A+ A A-

Empat Faktor Etnisitas Seseorang

  • Published in Tionghoa

Empat Faktor Etnisitas Seseorang

 

Written by Erik Eresen

 

Budaya-Tionghoa.Net | Bingung juga membedakan seseorang itu Tionghoa Totok atau Babah (keturunan). Ada yang berpendapat bahwa totok adalah yg masih tembak langsung, sedangkan yang keturunan adalah mereka yang lahir di sini. Di samping itu ada juga rekan2 yang berpatokan pada bahasa (budaya) sebagai ukuran untuk membedakan seseorang totok atau peranakan, yang masih berbahasa Tionghoa (baik Mandarin maupun dialek) dikelompokkan sebagai totok, yang sudah tidak berbahasa Tionghoa adalah keturunan. Begitu juga, yang masih menjalankan tradisi Tionghoa tergolong sebagai totok, sebaliknya yang sudah lupa dengan tradisi Tionghoa adalah peranakan.

Read more...

Ekspresi Kekerasan Pada Masyarakat Tionghoa di Indonesia dalam Bahasa ( bagian kedua TAMAT )

  • Published in Tionghoa

Budaya-Tionghoa.net | CATATAN ADMIN : paper yang dibawakan pada Seminar dan gathering milis Budaya Tionghoa di Bandung tanggal 22 Febuari 2014.

 

Bahasa sebagai Medan Kerja Kekerasan

 

Bahasa di satu sisi dapat dipakai mengekspresikan hasil pikiran orang, tetapi di sisi lain juga dapat mengkonstruksi pikiran orang. Bahasa menjadi sarana untuk mengungkapkan ide-ide, perasaan, dan pengalaman kita. Di samping itu, bahasa juga dapat dipakai untuk memotivasi,juga memprovokasi orang. Lewat bahasa, pikiran dan perilaku orang bisa digali dan dipahami. Namun, lewat itu juga pikiran dan perilaku orang lain bisa digoda, dicekoki, dikelola atau bahkan diobrak-abrik.

Ricoeur mengatakan bahwa bahasa dapat menjadi suara kekerasan (voice of violence).[1]Selain bisa menjadi alat pencipta kedamaian (peredam konflik), bahasa juga dipakai sebagai kendaraan untuk memobilisasi kebencian (melalui hinaan, cercaan, ejekan),Bahasa dapat digunakan sebagai sarana untuk menciptakan solidaritas dan kohesi sosial, tetapi juga menegaskan batas-batas demarkasi eksklusif antara mana “kawan” yang “harus dibela” (ingroup) dengan “lawan” yang “jahat dan harus dibasmi” (outgroup). Kategorisasi kita tentang tuan-budak, mayoritas-minoritas, asli-pendatang, totok-peranakan, itu dimungkinkan gara-gara bahasa juga.

Read more...

Ekspresi Kekerasan Pada Masyarakat Tionghoa di Indonesia dalam Bahasa ( bagian pertama )

  • Published in Tionghoa

Budaya-Tionghoa.net | 

CATATAN ADMIN : paper yang dibawakan pada Seminar dan gathering milis Budaya Tionghoa di Bandung tanggal 22 Febuari 2014.

Ekspresi Kekerasan Pada Masyarakat Tionghoa di Indonesia dalam Bahasa

 

Perubahan Positif dan Tantangannya

Setelah era reformasi, ada pekembangan positif dan terbuka yang membentuk “kesadaran baru dalam berelasi“ bagi masyarakat Tionghoa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Gambaran positif itu diwakili dengan dicabutnya Instruksi Presiden no. 14 tahun 1967 tentang pelarangan ekspresi kebudayaan Cina di ruang publik oleh keputusan Presiden no 6 tahun 2000 oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Tidak lama setelah itu, diterbitkan pula UU Kewarganegaraan Indonesia No 12 tahun 2006, yang menjamin suasana kondusif bagi kesetaraan warga Tionghoa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak hanya itu, berbagai fenomena muncul mengikuti “kesadaran baru” itu, seperti adanya kebangkitan Agama Khonghucu, banyaknya penerbitan buku dan tulisan mengenai kebudayaan Tiongkok, banyaknya penampilan barongsai dan tarian  singa/ naga di berbagai kota, keterbukaan pada peluang belajar dan penggunaan bahasa Mandarin yang semakin besar, dan sebagainya.[1]

Akan tetapi, gambaran positif itu belum sepenuhnya ideal. Kekerasan pada masyarakat Tionghoa di Indonesia masih dirasakan muncul dalam percik-percik tindakan kekerasan secara parsial. Bukti mengenai hal itu dapat diamati pada momen pemilihan kepala daerah/ presiden masih dinilai diskriminatif. Apakah gerakan ke arah positif itu belum dilakukan sepenuh hati sehingga masih menyisakan peluang akan kekerasan? Jika ya, apakah motivasi yang menggerakkannya dan bagaimana kekerasan itu bekerja?

Read more...

[Q-A] Bagaimana Penyebaran Tionghoa Bisa Sampai Ke Indonesia ?

  • Published in Dialek

Tanya : Saya Tionghoa peranakan. Kalo boleh bertanya ,  bagaimana penyebaran Tionghoa bisa sampai ke Indonesia. Soalnya saya sering ditanya dari suku Tionghoa yang mana, dan saya tidak bisa menjawab karena saya sendiri juga tidak mengerti. Apakah ada marga Yo atau Yu? Terima kasih banyak. (Mona) 

Jawab :  Hallo Dik Mona, Penyebaran orang Tionghoa terjadi dari zaman dulu, hanya saja semakin lama semakin jauh. Orang Tionghoa yang jadi imigran kebanyakan berasal dari sepanjang sungai Kuning dan Sungai Yangzi, yang berada di tengah daratan Tiongkok, waktu itu disebut Tiongguan atau Dataran Tengah. Karena suku yang mendiami di daerah itu adalah orang Hua, sedang dinasti tertua adalah dinasti Xia, maka suku Hua itu sering disebut suku Huaxia. Suku Hua ini kemudian menyebar ke selatan dan tenggara Tiongkok, dan menyebar lagi ke arah barat. Sedang suku Hua yang berada di utara selalu berperang melawan serangan-serangan suku di utara, itulah sebabnya para kaisar sejak dulu membangun Tembok Besar untuk menahan musuh.

Read more...

Tentang Totok & Peranakan

Budaya-Tionghoa.Net | Masalah totok dan peranakan kadang menyebalkan untuk saya. Mereka yang merasa peranakan seharusnya ingat bahwa leluhur mereka juga adalah totok dan yang totok harus ingat bahwa keturunannya nanti akan menjadi peranakan. Peranakan sering menyebut sengkek dan totok menyindirnya dengan istilah kiaw seng. Apa ini bukan menghina leluhur mereka dan meludahi keturunan mereka ?

Read more...

Totok Dan Peranakan

Budaya-Tionghoa.Net | Saudara-saudari yang budiman, Saya rasa persoalan Totok dan Peranakan hanya persoalan generasi seniornya. Generasi mudanya seperti yang sering saya katakan dalam artikel-artikel saya identitas mereka sudah saling mendekati kalau tidak sudah sama, atau saya katakan sudah menjalaini proses "peranakanisasi" dari anak-anaknya Totok.

Read more...

Organisasi Tionghoa - Problematik Dan Solusi

Budaya-Tionghoa.Net | Alam manusia berkarakteristik dualisme. Kaya-miskin, senang-susah, dalam-luar, saya-anda Ini adalah pikiran manusia dan bisa mengakibatkan konflik . Kalau kita bisa membuang perbedaan antar saya dan anda maka kerja sama dan integrasi dapat direalisasikan dengan baik. Datanglah pengertian tentang hidup berbangsa dan hidup damai antar suku-suku etnis.

Indonesia pada masa ini, sesudah lengsernya resim Orde Baru sedang memasuki tahapan pertama demokratisasi. Untuk perkembangan kenegaraan yang demokratis dibutuhkan adanya institusi, lembaga, ormas dari berbagai disiplin baik dalam bidang politik, social, kulturil, economis, pengusaha, buruh maupun konsumen etc. yang dipimpin baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Disini yang saya akan bicarakan terutama ialah organisasi massa dan khususnya organisasi massa dari WNI keturunan Tionghoa, selanjutnya disingkat dengan Tionghoa. Saya rasa organisasi ini sangat penting untuk menjuruskan kehidupan dalam masyarakat, agar setiap individu bisa menikmati hidup yang adil dan berpikiran objektif, dan setiap warga negara mengetahui hak dan kewajiban untuk bangsa dan negara Indonesia.

Read more...

Istilah Qiaosheng

  • Published in Diaspora

Budaya-Tionghoa.Net | Saya tak berniat berdebat istilah, hanya memberi penjelasan: Qiaosheng 侨 berarti perantauan, jadi ada 华侨 Huaqiao perantau Tionghoa ada juga  英侨 Yingqiao perantau Inggeris. 侨生 Qiaosheng, 生lahir, 侨 perantauan , qiaosheng berarti lahir di perantauan. Jadi kalau definisi peranakan adalah yang lahir di  perantauan, memang benar qiaosheng. Tapi kalau definisi peranakan lain lagi, seperti definisi yang sering muncul di milis, peranakan adalah yang sudah tidak bisa berbahasa Tionghoa, Mandarin atau Dialek, maka istilah Qiaosheng adalah peranakan menjadi tak benar.

Read more...

Tentang Streotip dan Masalah Peranakan-Totok

Budaya-Tionghoa.Net| Stereotip secara sederhana pandangan suatu kelompok terhadap kelompok lainnya, yang merupakan bagian psikologi sosial. Apa yang dinamakan stereotip itu bisa saja salah karena, ketinggalan jaman dan bersifat generalisasi.  Contoh stereotip yang ketinggalan zaman adalah orang Indian tinggal di kemah-kemah. Mungkin di zaman sekarang masih ada orang Indian yang tinggal di kemah-kemah, tetapi pada kenyataannya sekarang sudah banyak orang Indian yang berdiam di rumah-rumah sebagaimana biasanya.

Read more...

Kerjasama & Tiga Pandangan Politik , Tionghoa , Peranakan , Totok [Part I]

Budaya-Tionghoa.Net | Beberapa minggu ini dimilis-milis banyak ditulis mengenai orang Tionghoa di Indonesia. Disini saya tulis artikel yang sebetulnya sudah lama, tetapi belum saya publikasikan, karena saya anggap belum waktunya yang cocok. Tetapi karena adanya banyak tulisan-tuisan di milis-milis, maka saya anggap toch perlu untuk di muat, sebagai bahan pemikiran dan menerangkan arti yang sebetulnya apa yang dikatakan Peranakan (Hua Yi, Hua Ren) dan Totok (Hua Chiao), serta fungsi,  pekerjaan mereka masing-masing dan terutama kerja sama antar mereka.Orang Tionghoa , Hua Yi (Peranakan)  - Hua Chiao (Totok), kerja sama dan tiga pandangan politik dalam masyarakat Tionghoa (bagian pertama)

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto