A+ A A-

Sutradara Tiongkok Generasi Kelima

  • Written by 
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Sutradara generasi kelima [5th generation] adalah sebuah grup sutradara dari periode tahun 80-an sampai awal 90-an. Secara umum terdidik setelah Revolusi Kebudayaan. Yang termasuk dalam generasi kelima ini adalah Chen Kaige, Huang Jianxin , Tian Zhuangzhuang , Wu Ziniu , Zhang Yimou , He Ping , He Qun , Hu Mei , Huang Jianxin , Ning Ying , Peng Xiaolian , Wang Xiaoyen , Xia Gang , Zhang Jianya.

 

Artikel Terkait:

{module [201]}

Menurut George Semsel , para sutradara generasi kelima merupakan suatu periode perfilman Tiongkok dari film bisu , film yang mulai bersuara [1920-1930an] , film dari periode 1949 sampai Revolusi Kebudayaan dan sampai ke generasi kelima yang dibentuk oleh lulusan Beijing Film Academy di tahun 1980an. Cara lain untuk mendefinisikan perbedaan generasi adalah tujuan dari para sutradara.

Generasi pertama digambarkan sebagai era 4 Mei , dimana kaum intelektual peduli terhadap reformasi sosial dan kultural selama era Republik. Generasi kedua adalah film yang dikategorikan sebagai Sosialis-Realisme yang terinspirasi oleh Uni Soviet dengan ciri perayaan pahlawan dari negara sosialis dengan mempersalahkan kehidupan pra-revolusi. Generasi keempat dan ketiga secara umum berfokus pada melodrama dan memproduksi film secara konsisten dengan memperkuat ideologi negara.

Dan setelah itu adalah generasi kelima yang melanjutkan tradisi "4 Mei" , tradisi komentar dan kritik sosial meskipun dari sudut pandang historis yang berbeda. Film-film yang di produksi generasi kelima ini meraih pengakuan internasional dan memiliki ciri realisme disertai kritik sosial yang kuat , citra visual yang spektakuler dan nilai produksi yang tinggi. Film generasi kelima juga merefleksikan sejarah Tiongkok dan kritik kultural. Yang unik lagi , film-film ini juga didanai oleh negara dan melalui sensor.

Dengan memberikan setting masa lampau dan menambahkan dialog yang secara eksplisit memberi dukungan kepada Partai Komunis Tiongkok , film-film itu menghindarkan diri dari kontroversi politik. Dalam film Chen Kaige , "Yellow Earth [Huang Tudi] , Chen menghadirkan dialog dan narasi yang saling bertentangan, dimana salah satu unsur memuji partai dan unsur lain menggambarkan kegagalan partai.

Dalam "The Blue Kite" [Lan Fengzheng] yang dicekal di Tiongkok , Tian Zhuangzhuang menceritakan satu kehidupan dari perspektif seorang anak yang keluarganya terpecah karena kampanye politik. Langkah berani dilakukan oleh Huang Jianxin, sebagai satu-satunya sutradara yang menaruh setting kontemporer dan masa depan , satir terhadap birokrasi , alienasi dan keputus-asa-an di Tiongkok pada masa 1980-an. Film-film berani seperti ini memiliki keterbatasan dalam hal distribusi terutama pasca Tiananmen.

Terlepas dari keberanian-keberanian diatas , secara umum , film-film generasi kelima adalah film-film yang mendapat pengakuan internasional seperti film-film garapan Chen Kaige dan Zhang Yimou , didukung juga oleh kemunculan Gong Li .    Film garapan Chen Kaige , "Yellow Earth" , Huang Tudi [1984] sukses dalam Hongkong Internasional Film Festival menandai bangkitnya para sutradara "Generasi Kelima". Selain Chen Kaige ,  Zhang Yimou , sutradara muda yang terlibat dalam "Yellow Earth" sebagai sinematografer yang menempatkagongn Gong Li dalam proyek debutnya , "Red Sorghum" [1987] yang segera mendapat kesuksesan dan apresiasi internasional seperti penghargaan Golden Bear dalam Festival Film Berlin.

Duet profesional antara Gong Li dan Zhang Yimou turut membentuk perfilman Tiongkok untuk satu dekade berikutnya dan juga turut berkontribusi pada meluasnya penerimaan film Tiongkok di dunia Barat. Gong Li kemudian membintangi Codename Gougar 代号美洲豹 [1989] dan The Terracota Warrior 秦俑 [1989] dan kembali mencapai sukses internasional dalam film Ju Dou 菊豆 [1990] dan masterpiece Zhang Yimou berikutnya , "Raise The Red Lantern" 大红灯笼高高挂[1992].  Ditahun yang sama Gong Li bermain dalam "The Story of Qiu Ju" 秋菊打官司 yang tidak terlupakan bagi penonton dengan unsur komedi , Gong Li dalam film ini berperan sebagai istri yang pantang menyerah untuk mencari keadilan walaupun dalam keadaan hamil. Karena peran ini , Gong Li mendapat penghargaan dalam Festival Film Internasional di Venezia sebagai aktris terbaik.

Huang Zhiwang

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

 


Last modified onMonday, 28 January 2013 12:31
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1499-sutradara-tiongkok-generasi-kelima

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto