A+ A A-

Etnohistorikal Tiongkok : Etnis Bai

  • Written by 
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Bai diidentifikasi juga sebagai Baihuo , Bai Man , Baini , Baizi , Baizu , Ber Deser , Ber Wa Deser , Bo Bozi , Cuan , La Bhu , Minchia , Minjia , Paiwan , Pernutuu , Pertsu, Petsen , Shou, Po . Masyarakat Bai tersebar di dua provinsi , Yunnan dan Sichuan dan terpusat di Dali Baizu , Yunnan. Dalam jumlah kecil , Bai juga dapat ditemukan di Liangshan [Sichuan] , Sangzhi [Hunan] , Bijie [Guizhou]. Sensus 1990 menunjukkan jumlah populasi Bai sebanyak 1.53 juta jiwa dan dua pertiganya terdapat di Dali Baizu.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Bahasa yang digunakan masyarakat Bai dekat ke Tibeto-Burman , tetapi juga ada kemiripan dengan bahasa Mon-Khmer dan Tai. Diduga juga bahasa Bai merupakan bahasa sinitik yang terpisah dari induknya , Tiongkok , 2500 tahun lalu. Bahasa Bai tidak mengenal sistem aksara sehingga mengadopsi aksara Tiongkok. Masyarakat Bai modern fasih dalam bilingual , termasuk dialek Mandarin.

Kontak Han dengan Bai terjadi ketika tentara Qin di abad 3 SM mengalahkan kerajaan Bo dan menjadikan masyarakat Bo sebagai budak. Masyarakat Bo merupakan leluhur dari masyarakat Bai. Di masa Dinasti Han , orang Han mulai membanjiri wilayah Bai dan di abad 3 M , orang Han menyebut Bo sebagai masyarakat Sou. Di abad berikutnya disebut sebagai Cuan. Di abad 8 M , Duan Siping mempersatukan Bai dan mendirikan Kerajaan Dali yang akan bertahan sampai tiga abad kemudian. Tentara Mongol menguasai Kerajaan Dali di tahun 1253 . Tentara tersebut menetap dan menikah dengan wanita setempat. Berdirinya Dinasti Ming mengambil alih kawasan Bai. Ribuan tentara Ming bertugas di kawasan Bai kemudian mengambil wanita Bai sebagai istri mereka.

Photo Credit : Gadis-gadis Bai , courtesy Murray , http://www.tourdechina.cn

Di masa Dinasti Qing , Du Wenxiu 杜文秀 [1823–1872] , seorang tokoh dari Hui , berhasil membentuk aliansi diantara Hui , Bai , Naxi , Yi , Dai , Jingpo dan Han setempat untuk memberontak terhadap Qing [Panthay Rebellion , 1856-1873]. Gerakan ini sempat menyulitkan Dinasti Qing yang sedang memasuki masa suram walau demikian Qing berhasil menumpas pemberontakan ini. Sejak itu kehidupan sosial , budaya dan politik dari orang Bai relatif tidak berubah sampai setengah abad berikutnya saat Jalan Burma selesai dan menghubungkan kawasan Bai dengan Burma sekaligus mengakhiri terisolirnya masyarakat Bai dari dunia luar.

File:Bai female costumes.JPG

[Foto Ilustrasi : Tdxiang ,Bai women decked out in traditional costumes. 2006 , GNU Free Documentation License.]

Selama Perang Dunia II , Nasionalis menduduki kawasan Bai sebelum dikalahkan Komunis di tahun 1949. Pemerintah baru , PRC , mendirikan daerah otonomi Dali Baizu dan memungkinkan masyarakat Bai menikmati pemerintahan otonom. Kebijakan PRC juga merubah kehidupan masyarakat Bai yang hidup agraris kedalam pertanian kolektif. Perlahan-lahan terjadi peningkatan produktifitas pertanian seperti gandum , jagung sebagai tanaman utama dan juga teh , tembakau , kacang , citrus dan jenis tanaman lain sebagai pendukung tanaman utama . Sementara itu komoditas opium yang menjanjikan dilarang oleh pemerintah sejak masa Nasionalis berkuasa dan kebijakan itu dilanjutkan oleh PRC yang melarang dengan tegas. Walau demikian segelintir orang Bai menjual opium di pasar gelap/

Arsitektur tradisional Bai secara umum terdiri dari rumah dua lantai. Dimana lantai dua untuk penghuni rumah dan lantai satu untuk ternak mereka. Masyarakat Bai juga berternak beberapa jenis hewan seperti babi , ayam , kuda , keledai , domba dan kerbau di padang rumput mereka.

Sistem religi Bai masih mempertahankan kepercayaan tradisional mereka walau beberapa orang Bai terpengaruh oleh kepercayaan lain , aksi misionaris dari agama luar. Sistem religi Bai berurusan dengan objek-objek alam seperti tanaman , hewan , sungai , gunung , lembah , bulan , angin , bintang dan sebagainya. Setiap satu individu Bai menjaga satu dewa dari sistem pantheon mereka yang berhubungan. Ada empat kategori roh dalam masyarakat Bai yaitu :

  1. Yang terlibat dalam penciptaan dunia
  2. Yang diasosiasikan dengan objek alam seperti matahari , bulan , bintang , gunung , sungai dan seterusnya.
  3. Pahlawan dan tokoh yang berjasa
  4. Pantheon Buddhist

Buddhisme masuk ke masyarakat Bai sejak abad 9 dan menyusul pengaruh Taoisme dan Confucianisme

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

Last modified onTuesday, 30 October 2012 16:51
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1041-etnohistorikal-tiongkok--etnis-bai

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto