A+ A A-

March Boedihardjo - Remaja Jenius Tionghua Indonesia Mengejar Gelar PhD di Amerika Serikat

  • Written by  Huang Dada
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | March Boedihardjo , Shen Shijun 沈诗钧 adalah anak berusia sembilan tahun [kelahiran tahun 1998]  dari Hong Kong yang meraih tempat di universitas setelah menjadi anak termuda yang meraih dua grade A pada dua bidang matematika dan B pada bidang statistik dalam "General Certificate of Education" [CGE] level A di Inggris,  yang umumnya baru diraih pada usia 17-18 tahun .

Artikel Terkait :

{module [201]}

March Boedihardjo , pindah ke Inggris dari Hong Kong setelah kakaknya yang berusia 14 tahun diterima di Universitas Oxford , mengundang perdebatan apakah anak berbakat itu harus didorong kedepan melampaui usianya. Setelah seminggu pembicaraan diantara empat perguruan tinggi , mengenai apakah ia cukup dewasa untuk mengatasi kehidupan kampus untuk anak usianya , March Boedihardjo diberi tempat di Universitas Baptis Hongkong.

Ayah March , Tony Boedihardjo adalah Tionghua Indonesia, mengenali bakat anaknya sejak awal. Anak Tony yang lain , kakak March , Horatio Boedihardjo juga memiliki kecerdasan tinggi sehingga diterima di Universitas Oxford pada usia 14 tahun. Karena Horatio , Tony memutuskan anak-anaknya untuk pindah ke Inggris. March yang waktu itu berusia tujuh tahun menolak untuk sekolah dasar dan sekolah menengah di Inggris , sehingga ayahnya memutuskan untuk menyekolahkan dia di Greene Tutorial College di Oxford.

Pada hari pertamanya di kelas March ditemani ayahnya, yang membawa tas sekolah dan jas hujan anaknya, March mengatakan bahwa kuliah pertamanya di Universitas Baptis Hongkong , "Mathematical Analysis" , terlalu mudah dan telah dipelajarinya setahun atau dua tahun sebelumnya.

Genius cilik ini memiliki jadwal yang padat. March menghadiri kelas matematika pada jam 8.30 waktu setempat disusul kelas bahasa Spanyol pada jam 11:30 dan juga jumpa pers.

Tidak seperti pada jumpa pers yang dilakukan sebelumnya pada saat March diterima sebagai mahasiswa, pada jumpa pers berikutnya , March terlihat tenang dan memainkan mikrofon , dan terlihat tidak sabar dan terus bertanya pada ayahnya yang mendampinginya kapan acara jumpa pers ini bisa berakhir dan dia bisa pulang.

Keamanan ekstra juga disediakan oleh pihak universitas untuk mencegah reporter mengendap masuk kedalam kelas. Pihak universitas merancang program undergraduate dan master selama lima tahun bagi March , tetapi mengundang kontroversi dari pakar edukasi yang mengatakan bahwa March akan mengalami hambatan dalam perkembangan pribadi dan sosial sebagai hasilnya.

March mendapat B+ dan A pada hampir semua kuliah matematika pada tahun pertamanya dan menyelesaikan program dual degree ,  Bachelor of Science dan Master of Philosophy dalam Ilmu Matematika setahun lebih awal , 2011. March Boedihardjo akan meneruskan pendidikan di Amerika Serikat untuk meraih gelar PhD Matematika.

REFERENSI :

  1. Xin Hua , "University "very easy" for Hong Kong 9-year-old boy", 2007
  2. Daily Telegraph,"Maths-boy-9-wins-university-place",
  3. China Daily , Reuters , "Math Prodigy, Says University Too Easy", 2007
  4. China Daily ,"Math Prodigy Starts University Life",2007
  5. The Standard ,"Math Genius Counts Days Before Leaving  , September , 2011

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa


Last modified onSaturday, 10 November 2012 03:54
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1128-march-boedihardjo-remaja-jenius-tionghua-indonesia-mengejar-gelar-phd-di-amerika-serikat

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto