A+ A A-

Kajian Buku : Jimat Patkwa

  • Written by  Huang Di
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Dalam buku  "Jimat Patkwa" disebutkan bahwa pat kwa itu sebenarnya bukan jimat, melainkan untuk menerangkan fenomena alam. (halaman 21). Di halaman berikutnya ada pembahasan mengenai "Upacara Sihir Tao"?.

 

 

Artikel Terkait :

{module [201]}

 

 

 

Mungkin yang dimaksud adalah Dao Jiao yang mana menggunakan patkwa atau ba gua  sebagai simbol fenomena lama dan pengetahuan maha luas. Penggunaan patkwa itu lebih ditujukan untuk menggunakan kekuatan-kekuatan alam dalam yang disimbolkan , dalam patkwa itu sendiri. Para Taoist yang menggunakan jubah patkwa itu berarti seorang Taoist yang sudah mengerti dan memahami fenomenal alam semesta dan pengetahuannya sudah jauh diatas rata-rata.

Dalam buku tersebut menggunakan gambar Xian Tian Ba Gua yang dipercaya dibuat oleh Fu Xi. Masalahnya gambar itu tidak ada sebelum Dinasti Tang. Bentuk awal Ba Gua bukan seperti sekarang ini dan diperkirakan menggunakan bulatan , titik atau garisan.

Dalam sekte Dan Ding Taoisme , menggunakan Ba Gua untuk melambangkan tubuh manusia , sebagai berikut : qian (kepala,1) , kun (perut , 8 ) , li (mata , 3 ) , kan (kuping , 6) , zhen (dan tian , 4, sumber kehidupan) , xun (hidung , 5) , gen (punggung , 7 ) , dui (mulut , 2).

Kalau kita melihat angka-angka di Ba Gua itu pasti menarik (1,2,3,4) berputar kearah kiri dan (5,6,7,8) berputar kearah kanan. Ini berdasarkan prinsip Yi Jing ; Tian Dao (jalan langit kearah kiri) , Di Dao (jalan bumi kearah kanan).

Buku "Jimat Patkwa" itu mengatakan bahwa tidak ada angka sembilan dalam Ba Gua (Xian Tian Ba Gua) , sebenarnya angka sembilan itu ada. Coba diperhatikan angka-angka yang berhadapan dan dijumlah itu adalah angka 9. Dan angka itu ada ditengah-tengah.

Dalam Yijing , angka 1 merupakan angka penting dan terutama. Angka 1 ini jika ditambah satu akan menjadi 2, dua ditambah satu akan menjadi tiga , hingga angka 9. Pada saat angka 9 ditambah 1 akan kembali ke angka 1.

Dihalaman 24 , "Jimat Patkwa" menyebut buku Tai Xuan Jing. Sebenarnya Tai Xuan Jing itu dikarang oleh Yan Xiong , sekitar tiga abad setelah Zhuang Zi. Buku itu sering menyebut empat arah , empat binatang , empat jin gang (Vajra Buddhisme atau Raja Langit) . Dalam awal perkembangan filsafat serta mitologi Tiongkok , sebenarnya empat arah itu adalah sebagai berikut :

  1. Dan , matahari terbit , arah timur , musim semi , warna hijau
  2. Kun , siang , arah selatan , musim panas , warna merah
  3. Hun , matahari terbenam , arah barat , musim gugur , warna putih
  4. Xi , malam , arah utara , musim dingin , warna hitam


Dan untuk empat arah awal ini akan dibahas lebih mendalam
nantinya, karena empat arah ini mencakup pemujaan kuno misalnya She Shen , Ji Shen ,Hou Tu , etc dan bisa menjelaskan kenapa ada TIAN TAN (altar surgawi) dan maknanya secara mendalam.

Dalam halaman 58 "Jimat Patkwa" ditulis bahwa Chong Kui dikenal sebagai pembasmi setan dan terkait dengan legenda
pada masa Dinasti Tang. Zhang Dao Ling adalah guru langit , sesepuh Taoism. Buku ini jelas-jelas menghina dan meremehkan status Zhang Tian Shi. Buku itu sering menyebut sihir guntur Ba Gua. Mungkin yang dimaksud adalah wu lei fa (teknik 5 petir) , wu lei zhang ( telapak 5 petir) dan wu lei fu ( jimat 5 petir) yang sering ada dalam Taoism.

Pada saat menulis masalah Mao Shan , itu juga termasuk
penghinaan atau sang penulis itu korban film2 horor Hongkong ?

Mao Shan itu adalah nama salah satu gunung suci
Taoism. Hal ini jelas-jelas tercantum dalam Dao Zhang (Canon Taoism) dan buku2 Taoism lainnya. Nama asli gunung Mao itu adalah gunung Di Fei dan kadang disebut pula gunung Ji Qi. Pada tahun 153 BC , sesepuh Mao Ying kesana dan mendalami
Tao di gunung tersebut dan kemudian diikuti oleh dua adiknya. Tiga Mao bersaudara itu sering menolong rakyat tanpa pamrih dan tidak perduli siapapun. Untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa Tiga Mao bersaudara ini , nama gunung itu dirubah menjadi gunung Mao.

Sesepuh Wei Hua Cun Yuan Jun (Yuan Jun adalah sebutan
untuk wanita dalam Taoism yang gelar itu setara dengan BODDHISATVA)juga tinggal disana dan sejak itulah sekte Sang Qing berdiri. Gunung Mao menghasilkan pakar-pakar Taoism yang terkenal seperti sesepuh Ge Hong , Lu Xiu Jing , Tao Hong Jing
etc. Jadi buku itu dengan ngawur mengkaitkan ilmu sesat / ilmu Iblis dengan Mao Shan , kecuali orang itu adalah korban film-film. Dalam Taoism , lambang kura-kura hitam (kadang ular hitam) itu adalah kekuatan dan sering diasosiakan dengan Zhen Wu Da Di.

Langkah-langkah dalam ritual Taoism memegang peranan penting.
Misalnya langkah Yu , langkah tujuh bintang. Dan buku itu juga memuat langkah-langkah yang katanya adalah langkah Ba Gua. Sebenarnya nama lengkap langkah-langkah itu adalah Tai Yi Fan Gua Bu Gang Fa. Langkah Ba Gua adalah sebaga berikut :

1 5
/ / |
/ / |
/ / |
2 / |
| / |
| / |
| 9 (pusat) 6
3 / |
| / |
| / |
| / |
4 / 8---- 7

Dalam halaman 63 "Jimat Patkwa"  gambar Dewa Petir itu bukan gambar awal.
Dalam San Hai Jing , gambar Lei Shen / Lei Gong itu adalah kepala manusia bertubuh naga. Dalam Taoisme (terutama yang menggunakan teknik 5 petir), Lei Shen bukan yang tertinggi dan merupakan bagian dari Lei Bu Shen (departemen petir) dan yang digambar itu adalah salah satu dari para Lei Gong. Yang tertinggi itu adalah Lei Zhu atau Jiu Tian Ying Yuan Lei Sheng Pu Hua Tian Zun. Dan dalam hirarki Taoism , Beliau ada diurutan ke empat sebagai pemberi nyawa/kehidupan kepada semua mahluk.

Tidak seperti gambaran di halaman 98 , Fu Xi atau Shen Nong itu bukan manusia barbar
atau orang asing, mereka lebih cocok disebut manusia purba yang masih berpakaian daun/kulit binatang. Menurut legenda , istri Huang Di yaitu Lei Zhu yang menemukan sutra dan cara memintalnya menjadi kain.

Dalam halaman 113 ada pembahasan mengenai  gunung Kun Lun dan pemahaman Xi Wang Mu.
Awalnya dipercaya Dia adalah pemimpin roh-roh menular dan malapetaka. Jadi jika ingin dipaksakan atau dicocok-cocokan berarti Adam dan Hawa adalah pemimpin para setan penyakit menular dan malapetaka. Juga bentuk awal Xi Wang Mu adalah wanita berbuntut macan tutul dan bergigi harimau (ini juga dari San Hai
Jing , buku yang sama yang dipakai oleh mereka). Belakangan pemikiran ini berubah total terutama adanya pengaruh Taoism , menjadi Ratu Surga Barat yang cantik. Dan jaman dahulu masih beranggapan bahwa Gunung Tai adalah yang menguasai kehidupan kemudian berubah menjadi kematian. Tempat para roh kembali kesana. Di halaman 116 , penulis buku ini memaksakan Fu Xi sebagai manusia setengah ikan dan setengah manusia sebagai hal yang konyol.

Perbedaan besar antara mitologi banjir dari Timur Tengah dan Tiongkok adalah : bahwa banjir itu bukan kutukan atau hukuman , melainkan fenomena alam yang harus diatasi sendiri dan terkadang juga kesalahan manusia itu sendiri. Nu Wa menambal langit yang bocor dikarenakan perang atau perkelahian , atau Yu , pendiri Dinasti Xia , yang membangun kanal-kanal dan danau buatan untuk menampung banjir. Jadi secara filsafat juga sudah berbeda jauh antara Timur Tengah dan Tiongkok.

Huang Di

Budaya-Tionghoa.Net| Mailing List Budaya Tionghua 1616

Last modified onSaturday, 22 December 2012 04:53
Rate this item
(2 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1658-kajian-buku--jimat-patkwa

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto