A+ A A-

Moral Bersangkutan Dengan Penghidupan Bermayarakat

  • Written by  Dr. Han Hwie-Song
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |Kalau kita mengatakan tentang moral, atau sifat-sifat yang baik (virtues), ini berarti adanya sangkutan antara moral dan penghidupan bermayarakat.

Kalau moral tidak dihubungkan dengan kehidupan social maka virtues itu kosong belaka tidak perlu didiskusikan berabad-abad oleh banyak pemikir yang besar seperti Lao Zi, Kong Fu Zi, Meng Ke, Socrates, Aristoteles, Kant etc.

Bicara tentang moral pada jaman sekarang ini juga banyak yang debat, ada yang mengatakan jika dibuat untuk dia sendiri dapat ditentukan oleh dia sendiri, tetapi dalam interaksi dengan orang lainnya tentunya ada peraturan- peraturan yang tertentu! Saya berpendapat tidak ada pekerjaan yang dikerjakan dengan akibat dia perseorangan saja, tanpa mempengaruhi keluarganya.

Yang saya artikan disini tentang moral ialah pelajaran behaviour yang baik dari manusia, bagaimana hubungan dan pengaruhnya terhadap masyarakat, dengan perkataan lain ialah norma dan nilai hidup bermasyarakat.

Kenyataan didalam mayarakat kita lihat pada jaman sekarang ini tambah lama tambah kompleks, ada berbagai perbedahan antara sifat-sifat manusia.

Tentunya ada orang-orang yang kurang perkembangan moralnya, ada yang jujur ada yang curang, ada yang arogan karena kaya ada yang berasa kecil karena miskin, ada yang optimis ada yang pesimis, ada orang yang mementingkan dirinya ada orang yang berjiwa besar etc..

Saya tanya dalam kehidupan bermasyarakat kita saling berinteraksi dan tergantung juga dengan mereka, bahkan dengan orang yang kurang tinggi moralnya, tidak jujur, mementingkan diri sendiri, arogan, tidak rasionil etc., bagaimana kita harus menghadapinya?

Dari pengalaman hidup saya, dapat saya katakan bahwa penyelesaihannya ialah belajar dari pengalaman orang-orang yang baik yang ditulis dalam teori-teori mereka, bagaimana kita bisa menghadapi orang-orang ini dan kedua dari pengalaman kita sendir.

Setiap orang kita hadapi dengan cara yang berlainan, dan dengan kreatif menyelesaiakan secara independen menurut kajadian dan sifat orang yang kita hadapi.

Thesis: Praktek hidup ialah berinteraksi dengan manusia, dikusi, makan, berjalan-jalan, ketawa dan bertengkar dengan mereka, semua ini harus kita lakukan dengan penuh kesadaran dan rasionil. Persepsi tentang sifat-sifat sesuatu berasal dari pekerjaan yang dilakukan dengan hati yang besar.

Dr. Han Hwie-Song
Breda, 20090502
The Netherlands

Budaya-Tionghoa.Net |

Last modified onFriday, 16 August 2013 05:37
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/103-moral-bersangkutan-dengan-penghidupan-bermayarakat

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto