A+ A A-

Persiapan Nikah Ala Tionghoa [2] - Sangjit

  • Written by  Ulysee
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Setelah melewati acara lamaran, berikutnya ditentukan kapan mau tukar
baki/ sang djit . Biasanya hari untuk tukar baki juga ditanyakan dulu kepada yang
berwenang. Yang bisa menghitung hari baik begitu. Setahu saya sih pegangan utama itu buku TONG SU, dimana mengitung tanggal dan jam lahir kedua calon pengantin, lalu dipilih hari yang baik untuk sangjit, angkat koper, dan hari pernikahan.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Tahun lalu Lim Wiss kasih detail mengenai sangdjit, tahun ini saya tulis ulang. Siapa tahu ada yang mau nambahin. Untuk acara Sang Jit atau tukar baki ini orangtua cowok tidak perlu ikut datang. Cukup mengirim perwakilan, famili yang dituakan, misalnya paman/ bibi. Acara ini biasanya diadakan antara jam 8 - 10, lewat dari jam 10 dianggap kurang baik.

Pihak laki laki membawa beberapa macam barang. Berapa macamnya
tergantung permintaan pihak perempuan. Ada yang minta 8 macam = delapan adalah angka hoki 9 macam = sembilan angka bersama selamanya. dihubungkan dengan istilah 9 x 9 = 81.  10 macam = sepuluh dianggap angka hidup,  12 macam .

Barang yang dibawa antara lain:

  1. sepasang mie atau misuah sebagai lambang supaya panjang umur
  2. satu buah kue supaya bahagia. kalau bisa bulat bentuknya.
  3. dua botol arak merah sebagai lambang perayaan/ kesenangan supaya senang terus.
  4. Apel untuk lambang keselamatan
  5. jeruk manis sebagai lambang supaya keberhasilan
  6. buah lengkeng untuk lambang persatuan abadi (longan = longevity kali)
  7. kaki babi kalengan supaya hoki (apa hubungannya sama kaki babi ya?) . Barangkali sebutannya zhu kiong mirip kata hoki?).
  8. kain merah sepanjang 2,5 meter
  9. satu angpau uang susu
  10. sepasang angpau uang lamaran
  11. permen manis
  12. dua pasang lilin merah yang panjang.


Barang-barang ini bisa dibawa dalam 12 kotak, atau dipadatkan dalam 8
kotak. Kotak untuk membawa barang-barang ini biasanya berwarna emas atau merah, tiap kotak ditempel guntingan kertas suang (sepasang). Yang membawa kotak bisa gadis-gadis yang belum menikah, bisa pasangan-pasangan yang sudah nikah, tergantung permintaan pihak perempuan.

Pihak perempuan yang menerima juga bisa gadis-gadis yang belum menikah atau
pasangan-pasangan yang sudah nikah dan bahagia. Tapi kalau banyak famili perempuan yang belum nikah, biasanya mereka yang disuruh terima baki, sebagai lambang biar cepat ketularan cepat nikah, getoh. dan setelah acara selesai, masing masing pembawa dan penerima baki ini dikasih angpau oleh masing masing pihak.

Setelah barang bawaan disambut, pihak laki-laki diajak makan di rumah
pihak perempuan. Sementara pihak laki-laki makan, keluarga pihak perempuan sibuk buka kotak bawaan. Sebab bawaan tersebut biasanya dikembalikan sebagian. Maksudnya kalau dikembalikan sebagian, sebagai tanda bahwa setelah menikah, orangtua pihak perempuan masih punya andil dalam kehidupan rumahtangga anaknya, jadi kalau berantem-berantem, pihak perempuan masi bole kasi nasehat.

Kalau tidak dikembalikan, diambil semua, tandanya bahwa setelah menikah anak perempuan mereka jadi tanggung jawab pihak laki laki sepenuhnya. Kalau nanti anak perempuannya kena kasus kekerasan rumahtangga misalnya (digampar suaminya) pihak perempuan tidak berhak ikut campur samasekali. Amit-amit denk. Ya pokoknya ceritanya kalau dikembaliin separoh berarti keluarga perempuan masih punya andil lah.

Barang yang dikembalikan:

  1. mie, diambil satu, dibalikin satu
  2. kue dikembalikan (terima kue tart, balikin kue lapis bole juga, hehehe)
  3. sepasang arak diambil, pihak perempuan bawakan sepasang sirop merah
  4. buah buahan diambil separoh dibalikin separoh
  5. buah buahan diambil separoh dibalikin separoh
  6. buah buahan diambil separoh dibalikin separoh
  7. buah buahan diambil separoh dibalikin separoh
  8. kain merah diambil. dipasang di pintu pihak perempuan pada haripernikahan
  9. uang susu, wajib diambil, tidak perlu dibalikin separoh
  10. kalau dikasih sepasang angpau, ambil satu balikin satu, kalau hanya satu angpau ambil lembar pertama dan terakhir doank.
  11. permen manis diambil separoh
  12. dua pasang lilin diambil sepasang,balikin sepasang.


Waktu pihak cowok mau pulang, semua barang ini dibawain lagi. Kalau
datang bawa 12 kotak, pulang bawa 12 kotak lagi. (sebab kotaknya sering sering pinjeman, hihihihi. dulu oma gue punya stocknya dulu).

Ulysee , 19437

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(3 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1769-persiapan-nikah-ala-tionghoa-2-sangjit

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto