Renungan Imlek Dan Demokrasi Tiongkok

Written by Dr Han Hwie-Song on . Posted in Writing - Esai & Opini

<

Budaya-Tionghoa.Net | Pada kesempatan tahun baru Yin Li, Lunar New Year juga dinamakan Chun Jie kami berkumpul dengan keluarga kedua putra saya, karena putri saya dengan keluarganya bervakansi ke Swiss, sekalian bermain ski disana.

Baik tetangga kami di Breda dan juga tetangga putra kami  di Rotterdam menyampaikan “Slamat Chun Jie”. Diantara mereka ada yang tanya pada kami apakah kami masih masih mempunyai hubungan perasaan, tertarik dengan Tiongkok.

Artikel Terkait :

Aku tersenyum dan berkata: "Anda menanyakan hal ini berarti bahwa Anda juga tertarik dengan kemajuan di Tiongkok, tetapi siapa di dunia ini yang tidak tertarik pada perkembangan ekonomi yang cepat dan dianggap sebagai negara adidaya?" Kami tertawa bersama-sama pada pertanyaan dan jawabannya. Koran-koran hampir setiap hari terdapat tulisan-tulisan tentang Tiongkok, atau menyebutnya negara itu. Kita masih berkata barang apa saja yang kita pakai sehari-hari dari barang yang biasa-biasa sampai yang lux adalah “Made in China” atau sebagian, sparepartnya made in China.

Banyak negara-negara yang kemajuan ekonominya disebabkan karena kekayaan dari alamnya dan terkenal dalam hal ini ialah minyak. Kemajuan Tiongkok adalah disebabkan karena kegiatan dan creativitas dari rakyatnya untuk berproduksi dari barang-barang pemakian sehari-hari sampai mobil, computer dan lain-lainnya.

Dalam bidang politik dan ketata-negaraan Tiongkok mengambil jalan membenahi dulu ekonomi dan pelahan-lahan kebebasan penghidupan rakyat dan kebebasan pribadi. Rakyat boleh bekerja dimana mereka mau, tidak seperti dulu ditentukan oleh negara, membuka perusahan, sekolah dan bervakansi keluar negeri, dan seterusnya.


Demokrasi hanya dapat dicapai jika umumnya rakyat sudah merupahkan klas menengah dan sudah memiliki kehidupan yang baik, dapat berpikir yang rasionil dan dapat melakukan apa yang mereka inginkan. Tetapi jika perekonomian dalam kondisi yang susah, kita tidak bisa memiliki demokrasi yang ada ialah penindasan dan ketidak adilan.


Rakyat umumnya lebih memilih keamanan, stabilitas dan kemajuan ekonomi dari pada demokrasi. Pemimpin Barat mengatakan sesuatu yang berbeda dari demokrasi dan hak asasi manusia di Republik Rakyat Tiongkok, mereka menganggap dan mengklaim bahwa di
Republik Rakyat Tiongkok yang ada ialah represi dan hak asasi manusia tidak dihormati disana.


Pengalaman dari banyak negara-negara ketiga kalau para pemimpin Tiongkok mengikuti para kritisi Barat dan medahulukan demokrasi daripada perekonomian mungkin diperlukan seratus tahun atau lebih untuk mencapai kemajuan erkonomi dan sains seperti apa yang sudah dicapai oleh rakyat Tiongkok sekarang ini. Maka rakyat Tiongkok yang telah menderita begitu lama tetap susah dan dipandang rendah, dan kita masih belum  berbicara tentang hidup chaotis, kekacauan karena kemiskinan, tidak ada kedamaian dan stabilitas dalm negeri.

Kami dapat melihat negara-negara di Eropa Timur di mana demokrasi telah ditegakkan di sana, yang dipimpin oleh para pemimpin reformis, tetapi ekonomi mereka berada dalam keadaan  kesusahan dan negara berada dalam kekacauan. Para pemimpin Republik Rakyat Tiongkok memilih dahulu keamanan, stabilitas dan ekonomi lebih penting dari pada demokrasi, yang mungkin kemudian secara bertahap meningkat ke demokrasi. Bukankah kita membangun rumah terlebih dahulu membuat fondasi yang kuat lalu batu-bata satu-persatu disusun dengan baik.

Sebuah bukti yang baik sebagai contoh ialah mengapa
Republik Rakyat Tiongkok telah mencapai perkembangan ekonomi yang lebih cepat bahkan sudah melalui  Rusia. Padahal Rusia sudah berada dalam teknologi dan ekonomi sebagai negara adidaya yang kedua setelah Amerika Serikat. India yang dianggap oleh negara-negara Barat sebagi negara demokrasi terbesar dikuantifikasi di dunia tetapi dalam kemajuan ekonomi masih cukup jauh dibelakang Tiongkok. India sekarang dibantu oleh USA dalam bidang nuklir untuk menandingi RRT yang sudah sangat maju dalam bidang nuklir dan angkasa.


Tiongkok pada tahun 1978 setelah Revolusi Besar Kebudayaan Proletar dalam bidang ekonomi masih dianggap sebagai negara yang miskin akibat berevolusi yang tiada hentinya. Sekarang ini kemajuan dibidang budaya, ekonomi dan ilmu pengetahuan di dunia internasional belum pernah ada negara yang rakyatnya begitu padat mencapai kecepatan yang spektakuler seperti Tiongkok.

Saya bertanya pada diriku sendiri, mungkinkah Tiongkok menginvestasi pabrik diluar negeri untuk memproduksi barang-barang yang lebih murah lagi?  Saya rasa sermentara ini tidak mungkin, karena produk-produk Tiongkok yang dijual dinegara manapun bahkan di negara yang tenaga kerja murah, tokh masih dirasakan murah disbanding kalau barang itu dibuat local. Kenapa demikian, ini susah dijawab. Bagi saya ialah karena ajaran Lao Zi dan Zhuang Zi dengan teori “Wu Wei” ialah efisiensi yang hebat!

Dr. Han Hwie-Song

Breda, 14 Februari 2010 (Tahun Baru Imlek)
Nederland

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
 

blog comments powered by Disqus

Kalender

Prev Next

2012.05.08 Seminar Nasional : "Pera…

Rekan2 Yth, Mohon kehadiran Anda yg berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Kehadiran Anda semua akan sangat berarti bagi kami. Terimakasih dan salam budayaDidi ...

Didi Kwartanada - avatar Didi Kwartanada 07 May 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

21-22 April 2012 | Acara Kirab Ritu…

Forward : Informasi dari Wajah Kota Lasem di Facebook Page Budaya Tionghoa ** ACARA KIRAB RITUAL BUDAYA dan  H.U.T MAKCHO THIAN SIANG BO di Tiongkok Kecil (LA...

Wajah Kota Lasem  - avatar Wajah Kota Lasem 18 Apr 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

Tradisi

Prev Next

Bhutan , Diantara Tiongkok dan Indi…

Budaya-Tionghoa.Net | Orang Bhutan dikenal juga sebagai Bhote , Bhotia , Bhutia , etc yang tinggal di negara Bhutan. Negara kecil ini seluas 47 ribu kilom...

Huang Dada - avatar Huang Dada 19 May 2012 Dialek

Read more

Kwee Pang [2] - Anggapan Tahayul

Budaya-Tionghoa.Net | Jika point 1 sampai 4 yang menjadi penyebab umum terjadinya kweepang dan lebih kearah hubungan horizontal antar manusia. Maka point...

Ardian Cangianto - avatar Ardian Cangianto 19 May 2012 Adat Istiadat

Read more

Sejarah

Prev Next

Perjanjian Nanking (1842) Antara Qi…

Budaya-Tionghoa.Net | Perjanjian Nanking mengakhiri Perang Candu [1839-1842] dan Tiongkok menyerahkan Hong Kong ke Inggris , membuka sejumlah pelabuhan untuk pe...

Huang Dada - avatar Huang Dada 15 May 2012 Dinasti QIng

Read more

Tuduhan Dr. Geoffrey Wade Bahwa Zhe…

Budaya-Tionghoa.Net | Dr. Geoffrey Wade sebenarnya adalah sebuah nama misterius yang belum dikenal (nobody) dan baru muncul diantara para peneliti dan penulis s...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Tiongkok & Indonesia

Read more

Filsafat

Prev Next

Menyusun Altar Menurut Tradisi Tion…

Budaya-Tionghoa.Net | Jika menyusun altar menurut tradisi Tionghoa, sebenarnya mereka sedang menyusun alam semesta kecil di altar. Filsafat Tionghoa terka...

Xuan Tong & Ardian Cangianto - avatar Xuan Tong & Ardian Cangianto 12 May 2012 Filsafat Lain

Read more

Kitab Taiping jing 太平经

Budaya-Tionghoa.Net | Taiping jing太平经 adalah suatu kitab penting bagi Taoism yang isinya antara lain adalah masalah Taiping atau kedamaian yang agung. Kita perl...

Xuan Tong - avatar Xuan Tong 16 Apr 2012 Tao

Read more

Sains

Prev Next

Ketika Sistem Pengobatan Barat Dan …

Budaya-Tionghoa.Net | Sistem pengobatan Tionghua sering dianggap kuno dan ditinggalkan oleh sebagian orang Tionghua sendiri yang beralih ke dokter dengan ...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Pengobatan

Read more

Varian Rudal Panggul Darat Ke Udara…

Budaya-Tionghoa.Net | Banyak yang bilang Tiongkok adalah tukang meniru , ada benarnya juga seh. Tetapi apa salah meniru yang baik, dan akhirnya dapat me...

Heri Tanta - avatar Heri Tanta 17 May 2012 Militer

Read more

Tionghoa

Prev Next

Riwayat Liem Koen Hian (IV)

Budaya-Tionghoa.Net |  Toean Liem Pegang Sin Tit Po (2 September 1929 sampe – 19 Desember 1932) 3 taon sadja ia pegang Sin Tit Po atawa satoe taon lebih s...

Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) - avatar Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) 18 May 2012 Sejarah Tionghoa

Read more

Benny Mok Sau Chung : Profil

Budaya-Tionghoa.Net | Max Mok Sau Chung dilahirkan di Hong Kong pada tahun 1960. Dia juga dikenal sebagai  Benny Mok Sau Chung  . Mok adalah  seorang arti...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Sosialita

Read more

Data

Prev Next

Nasehat Pernikahan Jaman Dulu : Bag…

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini nasehat pernikahan jaman dulu , dimuat di Liberty pada bulan November 1931 , dalam bahasa masa itu. Tentunya nasehat ini belum...

Tjiong Djie Nio (via Tjendela)  - avatar Tjiong Djie Nio (via Tjendela) 12 Apr 2012 Arsip || Dokumen | Artikel

Read more

Tabel Variasi Linguistik

Budaya-Tionghoa.Net | Variasi linguistik dikalangan Han-Chinese merujuk pada istilah fangyang 方言 , yang umum diterjemahkan sebagai "dialek" atau "topolect". D...

 - avatar 14 Jan 2012 Tabel

Read more

Seni

Prev Next

Wu Rujun Sang Pangeran Jinghu

Budaya-Tionghoa.Net |  Wu Rujun (吳汝俊) , tidak banyak orang yang mengenal musikus ini. Ia dilahirkan di Nanjing pada tahun 1963, ayahnya juga seorang mus...

Chendra Ling Ling - avatar Chendra Ling Ling 12 May 2012 Seni Musik

Read more

Kajian Film : “Curse Of The Golden …

Budaya-Tionghoa.Net | Curse Of The Golden Flower adalah film epik kolosal yang disutradai Zhang Yimou.  Skenario film ini diadaptasi dari sebuah drama tra...

 - avatar 11 May 2012 Sinematografi

Read more

Buku

Prev Next

Review Buku : "Mao The Unknown Stor…

Budaya-Tionghoa.Net | Seorang kawan (SML) meminjami saya buku Jung Chang yang ditulisnya bersama suaminya Jon Halliday, (seorang sejarawan), terjemahan bahasa B...

Ibrahim Isa  - avatar Ibrahim Isa 16 May 2012 Buku

Read more

Polemik Dan Perdebatan Seputar Buku…

Budaya-Tionghoa.Net | Buku Gavin Menzies yang terbit pertama kalinya ditahun 2002 ini, telah menimbulkan polemik dan perdebatan yang yang sengit antara pihak-pi...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Buku

Read more