A+ A A-

Peramalan Tionghoa : Kaum Realis Dan Kaum Kangouw

  • Written by  Rinto Jiang
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Kesaksian yang membawa agama dan menyudutkan budaya ini telah saya baca beberapa waktu lalu. Mari kita tepiskan unsur agamanya, kembalikan jalur pembahasannya dari segi astrologi Tionghoa yang disinggung di berbagai kesaksian tersebut. Secara garis besar, peramal-peramal yang berseliweran di masyarakat itu pada dasarnya ada dua macam.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

KAUM REALIS

Kategori pertama adalah kaum realis. Kaum ini benar-benar mempelajari ilmu peramalan sebagai sebuah ilmu dan berusaha mencari alasan yang realistis untuk pertanyaan-pertanyaan yang menggantung di dalam ilmu peramalan yang memang tak dapat dimasukkan sebagai sains itu. Mereka berusaha mengembalikan ilmu peramalan ini ke jalur sebenarnya, yang merupakan gabungan dari ilmu statistik, matematik, psikologi, topologi dan logika lalu dibarengi dengan pengetahuan umum serta pengalaman. Bila ada hal yang dirasa buruk, maka mereka akan menasehati yang diramal dengan cara2 yang realistis untuk menghindarinya, tidak harus dengan cara yang berbau mistis.

Satu hal yang menyebabkan ilmu peramalan belum dapat diterima sebagai
bagian dari sains karena belum pernah ada yang mengadakan riset serta pembuktian hipotesis2 serta teori darinya. Eksistensi ilmu peramalan memang sebuah paradoks, bukan sebuah ilmu yang ilmiah namun tetap ada di dalam kehidupan sehari-hari, di media massa baik cetak maupun elektronik.

KAUM KANGOUW

Kategori kedua, kaum kang-ouw. Yang termasuk kategori ini adalah biasanya yang mencari popularitas dan yang terpenting uang. Biasanya mereka akan menekankan kepada yang diramal masalah yang buruk sehingga menimbulkan ketakutan secara psikologis, kemudian mereka akan mengajukan syarat yang bukan-bukan , sebagai dalih membantu yang diramal untuk menghindari kondisi ciong atau suak tadi. Mereka juga pintar bersilat lidah dan menggunakan cara psiko-analisis untuk menebak kondisi yang diramal dengan cara menanyakan pertanyaan yang menjebak. Payahnya, justru mereka inilah yang sering muncul di TV, dan berbagai media massa dan menambah nuansa buruk bagi ilmu peramalan murni warisan tradisi leluhur ini.

SEKILAS KERAGAMAN PERAMALAN DI TIONGKOK

Ilmu peramalan di Tiongkok itu macam-macam, banyaknya bukan main misalnya shou xiang (garis tangan), mian xiang (raut wajah), bu gua, ba zi (peh ji), zi wei dou shu dan lain2. Yang kedua terakhir itu adalah ilmu peramalan yang didasarkan atas waktu kelahiran dan unsur2 yang dibawa seseorang sejak lahir. Ba zi dan zi wei dou shu ini dapat dikatakan adalah next stage dari ilmu peramalan shio yang mendasarkan peramalannya dalam satuan tahun. Ba zi dan zi wei dou shu membagi probability kondisi dari faktor satuan jam. Ilmu peramalan shio sudah muncul sejak zaman pra Dinasti Xia sedangkan Ba zi muncul sejak zaman Dinasti Song.

Zi wei dou shu lebih rumit lagi, karena harus memperhitungkan banyak
faktor dan mengklafikasikan 115 kondisi baik dan buruk yang mungkin dialami manusia ke dalam satuan 10 tahun dari seumur hidup yang diramal. Lalu, ada 12 kiong nasib yang mempengaruhi seumur hidup seorang manusia, di antaranya yang paling penting adalah ming-gong yang merupakan nasib yang dibawa sejak lahir (nasib congenital) dan shen-gong yang merupakan nasib yang tergantung pada karakter seseorang (nasib acquired). 10 kiong lainnya termasuklah kiong istri, kiong saudara kandung, kiong orang tua, kiong pekerjaan dan lain2. Ini nampaknya rumit namun lebih dapat diterima logika karena nasib seseorang adalah juga dipengaruhi oleh
orang2 di sekelilingnya. Yah pasti dong, karena kita bukan hidup seorang diri di dunia ini tanpa interaksi dengan orang lain.

Satu lagi, peramal sebenarnya tidak boleh menjanjikan apa2 kepada yang
diramal karena seorang peramal kategori pertama hanyalah bertugas menghitung probability dari faktor2 (waktu lahir, unsur2 yang mempengaruhi) yang ada pada yang diramal. Seorang peramal kategori pertama juga harus melakukan riset dan menambahkan pengalamannya meramal banyak orang di dalam database peramalannya. Dengan banyak observasi, akurasi dari probability (kemungkinan) kondisi nasib seseorang dapat diperbaiki dari waktu ke waktu, bukan malah menambahkan segala yang mistis2 dan berbau tahyul ke dalam database ilmu peramalan. It's the main point of the Chinese fortune-telling.

Rinto Jiang

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1765-peramalan-tionghoa--kaum-realis-dan-kaum-kangouw

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto