A+ A A-

Kisah : Ketika Seorang Kakek Kehilangan Kudanya Di Perbatasan

  • Written by  Xie Zheng Ming
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |Sai weng shi ma,yan zhi fei fu 塞翁失马,焉知非福. Dalam kehidupan sehari-hari setiap orang akan menjumpai beragam keadaan.Kadang mengalami keuntungan,ada kalanya mendapat kerugian.Kemampuan manusia dalam menghadapi kenyataan hidup sangatlah terbatas.Begitu kita mengalami kerugian otomatis langsung berkeluh-kesah,saat mendapat keuntungan lengah.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Pada jaman zhan guo hiduplah seorang kakek tua yang tinggal di daerah perbatasan dengan xiong nu(nama suku bangsa jaman tiongkok kuno).Orang-orang menjulukinya sebagai kakek tua penjaga benteng perbatasan(sai weng).Sehari-harinya sang kakek tua sibuk memelihara sekawanan kuda.

Suatu hari kuda milik sang kakek tua berkurang seekor,para tetangga menghiburnya agar tidak terlalu merasa risau.Sang kakek tua dengan tersenyum berkata:kehilangan seekor kuda bukanlah kerugian yang besar,siapa tahu sebentar lagi saya akan mendapatkan keuntungan.

Tak seorang pun dari tetangga sekitar yang memahami maksud ucapan sang kakek tua tersebut.Selang beberapa waktu kuda yang hilang kembali ke kandang dengan membawa seekor kuda lain.Kuda tersebut sangat bagus,para tetangga kembali datang untuk mengucapkan selamat atas nasib baik yang dialami oleh sang kakek tua.Akan tetapi sang kakek tua sedikitpun tidak menunjukkan rona wajah gembira,justru merasa cemas.

Sang kakek tua berkata:kuda bagus yang sia-sia,mendapatkannya belum tentu berarti mendapatkan keuntungan,bisa saja justru merepotkan.Lagi-lagi para tetangga merasa aneh dengan komentar dari sang kakek tua.Beberapa hari kemudian si putra sang kakek tua mencoba menunggangi kuda baru mereka. Mencoba menunggang Cuma sejenak,si putra sang kakek tua terjatuh&mengalami patah kaki.Para tetangga lantas menghibur sang kakek tua:sudahlah,patah kaki masih lebih baik daripada kehilangan nyawa anak.

Setahun kemudian xiong nu menyerbu masuk ke daerah tempat tinggal sang kakek tua.Semua pemuda setempat diwajibkan masuk militer untuk mempertahankan kedaulatan negara.Banyak sekali diantara mereka yang gugur di medan perang.Si putra sang kakek karena mengalami patah tulang terbebaskan dari kewajiban masuk militer,nyawanya kembali terselamatkan.


Pepatah mandarin sai weng shi ma,yan zhi fei fu(塞翁失马,焉知非福-ketika seorang kakek kehilangan kudanya di perbatasan,bagaimana bisa tahu ini bukan suatu keuntungan) digunakan untuk mengungkapkan suatu kerugian bisa berubah menjadi keuntungan.

Xie Zheng Ming

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Budaya Tionghoa


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan LINK aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1458-kisah--ketika-seorang-kakek-kehilangan-kudanya-di-perbatasan

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto