A+ A A-

Qing Ming Jie (Hokkian Jing Bing)

  • Written by  Dr Han Hwie-Song
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Qing Ming, berarti terang dan cerah, dan Qing Ming Jie dapat disalin menjadi "Pesta Hari Yang Terang Dan Cerah. Hari Qing Ming biasanya jatuh antara tanggal 4-6 april. Temperatur mulai naik  dan kemudian akan turun banyak hujan. Di Tiongkok umumnya orang menanam pohon pada waktu ini, karena kemungkinan hidup akan sukses. Di Indonesia umumnya diambil tanggal 5 april.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Biasanya di Tiongkok pada hari ini merupahkan hari yang bagus untuk berjalan-jalan keluar kota, jalan jalan kedesa-desa melihat pemandangan alam pada permulaan musim semi. Penghidupan dialam mulai ramai dan petani mulai mengerjakan tanahnya, agar  dapat panen pada waktu musim gugur nanti. Orang mulai hidup di luar dan banyak yang main layang layang.

Menganalisa dari nama yang diberikan pada festival ini maka Qing Ming bukan saja satu “kesedihan” untuk berkunjung ke kuburan dari leluhurnya, tetapi juga mempunyai arti yang lain yaitu pesta kegembiraan untuk berjalan-jalan menikmati alam yang indah pada musim semi. Qing Ming juga mempunyai arti yang penting bagi penanggalan agraria, dimana dianjurkan agar petani mulai mengerjakan tanahnya untuk cocok tanam.

Karena orang Tionghoa menghormat pada leluhurnya, orang tuanya, maka hari yang baik ini digunakan untuk pergi ke kuburan, membersihkan kuburan dari tanaman-rumput liar dan kotoran-kotoran dan bila perlu di betulkan agar kuburan leluhurnya tetap bagus dan rapih; mereka menyekar bunga, biasanya di Indonesia bunga mawar, sedap malam etc.. Mereka membakar uang kertas dan dengan membakar yoshua lalu menghormat pada roh dari leluhur mereka yang telah meninggalkan dunia ini.

Biasanya banyak orang berdatangan ke kuburan untuk sembahyang sambil membawa makanan untuk diberikan pada roh leluhur  mereka, berupa buah-buahan, masakan kesukaan mereka.

Dan sesudah itu mereka membeber tikar atau duduk di bangku yang dibuat dipinggir kuburan pada keluarga kaya, untuk makan dengan saudara-saudaraya yang juga datang menghormat pada roh leluhur yang sama.

Di Indonesia waktu mudaku pada hari itu jalanan sangat ramai dengan orang yang berpakean bagus rapih dengan keluarganya  mengunjungi ke-, dan pulang dari tempat penguburan leluhurnya. Mereka mengambil istirahat sehari untuk menikmati pertemuan reuni antar keluarga di tempat kuburan leluhurnya, seolah-olah roh-roh mereka juga akan ikut senang melihat kebahagian dan keakoran turunannya.

Berbedah dengan pergi ke kuburan banyak orang yang juga bertamasya ke tempat tempat yang indah pemandangannya. Ini saya baca dan melihat keramaian pemandangan yang sangat indah pada lukisan-lukisan yang dapat dilihat di tulisan “Upper River during Qing Ming.”

Di jembatan yang dibangun beratus-ratus tahun yang lampau sampai sekarangpun masih modern kelihatannya sangat ramai dengan para turist untuk menikmati “spring outings”  Lukisan itu menunjukkan keramaian pada Qing Ming festival di atas Jembatan yang aku sebut diatas.

Jembatan itu berada di Kai Feng, provinsi Henan, menunjukkan keramaian disekitar sungai Bian, dikota Bian Liang, waktu jaman dinasti Song Utara. Ada tiga lukisan lainnya yang sangat indah semuanya menunjukkan keramaian di kota metropolitan kuno, kebun yang indah dari istana Raja, serta keramaian di desa sekitarnya dan pasar-pasarnya yang penuh sesak dengan para pelancong pada musim Qing Ming.

Dr. Han Hwie-Song

Breda 27 maret 2005 (The Netherlands)

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1546-qing-ming-jie-hokkian-jing-bing

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto