A+ A A-

Puisi Alam [3] : Sanjak Chen fu, Jie Xisi, Sa Duci, Yang Ji, Gao Qi, Xu Tong,

  • Written by  Zhou Fuyuan
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Puisi alam masih terus berkembang sesudah dinasti Tang dan Song. Karena kondisi politik dan sosial, perkembangan dunia sanjak pada dinasti Yuan dan Ming kurang menggembirakan. Pada masa Dinasti Yuan kedudukan Sanjak diambil alih oleh puisi Lirik, baik Lirik lepas atau Lirik Opera. Sedangkan pada masa Dinasti Ming terpaksa mengalah pada semaraknya dunia novel. Meski demikian, sanjak2 kedua dinasti ini tetap berperan sebagai jembatan untuk menuju Sanjak dinasti Qing.

Selamat menikmati
Zhou Fy

Artikel Terkait :

{module [201]}

SALJU DI LANGIT SUNGAI
Chen Fu ( 1240-1303 ; Yuan )



Langit lepas menggulung bunga perak,
padang delta memutih berbinar-binar.
Bayangan belibis sudah tidak tampak,
petang di seribu tebing selaksana fajar.


Nelayan tua kedinginan berniat kembali,
tak mengingat jalanan menuju Bukit-Ba.
Duduk tertidur sampan mengalir sendiri,
jubah rami mengecil di kedalaman mega.



KAPAL PULANG
Jie Xisi ( 1274-1344 ; Yuan )



Rumput musim semi meratai bantaran,
angin berhujan saat pulang sendirian.
Perahu besar menurun di tengah aliran,
gunung hijau bergeser di kedua tepian.

Gagak berkauk di kuil Dewa Mulang,
insan bersujud di altar Penguasa Kali.
Riuh tarian digelar ombak gelombang,
sulit perjalanan telah lama dipahami.


DI KOTA ATAS
Sa Duci ( 1272?-1355? ; Yuan )


Di bawah surya senja sapi domba bebas bertebaran,
rumput padang mewangi keju susu gurih dirasakan.
Angin utara menggulung bumi pasir bagaikan salju,
semua tirai bulu di rumah rumah kemah diturunkan.


DI TENGAH GUNUNG TIANPING
Yang Ji ( 1326-1378? ; Ming )


Merintik-rintik bunga mindi dibasahi gerimis hujan,
berpohon-pohon buah lokat dimatangkan angin selatan.
Pelan berjalan tak mengingat dangkal dalamnya bukit,
kenari menghantar ke rumah kicauan sepanjang jalan.


AKHIR MUSIM SEMI DI KEBUN BARAT
Gao Qi ( 1336�4 ; Ming )


Di kolam biru rumput ranum memenuhi riak gelombang,
segenap warna musim semi terlewatlah di tengah hujan.
Yakinlah bunga telah habis berguguran di rumah orang,
hari ini di kebun sayuran banyak kupu-kupu berdatangan.


KISAH MUSIM GUGUR
Xu Tong ( ?-1618-? ; Ming )


Di malam musim gugur sisa hujan menaiki tirai jendela,
titik kunang-kunang melayang menerangi bunga senja.
menemukan topi kecil menembus setapak rumpun bambu,
telah terbang mengikuti angin melewati rumah tetangga.


Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa 12778


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan LINK aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.





Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1117-puisi-alam-3--sanjak-chen-fu-jie-xisi-sa-duci-yang-ji-gao-qi-xu-tong

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto