profil

Budaya-Tionghoa.Net | Max Mok Sau Chung dilahirkan di Hong Kong pada tahun 1960. Dia juga dikenal sebagai  Benny Mok Sau Chung  . Mok adalah  seorang arti...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Sosialita

Read more

Data

Prev Next

Nasehat Pernikahan Jaman Dulu : Bag…

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini nasehat pernikahan jaman dulu , dimuat di Liberty pada bulan November 1931 , dalam bahasa masa itu. Tentunya nasehat ini belum...

Tjiong Djie Nio (via Tjendela)  - avatar Tjiong Djie Nio (via Tjendela) 12 Apr 2012 Arsip || Dokumen | Artikel

Read more

Tabel Variasi Linguistik

Budaya-Tionghoa.Net | Variasi linguistik dikalangan Han-Chinese merujuk pada istilah fangyang 方言 , yang umum diterjemahkan sebagai "dialek" atau "topolect". D...

 - avatar 14 Jan 2012 Tabel

Read more

Seni

Prev Next

Wu Rujun Sang Pangeran Jinghu

Budaya-Tionghoa.Net |  Wu Rujun (吳汝俊) , tidak banyak orang yang mengenal musikus ini. Ia dilahirkan di Nanjing pada tahun 1963, ayahnya juga seorang mus...

Chendra Ling Ling - avatar Chendra Ling Ling 12 May 2012 Seni Musik

Read more

Kajian Film : “Curse Of The Golden …

Budaya-Tionghoa.Net | Curse Of The Golden Flower adalah film epik kolosal yang disutradai Zhang Yimou.  Skenario film ini diadaptasi dari sebuah drama tra...

 - avatar 11 May 2012 Sinematografi

Read more

Buku

Prev Next

Review Buku : "Mao The Unknown Stor…

Budaya-Tionghoa.Net | Seorang kawan (SML) meminjami saya buku Jung Chang yang ditulisnya bersama suaminya Jon Halliday, (seorang sejarawan), terjemahan bahasa B...

Ibrahim Isa  - avatar Ibrahim Isa 16 May 2012 Buku

Read more

Polemik Dan Perdebatan Seputar Buku…

Budaya-Tionghoa.Net | Buku Gavin Menzies yang terbit pertama kalinya ditahun 2002 ini, telah menimbulkan polemik dan perdebatan yang yang sengit antara pihak-pi...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Buku

Read more