A+ A A-

Puisi Alam [4] : Sanjak Dinasti Qing | Qi Dajun , Chan Shenxing , Zheng Xie , Yuan Mei , Wu Xilin , Kang Youwei ,

  • Written by  Zhou Fuyuan
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Setelah mengalami perkembangan yang agak suram pada Dinasti Yuan dan Ming, dunia Sanjak kembali bangkit pada Dinasti Qing, bermunculanlah penyair2 berbakat, dengan ragam warna dan gaya, jumlah penyair maupun jumlah puisi yang dihasilkan malah melebih dinasti Tang, meskipun tidak mencuatkan tokoh2 empu sekelas Li Bai dan Dufu, mutu sanjak Qing tak boleh diabaikan, Dinasti ini banyak melahirkan penyair2 berwatak dengan kemampuan yang hampir setara. Dalam sanjak alam, mereka berhasil mensintesakan kekuatan Sanjak Dinasti Tang dan Song.

Selamat menikmati,
Zhou Fy

 

Artikel Terkait :

{module [201]}


DI  TENGAH  JERAM
Qi Dajun ( 1630-1696 ; Qing )


Sampan mengikuti air terjun jatuh di tepi angkasa,
ombak putih seperti bukit merobohkan tebing asri.
Batuan raksasa ada-kalanya hanya berdiri terpana,
bangau putih hendak turun kaget terbang kembali.



DI  PERAHU  MALAM
Cha Shenxing ( 1650-1727 ; Qing )


Rembulan legam berkerliplah lentera nelayan,
sinarnya terkucil bagai setitik kunang-kunang.
Sepoi-sepoi angin menghadirkan gelombang,
menebar memenuhi sungai menjadi bintang.



TERANG  DI  SUNGAI
Zheng Xie ( 1693-1765 ; Qing )


Gunung sepertinya hilang ditelan kabut,
guntur gemuruh hujan belumlah selesai.
Mentari senja menguak setengah wujud,
nongol keluar menengok menara sungai.


MENDORONG  JENDELA
Yuan Mei ( 1716-1798 ; Qing )


Semalaman angin hujan begitu kelu,
palang pondok tidak berani kubuka.
Gunung sepertinya lama memendam rindu,
mendorong jendela datang menubruk muka.



MENYAKSIKAN  PASANG  MALAM
Wu Xilin ( 1746-1818 ; Qing )


Di menara tinggi sejauh mata sungai akbar melebar,
menanti pasang naik malam hari bersandar di pagar.
Berapa titik lampu di seberang air seketika tenggelam,
bagai gunung runtuh menjatuhkan salju ribuan talam.

Naga menggulung bumi angin musim gugur perkasa,
bintang menggoyang lagit dingin udara laut menerpa.
Suara telah usai rembulan purnama makin merendah,
di antara riak tipis sepotong bayang menara merebah.



MELINTASI  PASIFIK
Kang Youwei ( 1858-1927 ; Qing )


Naga uzur menyembur asap memecah riak gelombang,
ribuan kilo mengarungi pasifik angin terus memanjang.
Ombak menggulung angkasa tak peduli jauhnya jalan,
sempat melihat tengah malam bulan bangkit di lautan!

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing List Budaya Tionghua

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1577-puisi-alam-4--sanjak-dinasti-qing-%7C-qi-dajun--chan-shenxing--zheng-xie--yuan-mei--wu-xilin--kang-youwei

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto