A+ A A-

Kisah Hung Xiang & Han Wen Di - Belajar Untuk Lebih Memperhatikan Kesehatan Orang Tua

  • Written by  Xie Zheng Ming
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Secara geografis Indonesia dan Tiongkok tidaklah sama. Di Tiongkok setahun mengalami empat kali pergantian musim, di Indonesia hanya dikenal dua musim. Seiring dengan bertambahnya usia pola istirahat seseorang akan mengalami perubahan. Sebagian besar orang tua waktu untuk tidur malam relatif lebih singkat daripada kita yang muda-muda. Orang tua pada umumnya membutuhkan suasana dan kondisi yang lebih nyaman untuk dapat beristirahat malam dengan tenang. Semoga kisah berikut bisa memberikan inspirasi kepada kita semua agar lebih memperhatikan pola istirahat orang tua.

Artikel Terkait :

{module [201]}


Pada jaman dinasti Han timur hiduplah seorang anak yang bernama Huang Xiang. Ketika Huang Xiang berusia sembilan tahun, ibunya meninggal dunia. Semenjak itu Huang Xiang dengan sekuat tenaga dan sepenuh hati melayani sang ayah. Saat musim panas udara begitu menyengat, Huang Xiang merasa kuatir sang ayah tidak dapat beristirahat dengan nyenyak. Karena itu setiap hari Huang Xiang menggunakan kipas untuk mengipasi tempat tidur sang ayah. Setelah dianggap cukup sejuk barulah Huang Xiang mempersilahkan sang ayah masuk beristirahat.

Sebaliknya ketika musim dingin udara begitu menusuk tulang,Huang Xiang juga risau sang ayah tidak bisa tertidur karena kedinginan.Huang Xiang setiap malam menggunakan tubuhnya untukmenghangatkan tempat tidur sang ayah.Setelah dirasa cukup hangat barulah Huang Xiang mengundang sang ayah untuk beristirahat.

Saat ini di daerah Malang Raya mulai merasakan datangnya musim penghujan. Mari kita lakukan hal-hal kecil berikut ini: setiap malam memeriksa apakah curtain jendela sudah tertutup dengan rapat? Memeriksa apakah kondisi selimut yang digunakan orang tua masih layak untuk dipakai?

Kisah Han Wen Di


Pada jaman dahulu kala ilmu pengobatan tidaklah semaju seperti jaman sekarang. Dulu yang namanya obat pasti berupa ramuan tumbuh tumbuhan, harus direbus, diminum dalam keadaan hangat,rasanya pahit. Sekarang obat ada beraneka macam wujudnya,antara lain: kapsul,tablet,puyer,sirup.

Kini ada pula obat yang memiliki rasa manis.Kisah berikut menceritakan seorang raja dalam merawat sang ibu selama sakit.

Pada jaman dahulu di Tiongkok hiduplah seorang raja yang bernama Han Wen Di. Han Wen Di adalah seorang anak yang sangat berbakti. Ibu kandung Han Wen Di bermarga Bo. Suatu ketika ibu suri Bo jatuh sakit,penyakitnya sangat berat,sampai-sampai selama tiga tahun tidak bisa beranjak dari tempat tidur.

Han Wen Di sangat mengkuatirkan penyakit yang diderita oleh sang ibu.Setiap hari Han Wen Di merebus sendiri ramuan obat untuk ibu suri Bo. Sebelum dihidangkan untuk diminumkan kepada sang ibu,Han Wen Di mencicipi terlebih dahulu obat tersebut apakah sudah cukup hangat/masih terlalu panas?

Sehari-hari Han Wen Di juga menjaga ibu suri Bo, saat malam ketika sang ibu sudah tertidur pulas barulah beliau tidur terungkap sejenak di samping ranjang. Perbuatan Han Wen Di membuat rakyat semakin mencintai beliau.

Jaman telah berubah,dewasa ini ada berapa banyak orang yang dapat merawat sendiri orang tua ketika mereka sakit? Anggaplah ayah/ibu kita menderita sakit flu. Bisakahkita sehari tiga menyiapkan bubur untuk mereka? Pernahkah kita bertanya apa obatnya sudah dimakan? Dapatkah kita menanyakan apakah setelah minum obat keluhannya menjadi berkurang? Marilah kita bersama-sama belajar untuk lebih memperhatikan kesehatan orang tua

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1559-kisah-hung-xiang--han-wen-di-belajar-untuk-lebih-memperhatikan-kesehatan-orang-tua

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto