A+ A A-

Diskusi : Problema Kalender

  • Written by  King Hian
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Tanya : Lalu apa yang terjadi waktu Han Wudi dan perbaikan2 lainnya? Itu adalah koreksi dan peningkatan presisi, termasuk merubah soal kapan tahun baru dimulai (beberapa dinasty merubah2 letak tahun baru, tetapi itu bukan soal essensial dalam calendar). Koreksi essensial misalnya, tentang panjang tahun solar, yang diperbaiki dari sekitar 365.5 menjadi 365.25. Kemudian koreksi terus dilakukan sampai tingkat presisi yang lebih baik.  Kemudian soal panjang chang (metonic cycle), yaitu setiap berapa lama siklus rotasi bulan dan matahari kembali sinkron.

Artikel Terkait :

{module [201]}

KH: Kalender yang diberlakukan jaman Han Wudi adalah kalender Taichuli. Pada dinasti Qin dan awal dinasti Han yang dipakai adalah kalender Zhuanxuli. Pada kalender Zhuanxuli dan kalender-kalender sebelumnya (Huangdili, Xiali, Yinli, Zhouli, Luli) panjang tahun matahari adalah 365.25 hari. Pada kalender Taichu panjang tahun matahari diubah menjadi 365.2502 hari.


Koreksi penting pada kalender Taichuli adalah penentuan bulan kabisat (bulan tambahan/bulan ketiga belas) adalah bulan yang tidak mempunyai zhongqi (wuzhongqi). Pada kalender2 sebelumnya bulan kabisat ditempatkan di akhir tahun. Zhongqi adalah 24 jieqi yang bernomor genap, jadi total ada 12 zhongqi. Ketentuan bulan kabisat = bulan wuzhongqi ini masih berlaku hingga sekarang. Selain itu pada kalender Taichuli, awal tahun baru digeser menjadi awal bulan yang terdekat dengan lichun (awal musim semi, sekitar tanggal 4 Februari pada kalender Gregorian).

Tanya: Penanggalan tionghoa terus diperbaiki, dengan ditemukannya ketidak konsistenan gerakan bulan, lalu gerakan matahari etc.  Perbaikan besar terjadi pada Dinasty Qing oleh seorang Jesuit, Adam Schall.


KH: Perubahan besar yang dilakukan Adam Schall adalah menerapkan teori dingqi pada kalender Shixianli. Pada kalender sebelumnya digunakan teori Pingqi. Teori Pingqi menganggap jarak antara 24 jieqi adalah sama, sedangkan teori Dingqi membagi ekliptika (bidang revolusi bumi mengelilingi matahari) menjadi 24 bagian yang sama. Karena adanya perbedaan kecepatan revolusi bumi (ingat hukum Kepler II) maka jarak antara 24 jieqi menjadi tidak sama. Teori dingqi ini sebenarnya sudah disebutkan oleh Liu Zhuo (544-610) seorang astronom dinasti Sui (589-618) yang diterapkan pada kalender Huangjili. Tetapi kalender Huangjili ini tidak digunakan karena tidak diterima oleh penguasa yang lebih suka memilih teori Pingqi.

Berbeda dengan Adam Schall, ia berhasil menarik hati kaisar Shun Zhi (kaisar pertama dinasti Qing) sehingga teorinya bisa diterima dan kalendernya bisa digunakan. Ditambah dengan kenyataan bahwa pada waktu itu kaisar Shun Zhi (sama seperti Schall) adalah 'orang asing' di Tiongkok, sehingga Shun Zhi lebih terbuka terhadap perubahan kalender yang diusulkan oleh Schall. Pada kalendernya Adam Schall sempat membuat kekeliruan yaitu pada bulan 11 tahun 1661 terdapat 3 jieqi. Ia juga keliru memilih hari baik untuk pemakaman putra kesayangan kaisar Shun Zhi, hal ini dianggap berpengaruh buruk terhadap peruntungan kerajaan.

Tanya : Schall salah prediksi datangnya titik jieqi terakhir beberapa menit (kesalahan itu baru diketahui sesudah lama peristiwa itu berlalu). Tetapi, dia disalahkan bukan karena soal tingkat presisi hitungannya, tetapi dari segi prinsip metoda pingqi.

Dalam segi ini, dia sebenarnya tidak membuat kekeliruan dengan menyatakan kemungkinan satu bulan ada 3 titik permulaan jieqi, karena  memang bisa saja dalam satu bulan ada 3 jieqi menurut metoda dingqi  (true solar movement). Dalam metoda pingqi (mean solar movement), itu tdak mungkin terjadi. Jadi Schall dianggap keliru menurut metoda lama..



KH: Dalam metoda Dingqi memang mungkin adanya bulan yang mempunyai 3 jieqi. Kekeliruan Schall adalah salah memprediksi terjadinya jieqi ketiga, karena jieqi yang ketiga sebenarnya terjadi 39 menit setelah tengah malam, berarti jatuh pada bulan berikutnya (bulan 12).

Tanya : Misalnya satu tahun itu 365.25 hari (for sake of discussion, kita abaikan precision kecil), maka panjang satu jieqi itu, menurut metoda pingqi: 15.22 hari. Dengan demikian panjang 2 jieqi itu adalah: 30.44 hari.  Nah, karena panjang bulan lunar dalam chinese calendar itu 29 dan 30 hari, kita lihat, tidak mungkin 30.44 hari itu bisa fit dalam satu bulan. Karena itu, menurut metoda pingqi, tidak mungkin bisa ada 3 titik jieqi dalam satu bulan. Inilah yang menjadi alasan yang dipropose oleh Wu Mingxuan sebagai kekeliruan Schall.

KH: Yang 'menyerang' Schall tentang adanya 3 jieqi dalam satu bulan dalam kalendernya adalah Yang Guangxian. Mereka berdua (Yang Guangxian dan Wu Mingxuan) sebelumnya dikalahkan oleh Schall dalam perhitungan kalender, astronomi dan matematika.


Tanya : Yang, seorang intelektual yang baik, tetapi  tidak mengerti soal astronomy. Otak dibelakangnya dalah Wu Mingxuan. Tetapi Yang seorang pejabat dan lebih dihormati, dia jadi juru bicara.


KH : Yang Guangxian yang mengeluarkan pernyataan: "Lebih baik mempunyai kalender yang salah daripada mempunyai orang2 asing (Jesuit) di Tiongkok" . Berikutnya, Yang Guangxian juga masih mengikuti  'pertarungan' dengan orang2 Jesuit (al: Ferdinand Verbiest) dalam menentukan waktu terjadinya gerhana, Yang Guangxian meramalkan gerhana terjadi pada jam 2.15. Wu Mingxuan meramalkan jam 2.30, sedangkan orang2 Jesuit meramalkan jam 3.00. Ternyata gerhana terjadi tepat pada jam 3.00.

King Hian

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

Photo Credit :
Gambar 1 : Adam Schall , hua.umf.maine.edu
Gambar 2 : Ferdinand Verbiest dalam penampilan Tionghoa  . www.art.com


Last modified onThursday, 06 December 2012 09:39
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1366-diskusi--problema-kalender

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto