A+ A A-

Pertanyaan Mengenai Soja

  • Written by  King Hian
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Pertanyaan mengenai soja:[1] Kapan kita sebaiknya perlu membungkukan setengah badan pada saat bersoja? [2] Apakah benar apabila kita soja dihadapan orang mati, sebagai tanda penghormatan kita kepalan tangannya terbalik dimana tangan kiri yg mengepal tangan kanan? [3] Apakah pada saat pai-tee terhadap orang tua, kita wajib soja sambil berlutut? [Mang Ucup]

Budaya-Tionghoa.Net | Jawaban untuk pertanyaan pertama. Membungkukkan badan [Kok Kiong], adalah cara untuk menghormat yang sederhana tapi khidmat, yaitu dengan membongkokkan badan (belok di pinggang, bukan di leher) sebesar 45 derajat. Ketentuannya: [a]Satu kali kokkiong untuk menghormat kepada yang sederajat atau kepada mempelai. [b]Tigakali kokkiong untuk menyampaikan hormat di hadapan altar dan lain2 yang dihormati. Kita melakukan kokkiong setelah kita selesai bersoja dengan/tanpa memegang hnio. Misalnya setelah melakukan penghormatan soja terhadap jenasah, kemudian kita melakukan kokkiong.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Jawaban untuk pertanyaan kedua. Saya belum pernah mendengar kita membalikkan tangan waktu menghormat jenasah.


Jawaban untuk pertanyaan ketiga. Berlutut (Kui): adalah cara memberi hormat dengan menyatakan kerendahan hati dan lebih khidmat dibandingkan soja atau kokkiong (membungkukkan badan). Cara melakukan Kui: [a] Berdiri tegak, melakukan Tingle (lihat postingan tentang cara soja), kaki kiri maju  selangkah, kaki kanan ditekuk sampai lutut menyentuh lantai, telapak tangan diletakkan di atas lutut kiri. [b]Tangan kembali bersoja di depan ulu hati, kaki kiri ditarik ke belakang, sejajar dengan kaki kanan, paha dan punggung tegak lurus. Sikap ini disebut Kui Ping Sin. [c]Kembali melakukan Tingle, kemudian tangan diturunkan melantai, badan membungkuk, kepala ditundukkan sampai menyentuk lantai. Sikap ini disebut Khao Siu. [d] Cara kembali berdiri, sama seperti di atas, dengan urutan terbalik.Setiap melakukan Kui/Khaosiu harus diselingi dengan Tingle

Cara Kui dan Khao:
[a]. Yid Kui Yid Khao: sekali berlutut, sekali menunduk: Untuk memberi hormat, menyampaikan selamat tahun baru, ulang tahun kepada orang tua yang duduk sendiri. Atau memberi hormat kepada orang tua yang duduk sendiri sewaktu menikah. Biasanya orang tua meminta untuk berhenti setelah dua kali, tetapi jika tidak diminta berhenti harus diulang sampai 4 kali (Su Kui Su Khao). [b] Yid Kui Ji Khao: sekali berlutut, 2 kali menunduk. Untuk memberi hormat kepada orang tua yang duduk berdua, diulang 4 kali sampai Su Kui Pad Khao. [c] Yid Kui Sam Khao: sekali berlutut, 3 kali menunduk. Untuk bersujud kepada Sinbing, diulang 3 kali sampai Sam Kui Kiu Khao. [d] Yid Kui Su Khao: sekali berlutut, 4 kali menunduk.Untuk bersembahyang kepada leluhur atau orang tua sendiri. Diulang 2 kali sampai Ji Kui Pad Khao.

Salam,

King Hian

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing List Budaya Tionghua 10628


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan link aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1290-pertanyaan-mengenai-soja

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto