A+ A A-

Melanjutkan Pendidikan Tinggi Ke Tiongkok

  • Written by  Golden Horde
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Kedutaan besar Tiongkok pada tahun 2005 tahun lalu telah mengeluarkan sejumlah 2,563 Visa untuk warga Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikannya di Tiongkok dan ini berarti suatu peningkatan sekitar 51 % dibandingkan tahun sebelumnya. Minat para pelajar dan mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di Tiongkok semakin bertambah banyak dari tahun ketahun.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Melanjutkan pendidikan di Tiongkok belakangan ini telah menarik minat para mahasiswa dan pelajar dari seluruh dunia, hal ini dikarenakan oleh peranan Tiongkok yang penting dimasa depan sebagai salah satu Superpower ekonomi dunia, biaya pendidikan dan hidup yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara lain seperti di Amerika, Australia, Jepang atau Eropah, penguasaan bahasa Mandarin yang memberikan nilai tambah lebih untuk pengembangan karir dimasa depan serta sebagai dampak peristiwa World Trade Center di New York pada tahun 2001 membuat sulit orang untuk mendapatkan Visa untuk belajar di Amerika dan kedekatan geografis bagi mahasiswa yang berasal dari Asia.

Pada saat kini Tiongkok sebagai negara dagang terbesar ketiga
(admin : negara dagang terbesar kedua saat artikel ini dipublish ) terbesar didunia sesudah Amerika dan Jerman dengan pertumbuhan ekonominya yang mencapai sekitar 10% per tahun (tertinggi didunia) (admin : tulisan ini dibuat tahun 2006) dan berpenduduk 1,3 milliar orang telah menjadikan negeri ini salah satu lokomotif perekonomian dunia yang berpotensi luar biasa, hampir semua perusahan-perusahan raksasa dan multinasional dunia telah memanfaatkan potensi ini dengan melakukan kegiatan atau menjalin hubungan dagang dengan Tiongkok, di Shanghai saja ada lebih 500 perusahan multinasional yang melakukan kegiatan disana dengan sekitar 40,000 orang asing yang berkerja sebagai tenaga ahli atau professional dan lebih dari 150,000 orang karyawan asing terdaftar sebagai pekerja di Tiongkok pada tahun 2005 dan 70% dari mereka berkerja pada perusahan PMA yang berasal dari Korea Selatan, Jepang, Singapore, Amerika dan negara Eropah lainnya (Xinhua News). Perusahan-perusahan asing ini bahkan memindahkan atau membangun fasilitas R & D (research and development) disana.

Pada tahun 2005 lebih dari 141,000 mahasiswa asing yang berasal
dari 175 negara belajar di Tiongkok yang berarti peningkatan 27,28% dari tahun lalu dan 86,679 dari mereka belajar bahasa Mandarin (Putonghoa) serta sekitar 10,000 mahasiswa asing pada tahun 2006 dijanjikan akan diberikan beasiswa oleh pemerintah Tiongkok. Mahasiswa asing yang terbanyak pada tahun 2005 adalahberasal dari Korea Selatan (31 % atau sekitar 43,600 mahasiswa) disusul oleh Jepang (14,000), Amerika (8000), Indonesia dan Vietnam dan sebagian besar terkonsentrasi di kota-kota seperti Beijing, Shanghai dan Tianjin.

Di Tiongkok ada sekitar 500 lembaga pendidikan tinggi atau
universitas yang mempunyai kwalifikasi untuk dapat menerima orang asing sebagai mahasiswanya, tetapi dari 500 perguruan tinggi itu ada 100 yang dipilih, diangkat dan dibiayai oleh pemerintah untuk dijadikan universitas yang berstandar dunia pada abad 21 atau yang disebut juga sebagai progam pendidikan proyek 211. Tiongkok berambisi meningkatkan mutu pendidikannya untuk bersaing dengan universitas-universitas yang terbaik didunia dan kini banyak profesor-profesor terbaik dari lembaga pendidikan tinggi Amerika dan terutama dari etnis Tionghoa sendiri diundang untuk mengajar di perguruan tinggi Tiongkok.

Peking University (Beijing Daxue) , Tsinghua University (Qinghua
Daxue) dan Zhejiang University (Zhejiang Daxue) adalah universitas yang menduduki ranking teratas di Tiongkok pada saat kini , Tsinghua University, Peking University dan Shanghai Jiaotong University (Shanghai Jiaotong Daxue) menduduki ranking tiga teratas untuk disiplin ilmu pengetahuan alam dan teknologi (science and technology) sedangkan Peking University, Renmin University of China (Zhungguo Renmin Daxue) dan Beijing Normal University (Beijing Shifan Daxue) adalah ranking tiga teratas untuk mata pelajaran
humaniora dan ilmu sosial (humanity and social science), Peking University adalah universitas yang populer untuk disiplin ilmu sastra Tiongkok, sejarah, kedokteran dan ilmu pengetahuan alam, Renmin University of China untuk ilmu ekonomi dan hukum, Beijing Normal University untuk pedagogi dan psikologi sedangkan Zhejiang University adalah yang terbaik untuk ilmu pengetahuan komputer (computer science) –(China Daily 16.05.2006).

UNIVERSITAS POPULER DAN BERKUALITAS DI TIONGKOK


•Tsinghua University (didirikan thn.1911), Beijing, dibangun dari
dana yang berasal dari pampasan perang Boxer yang dikembalikan kembali oleh Amerika kepada Tiongkok dan dikenal sebagai MIT-nya Tiongkok, alumninya: Hu Jin Tao, Zhu Rongji , Chen Ning Yang (pemenang Nobel fisika 1957) http://www.tsinghua.edu.cn/
•Peking University (didirikan thn.1898), Beijing, Mao Tse Tung pernah berkerja disana sebagai pustakawan dan Chen Du Xiu (pendiri PKT) juga pernah disana, alumninya: Lin Yu Tang (filsafat), Lu Xun (satrawan), Han Su Yin (novelis) http://www.pku.edu.cn/
•Zhejiang University (didirikan: 1897), Hangzhou, Zhejiang, dikenal dengan julukan "Cambridge of the East" dan salah satu universitas di Tiongkok yang tertua dan bergengsi, alumninya: Tsung Dao Lee (pemenang Nobel 1957) http://zju.edu.cn/
•Shanghai Jiaotong University (1896), alumninya: Jiang Zemin, An Wang (Wang Computer) http://www.sie.sjtu.edu.cn/
•Beijing Normal University (didirikan:1902) http://www.bnu.edu.cn/
•Renmin University of China (didirikan: 1937), Beijing http://www.ruc.edu.cn/

•University of Science and Technology (didirikan: 1958), Hefei, Anhui, alumninya: Qian Xuesen (bapak roket Tiongkok) http://www.ustc.edu.cn/

•Nanjing University (didirikan:1902), Nanjing, Jiangsu, dalam catatan sejarah dianggap sebagai salah satu universitas yang tertua di Tiongkok yang didirikan tahun 258 pada jaman kerajaan Wu dan Zeng Ho serta Zheng Chenggong (Coxinga) dikisahkan pernah menuntut ilmu disini, alumninya: Wang Gung Wu (sejarawan asal Surabaya), Mochtar Riady (Lippo Group) http://www.nju.edu.cn/
•Xian Jiaotong University (didirikan:1896), Xian, Shaanxi http://xjtu.edu.cn/

•Fudan University (didirikan: 1905), Shanghai, alumninya: Li Lanqing (mantan Wk.Perdana Menteri), Tan Jiaxuan (mantan Menlu), http://www.fudan.edu.cn/

•Huazhong University of Science and Technology didirikan: 1953 (Huazhong Keji Daxue), Wuhan, Hubei http://www.hust.edu.cn/
•Wuhan University (didirikan: 1893), Wuhan, Hubei http://fses.whu.edu.cn/

•Sun Yat Sen University (Zhongshan University), Guangzhou, Guangdong, didirikan pada tahun 1924 oleh Dr. Sun Yat Sen
http://sysu.edu.cn/

•Nankai University (didirikan: 1919), Tianjin, alumninya: Chou En Lai http://nankai.edu.cn/
•Tianjin University (didirikan 1895), dahulu bernama Peiyang University http://www.tju.edu.cn/
•Xiamen University, Fujian, didirikan tahun 1919 oleh seorang huaren patriot dan konglomerat dari Singapore (dulu namanya masih Malaya) Tan Kah Kee yang dikenal sebagai "Henry Ford of Malaya" beliau mendukung penggalangan dana untuk perjuangan melawan Jepang di Tiongkok tahun 1937 dan pernah duduk sebagai anggauta Legislatif Yuan pada pemerintahan Kuomintang di Chongqing serta membantu melawan fasisme Jepang di Malaya pada perang dunia kedua sehingga pernah dikejar dan bersembunyi di Malang (Jawa Timur) http://xmu.edu.cn/english/

•Tongji University , Shanghai, didirikan oleh seorang doktor Jerman pada tahun 1907 http://www.istju.com
•Harbin Institute of Technology (Haerbin Gongye Daxue), Harbin,
Heilongjiang, didirikan tahun 1920 http://www.en.hit.edu.cn/
•East China University of Science and Technology (didirikan: 1951), Shanghai http://www.ecust.edu.cn/


Universitas yang paling popular dan terkenal dikalangan mahasiswa
dari etnis Tionghoa perantauan (huaren) pada umumnya dan terutama  dari Asia Tenggara adalah Xiamen University di Propinsi Fujian yang didirikan oleh Tan Kah Kee (Malaya). Hingga kini mayoritas pelajar dan mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikannya di Tiongkok umumnya relatif masih berasal dari warga etnis Tionghoa dan mahasiswa yang berasal dari warga Pribumi sendiri masih sedikit , adalah suatu hal yang positif sekali dan diharapkan sekiranya dari kalangan kaum cendekiawan Pribumi dapat melihat Tiongkok sebagai suatu kesempatan dan alternatif di bidang pendidikan tinggi serta melanjutkan pendidikannya disana, karena seperti yang pernah dikatakan oleh pemerintah Tiongkok bahwa pendidikan di Tiongkok terbuka bagi semua negara dan bangsa dan penguasaan bahasa Mandarin dapat menjadi jembatan penghubung kebudayaan, perdagangan , politik, ilmu pengetahuan, teknologi dan persahabatan antara Tiongkok dengan bangsa lainnya.


Kerjasama antara lembaga pendidikan Indonesia - Tiongkok, pertukaran mahasiswa dan kerjasama ilmiah serta pemberian beasiswa akan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam membangun hubungan dibidang pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok dimasa depan.

Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok telah berkembang
pesat pada saat sekarang , Menteri Perdagangan Mari Pangestu (2006) mengatakan , nilai perdagangan bilateral RI - Tiongkok telah mencapai 13 milliar dolar dan akan ditingkatkan sampai 30 milliar dolar pada tahun 2010 dan seiring dengan ini banyak investor- investor Tiongkok yang mulai masuk ke Indonesia untuk menanamkam modalnya di Indonesia dan demi kepentingan nasional dimasa depan hal ini harus dapat diantisipasi oleh Indonesia sejak awal seperti misalnya penguasaan bahasa Mandarin dan minimum pengenalan tentang politik, sosial- budaya, serta sejarah Tiongkok secara umum.

Bahasa Mandarin bukanlah bahasa eksklusif yang hanya digunakan atau
dimonopoli oleh orang Tionghoa saja melainkan akan menjadi bagian media komunikasi antar bangsa dimasa depan , seperti yang pernah dikatakan oleh Presiden Hu Jin Tao dalam pidatonya didepan Parlemen Australia tahun 2003 : "The Chinese culture belongs not only to the Chinese but also the whole world" (kebudayaan Tiongkok bukan hanya milik orang Tionghoa saja melainkan milik dunia) dan beliau
melanjutkan "We stand ready to step up cultural exchange with the rest of the world in a joint promotion of cultural prosperity".

GOLDEN HORDE , 19672

Catatan Admin : Tulisan ini dirilis dimilis tahun 2006 , dipublikasi di web tahun 2012 . Harap pembaca memperhatikan konteks waktu terhadap data yang terdapat dalam tulisan ini tanpa mengurangi esensi dari tulisan ini. 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1786-melanjutkan-pendidikan-tinggi-ke-tiongkok

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto