Logo
Print this page

Kisah Empat Naga : Asal Usul Sungai-Sungai Di Tiongkok

Photo Credit : emblibrary.com

Budaya-Tionghoa.Net| Dijaman dulu, tidak ada sungai dan danau di bumi, hanya ada laut dibagian timur. Disana tinggal empat ekor naga: Naga Panjang, Naga Kuning, Naga Nitam, dan Naga Mutiara. Suatu hari, keempat naga terbang dari laut ke langit, mereka membumbung dan menyelam, bermain sembunyi-sembunyian di awan.

“Hai... Lihat Disana!” Naga Mutiara tiba-tiba berteriak.
“Ada apa?” tanya yang lain, sambil melihat kebawah kearah yang ditunjuk Naga Mutiara.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Di bumi mereka melihat banyak orang mempersembahkan buah dan kue, dan membakar kayu. "Mereka Berdoa!" Seorang wanita tua berambut putih, sambil berlutut di tanah dengan anak yang kurus di punggungnya, mengucapkan doa

 “Kirimkan kami hujan, oh dewa-dewi di surga, untuk memberikan anak-anak kami makan.”

Sudah sangat lama tidak turun hujan. Sawah-sawah mengering, rumput-rumput menjadi coklat kering dan tanah meretak dibawah panas matahari.

”Kasihan sekali mereka!” kata Naga Kuning. “Mereka akan mati jika tidak segera turun hujan.”

Naga Panjang mengangguk. Kemudian ia mengajak teman-temannya, “Mari pergi dan meminta Kaisar Permata untuk menurunkan hujan”

Setelah berkata demikian, ia terbang masuk ke awan, yang lainnya mengikutinya terbang menuju Istana Langit. Sebagai pemimpin bumi dan langit Kaisar Permata, sangatlah kuat. Ia tidak senang melihat naga- naga itu menyeruduk masuk ke istananya. “Kenapa kalian kemari, dan tidak tinggal di laut dan berlaku sopan?”

Naga panjang maju kedepan dan berkata, “Tumbuh-tumbuhan di bumi meranggas dan mati, yang mulia. Saya memohon padamu untuk menurunkan hujan segera!”

“Baiklah. Kalian boleh pergi, Saya akan menurunkan hujan besok.” Kaisar Permata pura-pura setuju sambil mendengarkan nyanyian bidadari.

“Terima kasih, yang mulia!” Keempat naga pergi dengan gembira.

Tetapi sepuluh hari berlalu dan tidak setetespun hujan turun. Rakyat makin menderita, ada yang makan kulit kayu, ada yang makan akar rumput, ada beberapa yang makan tanah lempung setelah mereka kehabisan kulit kayu dan akar rumput. Melihat semua ini, keempat naga merasa kasihan, mereka tau Kaisar Permata hanya perduli kesenangan, dan tidak pernah memperhatikan manusia. Mereka hanya dapat berusaha sendiri untuk mengurangi penderitaan rakyat. Tetapi bagaimana caranya?

Melihat laut yang luas, Naga Panjang berkata “Hai.. Aku dapat ide.”
“Apa itu, ayo cepat katakan” Kata yang lainnya.
“Lihat, bukankah ada banyak air di laut dimana kita tinggal? Kita dapat mengeduknya dan menyemburkannya ke langit. Air akan turun seperti hujan. rakyat dan sawah mereka akan selamat!”

“Ide cemerlang!” Tiga naga lainnya bertepuk tangan.
“Tapi,” Kata naga panjang setelah sedikit berpikir, “Kaisar Permata akan marah jika ia melihat hal ini.”
“Saya akan melakukan apa saja untuk menolong rakyat.” Kata naga kuning segera.
“Ayo kita mulai, Kita tidak akan menyesalkan perbutan kita.” Naga hitam dan Naga Mutiara berkata penuh semangat.

Mereka menyelam kelaut, mengeduk air ke mulut merek, terbang ke angkasa, dan menyemburkan air ke bumi. Keempat naga terbang dan menyelam mengeduk dan menyemburkan air terus-menerus, membuat langit gelap. Setalah beberapa lama, air laut menjadi hujan yang turun ke bumi.

“Hujan! Hujan!”
“Sawah-sawah akan selamat!”

Rakyat berteriak dan melompat-lompat gembira. Di bumi batang padi kembali tumbuh dan kuncupnya meninggi. Batang gandum meninggi.

Dewa laut melaporkan kejadian ini ke Kaisar Permata.

“Berani-beraninya keempat naga itu membuat hujan tanpa ijinku!” Kaisar Permata berang, dan memerintahkan jendral-jendral langit dan tentaranya menangkap keempat naga. Dengan jumlah yang kalah jauh, keempat naga tidak dapat bertahan, dan mereka segera ditangkap, dan dibawa kembali ke pengadilan langit.

“Pergi dan timpa mereka dengan dengan gunung, sehingga mereka tidak dapat lolos!” Perintah Kaisar Permata terhadap dewa gunung.

Dewa gunung menggunakan tenaga magisnya untuk membuat empat gunung terbang, berputar dilangit, mengejar dan menimpa keempat naga itu.

Walaupun dipenjara, keempat naga tidak menyesali perbuatan mereka. Untuk membantu rakyat selamanya, mereka berubah menjadi emapt sungai, yang mengalir dari atas gunung, ke bukit, melewati tanah dari barat ke timur dan akhirnya menuju laut. Terbentuklah empat sungai besar Cina – Sungai Heilongjian (Naga Hitam) di Utara Cina, sungai Huanghe (Sungai kuning) di  tengah Cina. Sungai Changjian (Yangtze, atau sungai panjang) dibagian selatan, dan sungai Zhujiang (Permata) jauh di bagian selatan.

------------------------
Inilah dia cerita negeri Tiongkok, cerita indah negeri leluhur kita Marilah kita membacanya, menyanyikannya dan kembali menceritakannya Catatlah, Simpanlah, untuk anak cucu kita. Legenda naga, sejarah tionghua, adat-istiadat dan kebudayaannya Indah,  bermoral tinggi, ayo berbangga dengannya.

Jamal Senjaya 7198

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa


Last modified onWednesday, 05 December 2012 07:37
Rate this item
(0 votes)
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1336-kisah-empat-naga--asal-usul-sungai-sungai-di-tiongkok?tmpl=component&print=1
Budaya Tionghoa Copyright © 2003 - 2013 .