A+ A A-

Antara Kweepang dan Bazi

  • Written by  Ardian Zhang
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Beberapa orang suka mengaitkan urusan kweepang dengan urusan bazi [pekji]. Itu namanya pembodohan dan pemelintiran budaya. Anak yang diadopsi atau diangkat anak oleh orang lain atau keluarga lain ada beberapa tujuan, jadi tidak selalu berurusan dengan ramal-meramal. Hal ini yang musti diluruskan.

 

Artikel Terkait :

{module [201]}

 

 

 

Ada dua alasan utama dalam urusan mengangkat anak dalam Budaya Tionghua. Alasan pertama adalah demi pendidikan dan masa depan anak dan juga demi kesehatan sang anak. Alasan kedua karena alasan bazi yang bentrok unsur-unsur antara anak dengan orang tuanya.

Kondisi pertama itu biasanya anak dari keluarga yang miskin, mencari
ayah angkat dari keluarga yg berkecukupan. Atau juga berpengharapan biar anaknya pintar lantas dicari ayah angkatnya yang berpendidikan tinggi atau pernah mengalami kehilangan anaknya yang berusia pendek. Maka dicari orang lain yang dianggap berbadan sehat dan panjang umur.

Begitu juga kalu di
kweepang kepada "dewa", kurang lebih sama. Contohnya misalnya itu anak jiwanya pengecut , dikweepang sama Kwan Kong biar memiliki sifat keberanian dan sifat tanggungjawab. Jika anak sakit-sakitan maka orang tua angkatnya adalah "dewa" panjang umur atau shou xing. Kalau mau anaknya pintar lantas mencari Wenchang Dijun dan seterusnya. Memang ada yang menghitung satu anak ada masalah dimasa depannya, dicari orang tua angkatnya ,"dewa" untuk melindungi anaknya. Ada yang mengangkat Yuhuang Dadi hanya karena masalah bunyi "jiujiu" atau 99 yang artinya panjang umur.

Jadi tidak semua urusan "kweepang" mengangkat anak berbau mistik. Secara umum , upacara pengangkatan dilakukan dengan menaruh satu meja , disebutnya ganpanzi , diatasnya ada teko arak , cangkir , hiolo , lilin. Anak yang mau diangkat anak dibimbing untuk kowtow kepada orangtua angkatnya dan kasih arak serta makanan, kemudian mengucapkan kepada "ayah angkat" nya untuk minum dan makan. Orang yang mengangkat anak kemudian memberi nama kepada anak angkatnya. Orangtua anak itu memberi celana, ikat pinggang kepada orangtua angkat anaknya. Orangtua angkat itu memberi baju untuk anak angkatnya , dibajunya ditaruh satu jarum yang artinya secara tulus hati mengangkat anak , dan juga terkadang dikasih bawang yang bunyinya "chong" , senada dengan "chongming" yang artinya pintar. Berharap anak angkatnya menjadi pintar.

Jadi tujuan kweepang yang sebenarnya adalah pengharapan agar anaknya bisa menjadi orang yang baik dan sehat. Bukan urusan hoki-berhoki, kecuali diangkat anak sama konglomerat. Setelah itu masih ada lagi serangkaian kegiatan untuk anak angkat dan orangtua angkat yang intinya pengharapan agar anak itu panjang umur , sehat dan berhasil menjadi orang.

Ardian Cangianto 35622

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa 


Last modified onSaturday, 10 November 2012 05:59
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1124-antara-kweepang-dan-bazi

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto