A+ A A-

Menikmati Permulaan Musim Semi

  • Written by  Dr. Han Hwie Song
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Ini hari senen tanggal 12 april 2004, hari paskah kedua, hawa udara nyaman dan matahari menyinari kota Breda dengan terangnya. Dilangit sedikit awanpun tidak ada. Temperatur diluar meningkat sampai 22 derajad celsius. Dapat dikatakan hawa udara yang terang dan nyaman sesudah lebih dari satu minngu banyak hujan dan berawan. Burung burung beterbangan atau turun kebawah mencari makan.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Aku melihat satu fazant (ayam alas) jago yang sangat bagus dengan berbagai warna-warni dikebunku dibelakang rumah dengan sibuknya mencucuk sini mencucuk sana untuk mencari “buah-buahan” yang jatuh pada musim rontok untuk dimakan. Ini adalah pernama kali aku melihat fazant pada tahun ini di kebun kami.

Dilangit ada beberapa balon mengangkut orang-orang yang bertamasyah menikmati kota Breda dari atas. Aku bermain-main dengan cucuku dikebun dan berbicara dengan tetanggaku yang sedang menanam bunga-bunga dikebunnya. Di empang ikan dikebunku, tampak ikan-ikan emas berenang-renang, mungkin mereka juga menikmati hawa udara yang nyaman.

Cucuku Lishen dan Liling memberi makan pada ikan ikan tersebut dan dengan lahapnya mereka berebut memakan makanan ikan yang dilemparkan oleh cucuku. Li May yang baru berumur satu setengah tahun digendonganku bergerak-gerak dan ketawa karena gembira apa yang dilihatnya.

Aku sudah lama dirumah tidak jalan-jalan karena hawa udara yang jelek, maka sekarang dimana hawa udara yang nyaman sesudah makan siang jam 12.00, hawa yang hangat ini menarik aku untuk bersepedaan. Aku mengeluarkan sepedaku dari garasi lalu aku sendirian naik sepeda dengan tenang-tenang sekuat tenagaku. Aku melalui perkebunan penjualan pohon semacam cemara yang di Holland dinamakan corniferen. Lalu melalui perkebunan buah-buahan appel dan peer, perkebunan ini penuh dengan bunga-bunga sedang memuncaknya berwarna merah dan putih sangat cantik untuk dilihatnya. Aku turun sebentar dan menikmati kecantikannya. Disebelahnya aku melihat dua kuda sedang asyik memakan rumput yang masih mudah. Aku lalu meneruskan perjalananku melalui hutan-hutan yang pohon-pohonnya mulai bermunculan daun-daun yang mudah.

Dipinggirnya ada sungai yang kecil dengan airnya yang jerni mengalir dengan suranya yang halus hampir tidak kedengaran. Di Holland yang dikatakan hutan (bossen) adalah tanah yang luas penuh dengan pohon-pohon yang besar dan diantara pohon-pohon ini ada jalanan untuk orang berjalan-jalan atau naik sepeda diwaktu musim semi, musim panas dan musim gugur. Disitu ada bangku-bangku untuk duduk. Dijalan ini banyak restoran-restoran atau cafetaria untuk turist-turist yang capai atau ingin minum kopi atau makan pannekoek (pancake) dengan keluarganya. Diluar terdapat papan tulis dimana ditulis makanan apa yang dijual bagai turist dan harganya. Jalanan ini banyak orang dari berbagai umur, naik sepeda atau berjalan-jalan dengan keluarganya atau lagi berpacaran. Aku terus naik sepeda melalui sebuah kebun binatang kecil, di luar kebun binatang tempat parkir penuh dengan mobil. Dari luar aku lihat bayak pengunjungnya, ibu dan ayah dengan anak-anaknya atau oma dan opanya dengan cucu-cucunya. Dijalan ada wanita muda naik kuda yang tinggi dan bagus, tetapi ada pula yang naik poni (kuda kecil), tidak jauh dari jalanan ini ada beberapa manege (kandang kuda yang disewahkan). Hari yang baik ini orang Belanda keluar secara masal untuk menikmati hawa udara yang nyaman ini.

Sore hari aku dengan istriku membawah cucuku dan Mida, au pair dari Solo diajak juga, karena istriku disampingnya mau mengajak cucunya juga mau mengajak si Mida berjalan-jalan sambil makan diluar. Kami pergi ke Oosterhout kira kira 15 kilometer dari Breda, kami kasih tahu kepada Mida bahwa camping camping yang kita lalui penuh dengan mobil. Dari mobil kelhatan banyak karavan, dimana para turis dari luar kota bermalam disana. Di karavan terdapat segala keperluan sehari-hari, ranjang, dapur, toilet, kursi untuk dduk, pokonya mini rumah. Mereka bermalam disitu dimulai dari jumahat sampai senen malam, karena mereka libur pada hari hari paskah empat hari. Karena hawa udara yang bagus maka banyak orang Jerman, Inggeris, Perancis d.l.l bertamasyah ke Nederland untuk pergi ke pasisir Scheveningen, camping, Keukenhof melihat bunga bunga, Efteling yang katanya tidak kalah atraksinya dengan World Disney, Maduradam (Mini Nederland) atau tempat tempat berlibur (pretpark), ke pasisir lainnya di Nederland. Menurut statistik yang pergi ke Nederland ini tahun diperkirakan 870.000 pengunjung dari luar negeri.

Sesudah makan kami pulang, karena sudah jam 18.45, dan cucu cucuku besok masuksekolah. Diluar kesadaran kami berasa senang mengikuti kebiasaan di Belanda berjalan jalan diwaktu hawa udara yang terang dimusim semi.

Dr. Han Hwie Song
Breda, 12-4-2004 (Nederland)

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua 1939


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan link aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1420-menikmati-permulaan-musim-semi

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto