A+ A A-

Kisah Hu Jiu Shao : Belajar Untuk Senantiasa Bersyukur

  • Written by  Xie Zheng Ming
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

VIA : Facebook Group Budaya Tionghoa

Budaya-Tionghoa.Net | Pada jaman dinasti Ming hiduplah seorang yang bernama Hu Jiu Shao. Ia hidup dalam kemiskinan.Untuk menghidupi orang sekeluarga Hu Jiu Shao harus bekerja keras,membagi waktu untuk mengajar dan bercocok tanam. Setiap malam ia membakar dupa dan bersujud mengucap syukur kepada Tuhan atas karunia-Nya selama sehari.

Artikel Terkait:

{module [201]}

Suatu ketika istrinya menertawakan Hu Jiu Shao. Si istri berkata:kita setiap hari hanya makan bubur dengan lauk sayur,mana bisa dikatakan memperoleh karuniaNya?

Hu Jiu Shao menjawab: pertama-tama saya bersyukur karena hidup pada masa yang damai dan makmur, tidak ada peperangan. Saya merasa beruntung karena seluruh anggota keluarga tidak kekurangan makanan,yang disandang pun juga tersedia. Selanjutnya saya berterimakasih karena semuanya diberi kesehatan yang prima,tak ada satu pun dari kita yang sedang mengalami masalah hukum. Bukankah ini semua telah membuat kita bahagia? Kebahagiaan adalah karuniaNya yang diberikan kepada kita.


Kepuasan adalah sesuatu yang tidak bisa diukur,antara individu yang satu berbeda dengan individu yang lain. Seiring dengan berjalannya waktu dan perubahan keadaan standar kepuasan seseorang juga bisa berubah. Manusia sering kali tidak bisa merasa puas diri.Belum memiliki alat transportasi sendiri begitu mendambakan mempunyai sepeda motor. Sudah dapat sepeda motor ingin punya mobil pribadi. Orang lain yang penghidupannya lebih baik dari kita juga banyak,mereka yang hidupnya jauh lebih menderita daripada kita juga tidak sedikit.

Manusia jika bisa bersyukur baru bisa merasa puas diri. Pepatah mandarin zi zu chang zu digunakan untuk mengungkapkan merasa puas diri dengan keadaan yang ada sekarang. Marilah kita bersama-sama belajar untuk senantiasa bersyukur seperti Hu Jiu Shao. Dengan selalu bersyukur kita akan bisa merasakan kedamaian hidup,tiada lagi kerisauan.

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Budaya Tionghoa


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan LINK aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.



Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1339-kisah-hu-jiu-shao--belajar-untuk-senantiasa-bersyukur

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto