A+ A A-

Empat Nasehat Liao Fan [28] - Mendukung Kebaikan

  • Written by  Hengki Suryadi
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Sebagai seorang yang bermoral, pada saat berhubungan dengan orang lain atau hal, kita membantu, bila ada kesempatan yang datang dengan sendirinya. Membantu yang lain bukanlah tugas yang mudah tetapi mempunyai banyak cara untuk melakukannya. Secara singkat, cara membantu yang lain dapat diringkaskan menjadi 10 kategori, yaitu :

Artikel Terkait :

{module [201]}


1. Mendukung Kebaikan.

Bila kita melihat ada orang mencoba berbuat kebaikan, kita membantunya agar keinginannya tersebut berkembang. Bila kita melihat orang lain ingin berbuat sesuatu yang baik tetapi tidak dapat membuatnya, kita membantunya agar dapat berhasil. Dengan cara ini kita melatih "Mendukung Kebaikan".

Kita tidak menggunakan kelebihan kita untuk menonjolkan kekurangan orang lain. Bila orang lain tidak berbuat baik , jangan menggunakan kebaikan kita untuk membandingkan dan mengukur dengannya.

Sebagai contoh, sewaktu Raja Shwun masih muda, di daerah Shantung, beliau sangat sedih melihat orang menangkap ikan, tempat yang dalam dan banyak ikan serta airnya tenang semua direbut oleh pemuda-pemuda yang kuat, sehingga orang yang tua dan lemah tersingkir di tempat dangkal dan airnya mengalir deras. Beliau juga sengaja turun ke air menangkap ikan, ketika ada orang yang hendak merebut tempatnya, Beliau sengaja mengalah dan tidak mengeluh. Bila ada orang yang memberikannya tempat untuk menangkap ikan, Beliau langsung mengucapkan terima kasih dan memuji sikap baik orang tersebut. Setelah Beliau melakukan hal demikian selama beberapa periode, akhirnya telah menimbulkan suatu suasana keharmonisan, orang-orang semua bersikap hormat dan mau mengalah.

Tindakan Raja Shwun tersebut sesuai dengan apa yang disebut Tuan John
Ruskin. Pendidikan bukan berarti mengajarkan orang apa yang mereka tidak tahu, tetapi mengajarkan orang bersikap, bagaimana/sepantasnya mereka bersikap .Ini adalah suatu tugas yang berat, harus terus menerus dan sangat sulit dilaksanakan. Dengan kasih sayang, meneliti, menasehati, membimbing, memuji, tetapi yang terpenting adalah memberi CONTOH.

Cerita Raja Shwun adalah hanya sebuah contoh untuk menunjukkan bagaimana
orang mempengaruhi orang lain melalui tingkah laku, bukan melalui pembicaraan/nasehat. Bukannya bermaksud untuk mendukung orang untuk memancing/menangkap ikan, karena memancing adalah suatu perbuatan membunuh. Mohon menghentikan olah raga yang bersifat mengambil jiwa makhluk hidup lain.

Seorang yang bijak dan pintar seperti Shwun akan sangat mudah mempengaruhi
orang lain dengan beberapa kata nasehat. Mengapa dia tidak hanya menasehati saja daripada menggabungkan diri pada aktivitas tersebut?Shwun tidak menggunakan kata, tetapi lebih memilih memberi contoh kepada orang lain melalui tindakannya. Shwun menginginkan nelayan tersebut sadar dan merasa malu atas sikap keegoan mereka serta merubah dengan sendirinya. Ini menunjukkan betapa tulusnya keinginan Shwun untuk mempengaruhi orang agar berbuat baik.

Pada zaman sekarang yang moralitasnya rendah, perasaan sosial hancur dan
kekurangan rasa kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan, sangat sulit menemukan suatu standar sikap yang baik. Karena itu, bila kita menemukan disekeliling kita mempunyai kekurangan...

... kita tidak menggunakan kelebihan kita untuk menonjolkan kekurangan orang
lain. Bila orang lain tidak berbuat baik, jangan menggunakan kebaikan kita untuk membandingkan atau mengukur dengannya. Bila orang lain tidak semampu kita, jangan sengaja mempermainkannya dengan kemampuan kita.

Hengki Suryadi

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1583-empat-nasehat-liao-fan-28-mendukung-kebaikan

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto