A+ A A-

Rong Yiren 荣毅仁 : Sang Kapitalis Merah

  • Written by 
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Rong Yiren 荣毅仁 , seorang pengusaha yang dijuluki "kapitalis merah" [red capitalist] sebelum fenomena OKB dan konglomerat menjadi umum di Tiongkok seperti sekarang ini . Rong dilahirkan pada tanggal 1 Mei 1916 dan meninggal di usia 89 tahun pada tanggal 26 Oktober 2005.  Dalam satu sejarah pribadi yang penuh intrik antara survival dan pengaruh , dalam periode peralihan Tiongkok,  Rong memutuskan untuk tetap di Tiongkok disaat pengusaha kaya lainnya memilih kabur ke Hong Kong atau Taiwan.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Rong disambut baik oleh Partai Komunis dan masuk jajaran atas pos pemerintah setelah mengalihkan aset kekayaan keluarganya kepada negara . Rong mengalami persekusi semasa Revolusi Kebudayaan tetapi bangkit dimasa Reformasi Deng Xiaoping  dan menjadi figur utama pemulihan ekonomi yang terus berlanjut sampai sekarang.

Menjadi tanya besar seorang figur kapitalis seperti Rong , yang tidak pernah bergabung dalam partai , berhasil memanage dan bernegosiasi di masa turbulence politik dan membangun kembali peruntungannya, tetap menjadi misteri bagi pihak yang berada diluar jajaran petinggi. Kantor Berita Xinhua melaporkan bahwa Rong meninggal karena sakit tanpa memberikan informasi yang lebih detail.

 

Rong dilahirkan pada tahun 1916 dikota Wuxi di provinsi Jiangsu. Ayah dan pamannya membangun industri tepung dan katun di awal abad 20. Setelah lulus dari St John University di Shanghai . Rong kemudian berpikir bahwa dirinya akan berguna jika hidup dan berkerja untuk mengatasi kemiskinan di Tiongkok. Di tahun awal setelah revolusi , Rong dan koleganya yang disebut "kapitalis patriotik" merasa tenang dengan kebijakan Komunis yang membolehkan mereka untuk tetap menjalankan usaha mereka.

Ketika perusahaan swasta di nasionalisasi di tahun 1956 , Rong dilaporkan membayar 6 juta USD sebagai kompensasi dan dividen tahunan sampai meletusnya Revolusi Kebudayaan di tahun 1966.

Di tahun 1957 , Rong diangkat menjadi wakil walikota Shanghai dan dua tahun kemudian dipindahkan ke Beijing dimana dia menjadi wakil mentri untuk industri tekstil. Rong juga menjabat berbagai pos penasehat di pemerintahan. Saat meletus Revolusi Kebudayaan , Rong yang beraroma kapitalis tidak lolos dari persekusi. Menurut publikasi resmi dari media Tiongkok , dekade pergolakan sebagai "tahun kesenangan" bagi Rong , dimana dia merawat bunga dan mengambil foto. Kenyataannya , rumah Rong di Beijing di jarah , koleksi barang seninya dihancurkan dan dirampas dan menurut beberapa catatan menyebutkan bahwa Rong terpaksa berkerja sebagai pembantu.

Rong juga dihajar oleh Garda Merah , tetapi orang-orang terdekatnya berkata bahwa perlindungan dari Perdana Mentri Zhou Enlai , meloloskan dia dari kebrutalan yang siap menantinya.

Setelah kematian Mao ditahun 1976 dan berakhirnya Revolusi Kebudayaan , Deng Xiaoping merehabilitasi Rong sebagai penasehat ekonomi pemerintah yang mulai bergulir di tahun 1978. Rong mendirikan China International Trust & Investment Corp atau CITIC ditahun 1978 dan menjadi media bagi investasi asing. Anaknya , Larry Yung , menjadi pemimpin dari cabang usaha di Hongkong , Citic Pasific.

Di puncak gerakan pro-demokrasi Tiananmen 1989 , Rong mengambil satu resiko politik ketika dia dia mengeluarkan satu surat terbuka kepada petinggi partai untuk bernegosiasi dengan para mahasiswa. Setelah kemelut Tiananmen berakhir , sejumlah analis politik mengira Rong akan dihukum karena sikapnya. Dugaan ini salah karena di tahun 1993 , Rong diangkat menjadi wakil presiden [1993-1998].

Rong pensiun di tahun 1998 dan jabatan wakil presiden diteruskan oleh Hu Jintao. Pada tahun 1999 , Rong tercatat sebagai orang terkaya di Republik Rakyat Tiongkok menurut versi Forbes.

15229

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa 

Last modified onTuesday, 13 November 2012 12:53
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1177-rong-yiren-%E8%8D%A3%E6%AF%85%E4%BB%81--sang-kapitalis-merah

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto