A+ A A-

Empat Nasehat Liao Fan [37] - Rendah Hati Dan Memperbaiki Diri

  • Written by  Hengki Suryadi
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Saya selalu pergi bersama teman bila menghadiri ujian negara dan setiap kali bertemu pelajar yang sangat miskin. Saya memperhatikan bahwa sebelum mereka berhasil lulus ujian dan hidup makmur,muka mereka menunjukkan kerendah-hatiannya, tenang, damai dan harmonis, sehingga saya merasa menguasai kwalitas tersebut.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Beberapa tahun yang lalu, saya mengikuti ujian negara di Beijing. Di antara peserta dari kampung saya, Sdr. Ching Yu Ding adalah yang paling muda dan rendah hati. Saya berkata kepada teman saya jin Po Fay bahwa anak muda ini pasti lulus dalam ujian tahun ini. Jin Po Fay bertanya : "Bagaimana Anda tahu?".

Saya berkata : "Orang yang rendah hati pasti memperoleh keberuntungan. Temanku, cobalah lihat diantara kita 10 orang ini, adakah seorangpun sejujur, murah hati, tidak berebut untuk didahulukan, sellau bersikap hormat, sabar, rendah hati, walaupun difitnah tidak mau membela diri, dimarahi tidak membalas seperti Ching Yu? Seseorang bila telah menguasai
kwalitas ini, pasti mendapat perlindungan Langit, Bumi, Dewa/Dewi, dan Malaikat, tidaka da alasan dia tidak memperoleh kemakmuran".

Betul, ketika pengumuman hasil ujian, Ching Yu Ding lulus.

Setahun di Beijing, saya tinggal bersama seorang teman yang telah bergaul sejak kecil. Kai Chi Fung, saya selalu memperhatikannya dan mendapati bahwa dia selalu berlaku rendah hati, baik dan menyesuaikan diri. Dia tidak pernah
menunjukkan sedikit juga kesombongan, sama sekali berbeda dengan sifat-sifat buruknya semasa kecil. Kai Zhi mempunyai seorang teman, bernama Ji Yen Li yang benar-benar adalah seorang teman sejati, bila dia melihat Kai Chi berbuat kesalahan selalu langsung memarahi dan menasehatinya, tetapi Kai Chi selalu menerima dengan baik tanpa membalas karena menyadari bahwa dia benar telah berbuat salah.

Lihat Kai Chi, orang memarahinya dapat diterima dengan sabar, bila dia tidak salah, tetap tidak membalas dan mendendam yang memarahinya. Sebenarnya, orang yang memarahi kita adalah orang yang benar-benar menyayangi kita, karena untuk kebaikan kita. Bila anak kita berbuat kesalahan, kita memarahinya, anak tetangga berbuat kesalahan, mengapa kita tidak juga
memarahinya? Walaupun mungkin tidak diterima, akan tetapi ini adalah berdasarkan kasih sayang, demi kebaikan anak tersebut yang akan berpengaruh di masyarakat, negara kelak.

Saya berkata kepada Kai Chi : "Persis seperti gejala seseorang akan menerima bencana, kita juga telah dapat melihat gejala bahwa seorang akan menerima keberuntungan sebagai akibat pelatihan diri. Langit akan mendengarkan suara
hati orang yang rendah hati. Anda, teman saya, pasti lulus dalam ujian kerajaan tahun ini". Belakangan, terbukti Kai Chi lulus ujian tersebut.

Ada seorang pemuda dari Propinsi Santong bernama Yu Fong Zhou sebelum berumur dua puluh tahun telah lulus ujian kerajaan level pertama. Sayang sekali, telah berusaha sedapat mungkin, tetapi tetap tidak berhasil lulus ujian level berikutnya. Ketika ayahnya dimutasikan jabatan di kantor pemerintah di daerah lain, Yu Fong turut serta dan berkenalan dengan seorang
terpelajar besar yang ternama bernama Ming Wu Chian.

Yu Fong membawa karya tulisnya kepada Ming Wu untuk minta petunjuk, dia tidak menyangka bahwa Tuan Chian langsung mengambil kuas kaligrafi mencoreti hampir seluruh tulisannya. Yu Fong tidak marah malah dengan tulus dan ramah menerima koreksi tulisannya dari Tuan Chian dan mengubahnya sesuai dengan yang disarankan oleh Tuan Chian.

Seorang anak muda dapat dengan rendah hati dan berkeinginan untuk memperbaiki diri adalah sangat jarang ditemui. Tahun berikutnya, Yu Fong lulus ujian kerajaan.

Hengki Suryadi

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa 4470


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan LINK aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1274-empat-nasehat-liao-fan-37-rendah-hati-dan-memperbaiki-diri

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto