A+ A A-

Pandangan Matteo Ricci mengenai ajaran Confucius

  • Written by  Ardian Cangianto
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Matteo Ricci (1552-1610) selain dikenal sebagai missionaris Yesuit yg memperkenalkan filsafat barat terhadap Tiongkok, ia juga menterjemahkan banyak buku mengenai filsafat Tiongkok, terutama Confuciusme atau Rujiao. Sebelumnya Marcopolo (1254-1324) menjelajahi Tiongkok dan menulis buku Il Millione yang ditertawakan habis-habisan tetapi juga membuat beberapa orang tertarik untuk mengunjungi Tiongkok.

Artikel Terkait:

{module [201]}

Sebelum Matteo Ricci, sebenarnya sudah ada orang yang mengunjungi Tiongkok, namanya Michele Ruggieri ( 1543-1607 ) yang bisa dibilang adalah sinologi pertama di Tiongkok, ia bersama dengan Matteo Ricci menggunakan jubah bhiksu untuk masuk ke jantung Tiongkok, tapi mereka sadar bukan agama Buddha yang menjadi dasar di Tiongkok tapi Confuciusme.

Pengaruh penterjemahan karya2 filsafat Tiongkok akan memberikan dampak luar biasa pada perkembangan Eropa nantinya. Tapi selain Matteo Ricci masih ada beberapa nama seperti Alvaro De Semedo 曾德昭( 1586-1658 ), Martinus Martini 卫匡国 (1614-1661), Phillippe Couplet 柏�"理 ( 1624-1692 ),Louis le Comte 李明 (1655-1728 ),Bouvet Joachim ( 1656-1730 ) 白晋.

Selain dari mereka ini masih banyak missionaris Yesuit di Tiongkok yg berkorespondesi dengan  mereka yang di Eropa seperti Emmanuel Diaz, Gaspar Fereira, Joao Monteiro dsbnya. Dari korespodensi itu melahirkan tiga catatan atau jurnal yang memberikan pengaruh luar biasa thd perkembangan filsafat dan pengetahuan teknis Eropa nantinya dan mempengaruhi pemikira Eropa seperti Gottfried Wilheim Leibniz, Voltaire, Pierre Bayle dan membuat demam sinophile dikalangan para pemikir di Eropa, sampai2 Nietsche menjuluki Immanuel Kant itu adalah "chinaman of koninsberg".

Pandangan Matteo Ricci terhadap Confuciusme adalah  :

  1. Filosof terbesar di Tiongkok
  2. Upacara harlah Confucius bukan pemujaan tapi penghormatan atas warisannya terhadap budaya Tionghoa dan juga memberikan nafas di sendi2 kehidupan Tionghoa. Org Tionghoa tidaklah menganggap Confucius adalah dewa juga tidak memohon apapun kepadanya, jadi tidak bisa dibilang itu adalah pemujaan.
  3. Ajaran Confucius tidaklah kalah dibanding dgn filsafat-filsafat barat bahkan banyak filosof barat tidak sebanding dengan Confucius.
  4. Confucius adalah agama, point-point yang diambil Matteo Ricci banyak yang berasal dari Li Ji, Da Xue dan Zhong Yong.
  5. Menganjurkan orang-orang Katolik Tionghoa menghormati Kong Zi dengan cara seperti orang Tionghoa menghormati Kong Zi
  6. Sistem penghormatan leluhur yang juga diadopsi oleh Confuciusme, Taoisme dan Buddhisme juga dianjurkan untuk diadopsi oleh Katolik.
  7. Toleransi ajaran Confuciusme yang melindungi dan menghargai kepercayaan Matteo Ricci dan juga orang-orang yang beragama Katolik.


Dibalik kebaikan Matteo Ricci, ia juga ternyata memandang rendah agama lain malah menulis dongeng Han Mingdi 汉明帝 yang mendengar tentang Yesus kemudian mengirim orang untuk mengambil ajarannya tapi ditengah perjalanan utusannya salah mengira negara yg didatangi itu adalah negara yg dimaksud Han Mingdi, utusannya malah membawa ajaran Buddha dan menyesatkan orang-orang Tionghoa. (天主实义)


Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Referensi

  1. zhongguo wenhua daodu 中国文化导读
  2. faguo hanxue edisi ke 6 2002 法国汉学
Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/101-pandangan-matteo-ricci-mengenai-ajaran-confucius

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto