A+ A A-

Seni Sebagai Seorang Guru

  • Written by  Xie Zheng Ming
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Guru adalah sebuah profesi yang mulia. Tanpa guru kita semua tidak akan memiliki hari ini. Sebagai seorang guru, beliau memiliki dua tugas utama yaitu: mengajar dan mendidik. Diantara dua  tugas ini, tugas mendidiklah yang paling berat. Mengajar hanyalah sebatas pada materi pelajaran, sedangkan mendidik menyangkut akhlak dan moralitas. Mengajar hasilnya bisa dirasakan dalam waktu singkat, sebaliknya hasil didikan seorang guru baru bisa dirasakan ketika siswa tersebut memasuki kehidupan dalam bermasyarakat. Untuk dapat mendidik seorang siswa dengan baik,seorang guru harus benar-benar memahami karakter setiap muridnya. Untuk memberitahukan satu hal yang sama seorang guru harus menyiapkan banyak cara.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Kisah berikut menceritakan bagaimana cara Confucius dalam mendidik setiap siswanya. Confucius memiliki banyak sekali murid,diantaranya adalah Zi Lu dan Zai Qiu.Suatu hari Zi Lu bertanya kepada sang guru: "Guru jika kita mendengar ada sebuah hal yang harus segera dikerjakan, bolehkah kita langsung mengerjakannya? Confucius menjawab: "Tidak boleh.Kita harus mendengarkan pendapat orang yang lebih tua terlebih dahulu. Jika masih memiliki orang tua, mintalah mereka untuk memberikan pendapatnya terhadap hal tersebut.Sesudahnya barulah kita boleh bertindak."

Pada kesempatan lain Zai Qiu menanyakan hal yang sama kepada sang guru. Kali ini Confucius memberikan jawaban lain: "Segera laksanakanlah."

Satu pertanyaan yang sama akan tetapi sang guru memberikan dua  jawaban yang berbeda. Hal ini sangatlah membingungkan para murid yang lain. Gong Xi Hua memberanikan diri menanyakan perihal tersebut kepada sang guru.

Confucius lantas menjawab: "Saya memberikan jawaban yang berbeda karena karakter Zi Lu tidaklah sama dengan Zai Qiu. Zi Lu orangnya sangat emosional dan gegabah karena itu perlu belajar sedikit menahan diri, sedangkan Zai Qiu orangnya lambat butuh belajar lebih cekatan."


Terimakasih guru-guru ku...Seiring dengan perkembangan jaman, saya mendoakan agar semakin banyak jumlah guru-guru handal. Guru-guru yang tidak hanya mumpuni dalam mengajar,akan tetapi juga benar-benar mendedikasikan diri untuk mendidik para siswa. Semoga saya bisa mendapatkan seseorang yang dapat menjadi pendidik handal bagi generasi marga Xie berikutnya sebagai pendamping hidup.

Xie Zheng Ming

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onSaturday, 04 August 2012 08:47
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1251-seni-sebagai-seorang-guru

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto