A+ A A-

Kong Fu Zi [3] - Sarjana Yang Berprinsip Dan Memegang Teguh Etika

  • Written by  Dr Han Hwie-Song
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Lain dengan kebiasaan orang Tionghoa yang biasa kita lihat terutama di Indonesia, Beliau tidak makan kalau Beliau datang menghormati jenazah keluarga atau teman. Mungkin Beliau berpendapat bahwa kesempatan ini ialah bukan kesempatan untuk makan dan minum, tetapi kesempatan memberi penghormatan yang terakhir, satu suasana kesedihan. Bahkan beliau tidak menyanyi atau main musik pada hari itu. Umumnya pada orang Tionghoa menghormat jenazah dilakukan setiap malam selama lima hari sampai seminggu untuk dikunjungi teman-teman atau keluarga untuk memberi penghormatan yang terakhir dan pada kesempatan tsb. biasanya disediakan makanan kecil dan minum, bahkan pada akhir malam kadang-kadang masih disediakan bakmi dan nasi goreng.

Artikel Terkait:

{module [201]}

Pada masa mudanya Kong Fu Zi, Pangeran Ding dari Lu tidak mempunyai kekuasaan, kekuatan militer dipegang oleh tiga keluarga Ji, Shu dan Meng, yang masing-masing mempunyai daerah. Ji Sun adalah yang paling dekat dengan Pangeran Ding, tetapi kekuasaan sesungguhnya ada di Yang Huo, kepala pengurusan rumah keluarga Ji. Yang Huo lalu mengambil kekuasahan melalui revolusi dan lalu menteror Pangeran Ding agar menurut dan melakukan kemauan Yang Huo. Yang besifat yang pada jaman sekarang disebut seorang diktator. Yang Huo sesudah berkuasa mengumpulkan orang-orang pandai, tetapi Kong Fu Zi melalui cara-cara yang halus menolaknya. Kong Fu Zi tidak mau bekerja pada seorang pemimpin yang melanggar totokromo. Beliau lebih baik mencurahkan pikirannya mempelajari buku-buku Shu (sejarah), Shi (syair), Li (totokromo, rites) dan Yue (musik).

Yang Huo kemudian akan menghancurkan kekuasaan tiga keluarga, tetapi karena tiga keluarga ini bersatu melawannya maka Yanghuo dikalahkan dan melarikan diri. Baru ini waktulah Kong Fuzi mau bekerja pada Pangeran Ding, mula-mula sebagai gubernur. Karena pekerjaannya yang sangat sukses kemudian Beliau diangkat sebagai menteri kehakiman lalu juga menjadi acting perdana menteri. Tanah yang dahulu dirampas oleh negara Qi direbut kembali, dan pada tahun kedua belas pemerintahan pangeran Ding kekuasahan militer di kembalikan pada Pangeran Ding. Negara tentram kembali dan rakyat dari segala tingkatan manusia bersinar dan gembira atas jasa Kong Fu Zi yang besar terhadap negara Lu ini. Negara tetangga Qi takut kalau negara Lu tetap dipimpin oleh Kong Fu Zi, dan tentunya Qi-lah yang pertama diserang oleh Kong Fu Zi untuk dipersatukan, maka mereka mengirim wanita-wanita cantik untuk Pangeran Ding. Pangeran Ding dan Ji Sun sekarang tidak lagi mengerjakan apa yang harus dikerjakan untuk negara, mereka hanya berfoya-foya dengan wanita-wanita cantik dari Qi itu, bahkan berturut-turut beberapa hari tidak datang ke ruangan pertemuan untuk mengurus negara.

Maka Kong Fu Zi lalu meninggalkan pekerjaannya dan keliling ke banyak negara yang bijaksana untuk mencari fungsi untuk mempraktekkan teori kenegaraan Beliau. Masih banyak contoh-contohnya , tetapi baiklah saya ceritakan satu contoh lagi dimana Kong Fu Zi memang seorang yang memegang prinsip dengan teguh, waktu mereka sampai di kota Diqiu dari kerajaan Wei. Kong Fu Zi dan murid-muridnya sangat capai dan dianjurkan oleh Zi Lu, muridnya agar bermalam di Diqiu, mereka diterima dengan hormat oleh seorang menteri negara yang jujur Yan Zhuozou, yang Kong Fu Zi kenal namanya yang terhormat di negara Wei, dan kebetulan juga ipar dari Zi Lu. Hari kedua mereka diundang makan besar untuk menghormati Beliau. Kemudian mereka diharapkan agar istirahat selama tiga hari untuk menghilangkan capai dari perjalanan yang jauh.

Pagi hari sesudah makan pagi, datang seorang menteri kepercayaan raja bernama Mi Zixia, juga ipar dari Zi Lu. Waktu Zi Lu mengenalkan Mi Zixia pada gurunya, Mi Zixia langsung ‘kui’ (menyembah) untuk menghormatinya, Kong Fu Zi buru-buru membantu Mi Zixia untuk berdiri. Yang terakhir ini berkata: ”Guru Kong adalah guru dari iparku maka kuanggap Anda juga sebagai guruku. Disamping itu Anda adalah seorang sarjana yang dihormati sangat tinggi di semua negara, Anda dapat juga penghormatan dari Raja kami Ling. Karena itu saya seharusnya menghormati Anda seratus kali lebih besar”. Lalu dia membesar-besarkan dirinya dan jasanya pada Raja Ling dan hubungan yang baik antara dia dengan Raja Ling. Dia tahu bahwa Kong Fu Zi senang dengan musik mengatakan bahwa dialah yang membawa pemain-pemain musik terkenal dari luar negeri. Mendengar bualan Mi Zixia apalagi pengetahuan Kong Fu Zi tentang status dan kekayaan Mi Zixia yang didapat dari relasi yang tidak legal, katakan sekarang KKN, melalui gundik-gundiknya raja Ling. Maka Beliau menolak undangan Mi Zixia untuk pindah kerumahnya dengan halus. Guru Kong tahu bahwa penolakan ini Beliau tidak akan mendapatkan penerimaan dengan hormat dari Raja Ling. Lalu Kong Fu Zi menceritakan pada Zi Lu semua yang Beliau mengetahui tentang Mi Zixia. Kong Fu Zi lalu berkata Yan Zhuozou adalah orang yang bijaksana dan terhotmat di negara Wei, maka biarlah kita menginap di rumahnya Yan Zhuozou, meskipun kurang mewah. Mendengar ini Zi Lu dan murid-muridnya lebih menghormat gurunya yang tidak mau melanggar standar moral.


Budaya-Tionghoa.Net |Mailing List Budaya Tionghua  | ICCSG 2006

Catatan Admin : Tulisan Dr Han Hwie Song terdiri dari enam bagian , telusuri artikel terkait untuk melihat keseluruhan bagian.

Referensi :

  1. Yang Shu-An : Kong Zi Zhongguo Wenxue  Publishing house, Beijing
  2. The Complete Analects of confucius Volume 1 (Chinese and English) An Asiapac Publication, Singapore
Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1553-kong-fu-zi-3-sarjana-yang-berprinsip-dan-memegang-teguh-etika

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto