A+ A A-

Sekelumit Jejak Tionghua di Kalimantan Timur

  • Written by  Ivan Taniputera
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Sekelumit Jejak Tionghua di Kalimantan Timur , Gunung Kombeng Dan Salasilah Kutai.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

GUNUNG KOMBENG

Gunung Kombeng terletak di Kecamatan Muara Wahau, Sungai Pantun, Kalimantan Timur. Lokasi ini sebenarnya merupakan situs bersejarah, yang banyak ditemukan berbagai arca, baik dari Siwaisme maupun Buddhisme. Menurut penuturan hikayat setempat, pada abad ke-18, datanglah seorang bangsawan Tiongkok bernama Lou Kong Beng. Konon karena terjadinya bencana alam berupa gempa bumi, perahu jung yang mereka tumpangi pecah di dekat gunung tersebut. Anggota rombongan yang masih hidup lantas meneruskan perjalanannya ke gunung itu. Berdasarkan nama pemimpin rombongan, yakni Lou Kong Beng, maka dinamailah gunung tersebut sebagai Gunung Kombeng.


Uniknya warga suku Bahau yang berdiam di sana memiliki nama-nama yang mirip dengan nama Tionghua, seperti Wang Pek, Wang Li, Ding Li, Biang Koek, dan lain sebagainya (lihat Kutai Perbendarahaan Kebudayaan Kalimantan Timur, halaman 56. Lebih jauh lagi, upacara dan ritual kematian mereka juga mirip Tionghua. Mereka menyediakan tiruan rumah-rumahan beserta perkakasnya, hanya saja bedanya dengan tata cara Tionghua, benda-benda tersebut bukan dibakar melainkan digantungkan di atas tiang kayu yang ditancapkan miring di atas kuburan. Selain itu, mereka juga menyertakan padi dalam karung yang diletakkan begitu saja di atas kuburan.

SALASILAH KUTAI

Dalam buku Salasilah Kutai juga dikisahkan mengenai seorang pangeran Tiongkok yang mengadu ayam jago dengan Aji Batara Agung Dewa Sakti, yakni raja Kutai Kertanegera yang pertama. Konon saat itu, ayam jago bernama Bokor Perak milik Pangeran Tiongkok dikalahkan oleh Ujung Perak Kemudi Besi, yakni nama ayam jago raja Kutai.

Berdasarkan hikayat-hikayat ini diperlihatkan bahwa telah ada hubungan antara Kutai dengan Tiongkok.

Ivan Taniputera
13 Maret 2012

DAFTAR PUSTAKA :

1)Adham, D. Salasilah Kutai, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1981.

2)Dewan Redaksi Penerbitan Kutai Masa Lampau, Kini, dan Esok, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1979.

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1779-sekelumit-jejak-tionghua-di-kalimantan-timur

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto