A+ A A-

Pepatah : Baja Yang Baik Tidak Akan Dibuat Paku, Anak Yang Baik Tidak Akan Menjadi Tentara

  • Written by  Xuan Tong
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Ada pepatah yang mengatakan bahwa baja yang baik tidak akan dibuat paku, anak yang baik tidak akan menjadi tentara. pepatah itu timbul pada masa pemerintahan nationalist
atau Guo Min Dang. Jadi mungkin tidak ada dalam cerita silat.

Pada masa tersebut tentara Guo Min Dang tidak ada bedanya dengan bandit belum lagi rakyat Tiongkok yang melihat perilaku dari tentara- tentara asing yang menganeksasi negerinya. Dan dalam perjalanan dinasti di Tiongkok memang peperangan sudah merupakan hal yang dapat dianggap timbul tenggelam terus menerus , tentunya membuat banyak rakyat enggan menjadi tentara. Karena perang yang berkobar tentunya rakyat yang menderita.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Ada orang yang beranggapan bahwa itu berasal dari sistem Confuciusm yang mana para pelajarnya menganggap rendah tentara , tentunya hal ini adalah salah kaprah sama salah kaprahnya dengan pendapat bahwa Confuciusm yang melarang wanita janda untuk menikah kembali.

Tentara dalam sistem pemerintahan dinasti memang ada 3 macam yaitu tentara profesional dan wamil selain itu disebut tentara keluarga. Tapi banyak tentara-tentara keluarga seperti tentara Yue Fei yang
terkenal itu berasal dari hasil rekrut Yue Fei sendiri. Dan Yue Fei dapat dikatakan tidak melalui jalur profesional tapi berkat rekomendasi gurunya.

Jadi jalur perekrutan tentara keluarga (baca:marga) agak unik yaitu melalui rekomendasi atau melihat siapa pemimpinnya. ini berkaitan dengan moral pemimpin. Karena itu tentara keluarga atau rekrut melalui kharisma sang jendral lebih terkenal. Misalnya Yang Jia Jun , Yue Jia Jun dan lain-lain. Juga dalam banyak kasus pemberontakan yang melibatkan massa banyak juga karena melihat kharisma atau moral pemimpin.

Seingat saya pada masa dinasti Ming dapat dikatakan profesionalisme tentara ditingkatkan dan ada yang sistem turun temurun menjadi tentara (seperti wangsa samurai) rekrutment menjadi tentara profesional dan wajib militer. Dimasa tersebut desertir tentara profesinal akan dijadikan buronan negara. Sayangnya pejabat pengawas militer mayoritas adalah para kasim.

Masalah militer Indonesia , kita tidak perlu memungkiri banyak perampok yang berkedok laskar rakyat dan menjarah dimana-mana pada masa perang kemerdekaan. Mungkin karena struktur militer belum
tertata rapih pada saat itu. Tapi seiring dengan waktu , banyak orang-orang Tionghoa yang bergabung dalam militer terutama yang saya tahu adalah marinir. Mungkin yang banyak masuk adalah melalui AMN.

Trend ini menurun tentunya anda tahu secara pasti bahwa pada masa setelah ORLA terjadi pergesekan dari AD terhadap angkatan-angkatan lainnya. Dan diskriminasi rasial yang terjadi membuat banyak orang- orang Tionghoa menjadi mundur secara teratur dalam dunia militer. Kontribusi suatu etnis akan menjadi kelihatan pada saat SARA bisa dikatakan berkurang secara drastis. Keburukan suatu etnis akan menjadi menonjol pada saat SARA memuncak.

hormat saya ,
Xuan Tong

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan LINK aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1412-pepatah--baja-yang-baik-tidak-akan-dibuat-paku-anak-yang-baik-tidak-akan-menjadi-tentara

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto