A+ A A-

In Memoriam Liem Kok Bie [3] : Ingin dijadikan Buaya Kecil ?Tapi Jadi Kontraktor

  • Written by  Go Sien Ay
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Ketika Liem Kok Bie sejak tahun 1964 menjadi ketua Pengurus Dewan Daerah Permusyawaratan Pemuda Indonesia (PPI) Jawa Tengah, Warto sebagai Sekretarisnya dan Lie Khing Hian sebagai bendaharanya telah mencapai kemajuan pesat. Liem menggantikan kedudukan The Boen Han.

Cabang-cabang yang dibentuk antara lain : Majenang, Sidareja, Cilacap, Gombong, Karanganyar, Banyumas, Purwokerto, Slawi, Parakan, Temanggung, Muntilan, Wonogiri, Sragen, Solo, Ambarawa, Limpung, Pati, Kudus, Klaten, Purwodadi.

Artikel Terkait:

{module [201]}

Dibidang olahraga, basketball, dan bulutangkis sangat maju. Hampir disetiap cabang mempunyai grup tari kreasi diberbagai kota juga mempunyai barisan drumband sedang cabang Semarang mempunyai grup wayang orang.


PPI didirikan pada tahun 1956. Ketika itu sedang berlangsung Kongres Badan Permusyawaratan Kewarganegaraan Indonesia (Baperki) di Bandung. Ada keinginan untuk dibentuknya organisasi Pemuda Baperki. Untuk itu disampaikanlah praeadvies dari Mr. Yap Thiam Hien, Drs. Go Gien Tjwan dan Dr.  Mr. Tan Kian Lok. Intinya mereka ingin adanya organisasi pemuda yang indenpenden, namun adanya jalinan kerjasama dengan Baperki untuk ikut memperjuangkan nation building sesuai UUD 1945 dan Pancasila.

Para pemuda yang ikut dalam kongres tsb, baik selaku utusan maupun peninjau dan simpatisan kemudian menyelenggarakan pertemuan tersendiri disebuah rumah makan di Bandung untuk membicarakan pendirian organisasi pemuda itu. Pada prinsipnya pertemuan itu menyetujui berdirinya  suatu organisasi pemuda independen dan banyak nama diusulkan untuk organisasi pemuda itu. Akhirnya atas usul Go Sien Ay organisasi pemuda itu bernama Permusyawaratan Pemuda Indonesia disingkat PPI yang diterima dengan aklamasi. Susunan pengurus pusat PPI pertama ialah: Ketua umum :  Kwa Sien Biauw. Wk Ketua umum: Kwa Khay Twan. Sekretaris Jenderal : Kwik Kian Gie. Bendahara : Tan Kwat Tiam. Ketua PPI Jawa Tengah : Go Sien Ay

Berdirinya PPI ini dilaporkan kepada Kongres Baperki yang mendapat sambutan meriah. Untuk merumuskan kerjasama yang baik antara Baperki dan PPI, Konperensi Pleno Pusat Baperki di Malang tahun 1957 di Hotel Plaza Malang telah minta Pengurus PPI Pusat untuk mengirimkan 4 utusannya ke konperensi tsb. Adapun utusan tersebut ialah Kwa Sien Biauw, Kwa Khay Twan, Kwik Kian Gie dan Go Sien Ay.

Karena Siauw Giok Tjhan kalau memimpin sidang selalu disiplin, tak pernah terlambat- bagi yang terlambat langsung disemprot, maka mengingat kamar mandinya terbatas, penulis dan Kwik sepakat untuk mandi bersama agar tepat waktu menghadiri sidang.

Selama 4 tahun berturut penulis memimpin PPI Jateng dengan Siauw Ing Tan sebagai sekretaris merangkap bendaharanya dan berhasil membentuk cabang-cabang, Salatiga, Semarang, Yogyakarta, Magelang, Pekalongan, Tegal, Jepara dan Ungaran. Selanjutnya Yap Sioe Hwat menjadi ketua PPI Jateng, lalu digantikan The Boen Han.

Adhi Hernowo (Liem Kok Bie) adalah anak ke 5 dari 8 anak pasangan alm. Liem Ing Sien dan Oey King Nio, terdiri atas 6 laki-laki dan 2 perempuan.

Liem Kok Bie lahir pada tanggal 19 Desember 1939 di Semarang. Ayahnya bekerja sebagai sekretaris di sebuah kantor sedang ibunya menjahit.

Sejak duduk di SD Kok Bie sudah mempunyai tekad untuk ikut meringankan beban orangtuanya, dengan berjualan ban mobil bekas dan accu bekas serta menjadi loper Koran Sin Min. Sedikitpun tak ada rasa malu atau rendah diri pada Kok Bie karena semuanya adalah pekerjaan halal. Keuletan dan kesungguhan kerja inilah yang menempa dirinya untuk struggle for life, dan memperoleh banyak kenalan, yang memovitivir dirinya untuk terus bersekolah dan bekerja

Disekolah menengah Liem sebentar di C.E.S. kemudian pindah ke sekolah In Hwa di Jl. Gajahmada yang kemudian bernama sekolah ?Semarang?

Ia pernah menjadi Ketua Ikatan Pelajar Sekolah ?Semarang?(IPPS) dan pernah pula menjadi Penasehat Persatuan Ex Siswa Sekolah Semarang (PESISS).

Setelah lulus SMA  Sekolah, Semarang Liem melanjutkan studinya di IKIP Negeri Fakultas Physika dan Matematika.
Sesuai panggilan jiwanya untuk ikut mencerdaskan bangsa Liem menjadi guru physika dan matematika di Sekolah Lung Hua Plampitan, disamping itu juga memberi les mata pelajaran tersebut diatas.


oleh : Go Sien Ay

Majalah SINERGI No-Oktober-Nopember

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing List Budaya Tionghoa 45269

Catatan Admin : Tulisan ini terdiri dari empat bagian , telusuri artikel terkait untuk menelusuri keseluruhan artikel.


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan LINK aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1341-in-memoriam-liem-kok-bie-3--ingin-dijadikan-buaya-kecil-?tapi-jadi-kontraktor

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto