A+ A A-

3 syair Li Bai

  • Written by  Zhou Fuyuan
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini tiga puisi Li Bai yang dialih bahasakan oleh Zhou Fuyuan masing-masing berjudul "Turun ke Jiangling" , "Minumlah Segera"  dan "Sendiri Minum di Bulan Purnama" .

Admin

.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

TURUN KE JIANGLING
Li Bai ( 701-762 ; Tang )

Pagi hari di antara marak awan berpamit pada Baidi,
menuju Jiangling ribuan kilo kutempuh dalam sehari.

Suara suara kera di kedua tepi tiada henti mengiringi,
perahuku ringan melayang ribuan gunung terlampaui.


MINUMLAH SEGERA
Li Bai ( 701-762 ; Tang )

Tidakkah kau melihat,
air di Sungai Kuning datang dari langit atas,
lari mengalir sampai lautan tak kembali lagi?

Tidakkah kau melihat,
cermin di balai tinggi meratapi uban rambut,
pagi seperti hijau serat petang menjadi salju?

Hidup selagi di atas tuntaskan bahagia sepuasnya,
jangan biarkan cawan kosong menatap rembulan!

Langit melahirkanku pasti ada gunanya,
seribu emas habis tersebar raihlah kembali.

Domba direbus Sapi dipotong untuk gembira,
sekali minum tiga ratus cawan harus disanggupi!

Tuan Cen, saudara Danqiu,
minumlah segera, jangan kau berhenti!

Untukmu kulantunkan sebuah nyanyian,
untukku pasanglah telingamu mendengarkan!

Tambur lonceng hidangan lezat tiada berharga,
semoga bermabok panjang tak bangun lagi.

Sejak dulu insan bijak selalu menanggung sepi,
tinggal pemaboklah yang meninggalkan nama!

Kala itu di Wisma Damai raja Chen berpesta,
seliter arak sepuluh ribu lepas bercanda riang.

Mana boleh tuan rumah bilang uang kurang?
jangan ragu pergi membeli menyuguhi anda!

Kuda panca warna, busana sejuta perak,
panggillah anak pesuruh keluar menukarkan arak!

Bersama kalian leburkanlah duka sepanjang masa!



SENDIRI MINUM DI BAWAH PURNAMA
Li Bai ( 701-762 ; Tang )

Menenteng sepoci anggur di antara bunga,
sendirian mereguk tak ada yang berkawan.

Bersulanglah mengundang bulan purnama,
menghadap bayang bayang jadilah bertiga.


Rembulan tak memahami nikmatnya arak,

bayangan hanya mengekor tubuhku gerak.

Sementara biar bulan bayangan menemani,
berpesta riang haruslah selagi musim semi.

Rembulan melaun sewaktu aku bernyanyi,
bayangan begitu kacau ketika aku menari.

Di saat sadar berkumpul saling menghibur,
sehabis mabok berpencar lantas mengabur.

Jadilah sahabat seperjalanan tanpa ikatan,
janji bertemu di tempat nun jauh di awan.  



alih bahasa : Zhou Fy


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/137-3-syair-li-bai

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto