A+ A A-

Oey Ban Liang [1930-2010] - Guru Humanis Dan Perintis Bioteknologi Indonesia

  • Written by 
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Oey Ban Liong dilahirkan pada tanggal 31 Agustus 1930 di Blitar, Jawa Timur. Oey dikenal sebagai pengajar yang humanis , "Pabrik Doktor" karena telah membimbing 40 doktor dari berbagai bidang dan juga disebut sebagai perintis bioteknologi Indonesia.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Oey menempuh pendidikan di SMA Negeri III Malang (1951) dan kemudian melanjutkan kuliah di jurusan Kimia ITB dan meraih gelar sarjana kimia ditahun 1957.Tahun 1960, ia menerima penghargaan dari komandan Peralatan Angkatan Darat (Palad) Bandung.

Oey melanjutkan studinya ke Amerika Serikat dengan mengikuti program doktor di Universitas Kentucky. Oey berhasil menyelesaikan studinya di tahun 1963 dengan meraih gelar doktor di bidang kimiar organik dengan judul disertasi "The Synthesis Of Acridine Azo Dyes Related To Butter Yellow|.  Di tahun 1964 , Oey kembali ke Indonesia dan menjadi ketua Lab Kimia Organik di ITB sampai tahun 1972.

Oey sepanjang karirnya pernah menjabat sebagai ketua Tim Nuklir ITB , guru besar tamu di Universitas Kebangsaan Malaysia, Sekretaris Badan Pengembangan ITB , Pengelola Program S3 di ITB , Sekretaris Senat Fakultas Pasca Sarjana ITB , Penasehat LKN LIPI , Ketua ASEAN Working Group On Food Waste Materials , Ketua ASEAN Adhoc Working Group On Biochemistry . Oey Ban Liang menjabat Ketua Dewan Pimpinan KBI - Konsorsium Bioteknologi Indonesia [1994-1998] .

Oei Ban Liang meninggalkan dunia ini pada tanggal 19 November 2010 . Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Jalan Sumur Bandung dan upacara pelepasan di kampus almamater beliau , Aula Barat ITB pada hari Senin 22 November 2010 dan diberangkatkan di Krematorium Cikadut Bandung. Oey Ban Liang juga meninggalkan istri , Dr. Ari Rudiretna dan saudara-saudaranya Waluyo Santoso - Gracetina Nyotoadi dan drs. Wibisono Santoso - Anggraini [Kompas Obituary]

Pengabdiannya pada institusi ITB dan bangsa berlanjut hingga tahun 2000 hingga beliau memasuki masa pensiunnya. Pada tanggal 22 November 2010 , warga ITB Bandung berduka kehilangan salah satu putera terbaiknya , Oey Ban Liang . Dari situs almamaternya (ITB) , disebutkan bahwa Oey Ban Liong adalah pemimpin akademik yang mempunyai pengetahuan, pemikiran dan pengaruh besar dalam memecahkan berbagai masalah yang beragam.

Selama karirnya , Oey Ban Liang dikenal sebagai "Pabrik Doktor" karena telah menghasilkan lebih dari 40 orang doktor dalam bidang kimia, farmasi dan bioteknologi, dan lebih dari 100 sarjana dan magister di bawah bimbingannya. Salah satu prestasi akademiknya adalah perolehan 1 paten dari Amerika Serikat untuk obat anti inflamasi (Rheumacur) pada tahun 1992. Menurut Rektor ITB, Prof. Dr. Akhmaloka, semasa bertugas di ITB, almarhum Prof. Oei merupakan seorang dosen yang sangat berdedikasi dan bersemangat untuk belajar. Sosok beliau yang dikenal ramah, ceria, dan pandai bergaul ini membuat beliau dapat dengan mudah membina hubungan baik dengan sejawatnya. "Beliau sangat ramah dan baik. Kami merasakan bagaimana sifat kebapakan beliau pada saat beliau berinteraksi dengan kami," ungkapnya. [ITB]

Zhonghua Wenhua , 23 Februari 2012

REFERENSI :

1. Situs ITB ," Obituari Prof. Dr. Oei Ban Liang , Sang Perintis Bioteknologi Indonesia" , 22 November 2010 , Diakses 23 Februari 2012

2. Tempo , "Apa Dan Siapa " , p613-4

3. Sam Setyautama, Suma Mihardja , "Tokoh-Tokoh Etnis Tionghoa Indonesia " , p260

4. Profil Konsorsium Bioteknologi Indonesia [PDF]

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1736-oey-ban-liang-1930-2010-guru-humanis-dan-perintis-bioteknologi-indonesia

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto