A+ A A-

Menelusuri Asal Usul Marga Dari Bongpai Dan Panggilan Kekerabatan

  • Written by  King Hian
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Salah seorang member forum mengajukan pertanyaan dan permohonan bantuan mengenai asal usul marganya , marga Tjiong. Sebelumnya dia tanya kesana kemari dan mendengar pendapat bahwa marganya itu mungkin sama dengan marga Chiang (Chiang Kai Sek) . Sebenarnya bagaimana ? (Lihat Lampiran)

Artikel Terkait :

{module [201]}

Mengenai Marga Tjiong yang biasa ditulis Tjiong di Indonesia yang pertama adalah Ciong 將 [Hakka, Mandarin : Jiang , Hokkian : Cnio atau Cniu]. Kedua, Ciong 鍾 [Hokkian , Mandarin Zhong , Hakka : Cung] dan yang ketiga adalah Ciong, Ciang , Cniu , Cnio  章 [Hokkian , Mandarin : Zhang , Hakka : Cong].

Untuk menentukan marga/sne , kita harus mengetahui terlebih dahulu termasuk suku apa. Ada dua orang bermarga TJiong tetapi sne mereka berbeda , yang satu bisa jadi orang yang berasal dari Tangerang suku Hakka [Mandarin : Jiang 將, sama dengan Chiang Kai Shek , sedangkan yang satu lagi orang yang berasal dari Ambon dari suku Hokkian [Mandarin: Zhong 鍾).

Cara menentukan kita termasuk suku apa bisa dilihat dari bongpai [nisan] di kuburan leluhur. Di bongpai biasanya dituliskan kabupaten asal almarhum, misalnya :

  1. Guangdong Meixian (orang Hakka, asal kabupaten Meixian/Moiyan Propinsi Guangdong)
  2. Fujian Yongchun (orang Hokkian, asal kabupaten Yongchun/Yingchun Propinsi Fujian)
  3. Fujian Yongding (orang Hakka, asal kabupaten Yongding/Yunting Propinsi Fujian)
  4. Guangdong Shantou (orang Tiociu, asal kabupaten Shantou/Snuathao Propinsi Guangdong)

Sedangkan cara menentukan kita termasuk suku mana bisa dilihat dari panggilan kekerabatan atau sebutan kekerabatan. Misalkan hokkian dan hakka, sebutan kakek dalam Hokkian adalah Akong atau Ankong , sedangkan dalam bahasa Hakka adalah Ngkong , Kungkung atau Akung.

Nenek dalam bahasa Hokkian adalah Ama atau Ema , sedangkan dalam bahasa Hakka adalah Phopho atau Apho. Paman dalam bahasa Hokkian adalah Acek atau Ncek , sedangkan dalam bahasa Hakka adalah Asuk atau Susuk. Bibi dalam bahasa Hokkian adalah Acim atau nCim , sedangkan dalam bahasa Hakka adalah Sukme atau Asim.

Untuk lebih lengkapnya mengenai panggilan kekerabatan dalam bahasa Hokkian dan Hakka bisa melihat tulisan ini :

  1. http://web.budaya-tionghoa.net/budaya-tionghoa/marga-tionghoa-chinese-surname/294-panggilan-kekerabatan-dalam-tradisi-tionghoa (Hokkian)
  2. http://web.budaya-tionghoa.net/budaya-tionghoa/dialek-tionghoa-chinese-dialects/1327-panggilan-kekerabatan-dalam-tradisi-tionghoa-hakka (Hakka)

King Hian

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

Lampiran :

Saya mohon bantuannya, untuk mencari asal usul marga saya, Marga saya "Tjiong" , tapi selama ini saya banyak tanya pada teman2..dll.. banyak yang tidak mengetahui tentang marga "Tjiong" , ada yang bilang kalo marga tersebut "mungkin" sama dengan marga "Chiang" seperti Chiang kai sek , punya marga, apa iya ? Saya sendiri saja tidak tahu.. tapi ayah ku itu ber marga "Tjiong". Mohon bantuan kepada rekan-rekan yang ada di BT , kalo ada yang mengetahui tentang asal usul marga saya ..,Thanks a lot. (Ting Teng)

 

Last modified onWednesday, 21 November 2012 07:05
Rate this item
(2 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1287-menelusuri-asal-usul-marga-dari-bongpai-dan-panggilan-kekerabatan

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto