A+ A A-

Yan Ying [Yan Zi] - Pengabdian , Kesederhaan Dan Kesetiaan

  • Written by  Dr Han Hwie-Song
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Pada periode Chun –Chiu (musim semi-gugur) tahun 722-481 Sebelum Masehi (juga pada periode Peperangan antar negara 475-221 sebelum Masehi) kekuasaan kaisar  sangat lemah. Beberapa  daerah-daerah dibawah pimpinan pangeran, duke dan bangsawan lainnya masing-masing mendirikan kerajaan sendiri-sendiri.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [259]}

Di kerajaan Chi yang dikuasahi oleh duke Jing, ada seorang yang bijaksana dan patriotis, bernama Yan Zi dan bekerja sebagai Perdana Menteri. Yan Zi adalah seorang intelectual yang mempunyai ilmu pengetahuan yang luas dan lagi seorang yang pandai bicara. Beliau begitu pandai bicara, sehingga duke Jing tidak marah, tetapi berasa apa yang dikatakan itu mengenai tujuannya.Yan Zi sering menganjuri duke Jing untuk lebih memperhatikan rakyatnya, penderitaannya, kepentingannya dan kesejahteraannya.


Pada satu hari, pada  musim dingin (winter), beberapa hari bersambung hujan salju yang besar, Yan Zi mengikuti duke Jing berjalan-jalan diistana dan mereka berhenti didepan jendela. Duke Jing yang berpakean panas dibuat dari kulit berbuluh hewan rubah, melihat luar dan  mengatakan:” mengherankan, diluar hujan salju yang besar, tetapi aku sama sekali tidak berasa dingin.” Yan Zi yang berdiri dipinggirnya dengar perkataan duke Jing, lalu berkata:”aku dengar raja yang bijaksana jaman dahulu, sendirinya makan kenyang, tetapi masih ingat rakyatnya apakah mereka tidak kelaparan? Sendiri berpakean panas tetapi masih menanyakan apakah rakyatnya tidak kedinginan? Sendiri senang dan aman, masih menyakan apakah rakyat kehidupannya susah ? Apakah Anda pernah dengar perkataan ini?” Duke Jing mendengar perkataan Yan Zi berasa menyesal dengan apa yang tadi beliau katakan. Beliau lantas minta bawahannya untuk memberikan rakyat yang miskin makanan dan pakean yang hangat untuk meringankan penderitaan rakyat yang miskin.

Yan Zi meskipun mempunyai kedudukan yang tinggi namun penghidupan beliau sangat sederhana, beliau naik kereta yang sudah tua dan duke Jing melihat  penghidupan Yan Zi yang sederhana, bertanya padanya:” tuan Yan Zi aku mohon tanya pada tuan,  apakah gaji Anda terlalu sedikit? Kereta yang Anda pakai itu  kan sudah tua, mengapa Anda tidak ganti yang baru? Yan Zi menjawab:”paduka raja memberi aku gaji sudah cukup untuk penghidupan aku dan keluargaku. Bagi saya asalkan setiap hari bisa makan kenyang, pada musim dingin bisa pakean panas dan ada kereta yang kupakai, saya  sudah  merasa puas.”

Pada satu hari Duke Jing memberi hadiah pada perdana menterinya yang setia satu kereta yang baru dan ditarik oleh empat kuda, tetapi pemberian itu dengan halus ditolak oleh Yan Zi. Maka Duke Jing berkata pada beliau:” kalau tuan menolak pemberianku ini, maka aku berasa tidak naik kereta.” Yan Zi menjawab:” paduka raja memberi tugas padaku untuk mengurus negara dan saya hidup dengan saderhana dalam makan, pakaian dan kereta, dengan norma norma ini aku memberi contoh yang baik pada rakyat Chi.

Kalau seorang pemimpin (ruler) mengutamakan, rakus akan material dan kesenangan, maka rakyat tidak akan terima kebiasaan yang baik dan jujur. Mereka akan mengerjakan pekerjaan yang tidak jujur dan bagaimana aku dapat melarang perbuatan mereka itu?” Mendengar jawaban Yan Zi  raja lebih menghormat dan sayang pada pembantunya yang setia ini.

Han Hwie Song M.D. Ph.D
Breda, 21-04-2004 (Negeri Belanda)

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua 2128

 


Last modified onTuesday, 01 January 2013 13:20
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1429-yan-ying-yan-zi-pengabdian--kesederhaan-dan-kesetiaan

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto