A+ A A-

Sajak Hari Raya Cengbeng

  • Written by  Aris Tanone
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |Membaca sajak Zhou-xiong, hati saya tergerak juga. Sajak tentang Cengbeng atau Qing Ming ini adalah salah satu dari dua sajak yang sampai sekarang masih membekas, walau pertama kali mendengarnya sekitar empat puluh tahun lalu. Setiap sampai baris kedua sajak ini, saya seakan bisa merasakan suasana di kelas dulu ketika guru saya bicara tentang orang-orang yang lalu lalang di jalan seakan terbungkus aura penuh duka di hari raya Cengbeng, sedangkan langit tiada mau kompromi dan hujan terus mengguyur.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 

Makanya walaupun ada resiko bisa dibilang sudah gambar ular masih menambahkan kaki, saya memberanikan diri mengirimkan versi saya, di mana saya berusaha mengganti arti kata bahasa aslinya demi terpelihara jumlah kata dan rimanya. Kadang saya suka bertanya, entah zaman itu bagaimana pronounciationnya. Soalnya saya perhatikan, rima akhirnya adalah fen1, hun2, you3, cun1. Apakah yang diperhatikan hanyalah hun dan cun, jadi sajak itu hanya terdiri dari dua baris saja? Mungkin ada yang bisa kasih pencerahan.

Berikut ini hasil utak-atik saya:


Hari raya Cengbeng.

Di hari raya Cengbeng hujan mengguyur deras
Pejalan yang hilir mudik seakan kehilangan sukma
Di mana gerangan letak kedai minuman keras?
Penggembala cilik menunjuk jauh kearah dusun Xinghua.


Saya sendiri agak ragu, dalam mengganti kata 'numpang tanya' dengan 'di mana gerangan'  sekedar untuk menyesuaikan rima awal. Sedianya saya ingin mengganti kata Xinghua Cun atau dusun bunga aprikot menjadi dusun saja yang mestinya tidak terlalu mengganggu karena menurut kamus Lin Yutang, nama ini sering dipakai untuk melukiskan pemandangan musim semi di dusun. Tapi saya lihat lagi, Xinghua Cun ini ternyata begitu menarik perhatian masyarakat, sampai sudah lama ada yang ingin mencari tahu di mana persis letaknya. Dari 20 - 80 tempat dengan nama ini, akhirnya direduksi sampai ke 4 tempat. Dari situ masih ada yang bisa dipotong karena di sana saat Cengbeng kadang malah turun salju. Mungkin pak Sobron Aidit yang pernah tinggal di Jiangxi bisa ceritera sedikit tentang Xinghua Cun di Anhui dan beberapa tempat di Jiangnan.

Sekali lagi, ini bukan koreksi atas terjemahan Zhou-xiong, tetapi ini interpretasi saya dari sisi lain. Segala koreksi dan saran akan saya terima dengan senang hati, karena seperti saya katakan dalam email perkenalan, saya pakai media ini untuk memperdalam kemampuan bahasa Tionghoa saya.

Salam,

Aris.

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa 2453

Last modified onTuesday, 01 January 2013 13:07
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1434-sajak-hari-raya-cengbeng

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto