A+ A A-

Kisah : Batu Giok Harus Dipoles Baru Menjadi Berharga

  • Written by  Xie Zheng Ming
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |Yu bu zhuo bu cheng qi,ren bu xue bu zhi yi.  Batu jade atau yang lebih dikenal luas dengan nama batu giok bagi warga Tionghua dapat dikategorikan sebagai barang berharga. Sepengetahuan penulis batu giok memiliki warna hijau kebiru-biruan. Batu giok haruslah melalui tahapan dipoles dan dipahat barulah bisa menjadi berharga. Barang-barang dari batu giok yang umum dijumpai antara lain: kalung, stempel, cincin, gelang, patung,dll.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Dahulu kala di kerajaan Chu hiduplah seorang yang bernama Bian He.Suatu hari ketika sedang berada di tengah gunung,Bian He secara tidak sengaja menemukan sebongkah batu giok yang belum diolah lebih lanjut. Bian He segera membawa batu giok tersebut ke ibukota untuk dipersembahkan kepada sang raja, saat itu raja yang berkuasa adalah Li Wang. Tak di sangka setelah melihat batu tersebut, pengerajin batu giok istana menyatakan bahwa batu tersebut adalah batu biasa. Li Wang sangat marah,segera beliau memerintahkan kepada para pengawal untuk memotong kaki kiri Bian He.

Manusia seperti halnya giok , harus dipoles baru menjadi berharga.

Setelah Li Wang mengkat,kedudukan sebagai raja digantukan oleh Wu Wang. Pada masa pemerintahan Wu Wang, Bian He mengulangi perbuatannya lagi. Batu giok yang belum dipoles&dipahat tersebut dipersembahkan kepada beliau. Lagi-lagi dikatakan sebagai batu biasa oleh pihak istana. Kali ini Bian He harus kehilangan kaki kanannya. Begitu Wu Wang mangkat,Wen Wang menduduki kedudukan sebagai raja. Suatu hari pada masa pemerintahan Wen Wang,Bian He memeluk batu tersebut sambil menangis di kaki gunung selama 3 hari 3 malam tiada henti sampai-sampai karena air matanya kering mengeluarkan darah. Mengetahui hal tersebut Wen Wang segera memerintahkan membawa kembali batu giok belum terolah itu ke istana.Wen Wang memerintahkan pengerajin istana untuk lebih telaten dalam memoles&memahatnya.Ternyata pada akhirnya batu temuan Bian He bisa menjadi barang berharga.

Manusia seperti halnya batu giok,batu giok harus dipoles dan dipahat baru menjadi berharga. Manusia jika tidak giat belajar mana bisa mengerti pedoman berperilaku dalam masyarakat(zuo ren de dao li). Selain itu jika tidak belajar dengan tekun dikemudian hari juga sulit untuk memperoleh kesuksesan hidup. Lantas harus dimulai dari mana untuk mempelajari zuo ren de dao li? Pertama-tama sejak ketika kita masih kecil harus senantiasa berdekatan dengan guru yang bijaksana,berkawan dengan teman yang baik. Dari mereka kita bisa belajar banyak tentang dasar-dasar kesusilaan dan ilmu pengetahuan.

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1564-kisah--batu-giok-harus-dipoles-baru-menjadi-berharga

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto