A+ A A-

Keluarga Bhe (Ma) Di Semarang Masa Kolonial Belanda

  • Written by  Irawan Raharjo & Steve Haryono
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Pada tahun 1800 an di Semarang ada Mayor yang sangat terkenal namanya Bhe Ing Tjioe [1803-1857] . Dia dibawa dari Fu Jian oleh seorang pengusaha Tionghoa yang tinggal di jalan Gang Besen. Oleh pengusaha tersebut ( marga Tan ), beliau dinikahkan dengan putrinya.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Bhe Ing Tjioe sendiri meninggal dalam usia 54 tahun. Bhe Ing Tjioe memiliki beberapa anak, namun yang paling terkenal adalah Bhe Biauw Tjoan [1826-1904] . Dahulu di Semarang ada jalan yang menggunakan namanya , yaitu jalan "Be Biauw Tjoan Weg" di daerah Kampung Kali , Semarang.

Bhe Biauw Coan sangat terkenal di Semarang, sebagai salah satu orang terkaya selain Oey Tiong Ham. Bhe Biauw Coan memiliki persil yang dahulu terkenal dengan nama Kebon Dalem, saya pribadi ketika kecil masih sempat menyaksikan rumah peninggalan beliau yang sangat megah. Setelah Bhe Biauw Tjoan meninggal dunia tahun 1904 , bisnisnya diteruskan oleh beberapa anaknya, antara lain Be Kwat Yoe ,  Be Kwat Koen .

Saya sendiri juga tertarik untuk melacak keberadaan keluarga ini, namun belum mendapatkan info lanjutan. Ada yang mengatakan, keturunan keluarga ini mengalami kemunduran drastis, sehingga bahkan ada yang menjadi sopir di RS Telogorejo.

Beberapa minggu lalu saya menyempatkan untuk pergi ke perpustakaan KITLV dalam rangka mencari data leluhur. Disana saya meneliti buku "Regerings Almanak" dari Hindia Belanda yang sebenarnya ditulis sejak tahun 1650-an sampai di akhir masa penjajahan Belanda yaitu tahun 1942. Karena saya waktu itu hanya mencari data dari tahun 1840-an sampai 1870-an (sebenarnya masih ingin lebih lama, tetapi waktu tidak mengijinkan) maka yang saya temukan hanya di kurun waktu itu.

Ada beberapa orang dari marga Bhe yang menjadi Kapten atau Letnan atau Mayor di daerah Jawa Tengah antara lain :

  1. Bhe Tjo Lok menjadi Letnan di Bagelen di tahun 1841, kemudian tahun di tahun 1843 menjadi Letnan di Kedu
  2. Bhe Ing Sing menjadi Letnan di Bagelen di tahun 1843 sampai tahun 1851.
  3. Bhe Ing Tjoe menjadi Mayor kehormatan (titulair) di Semarang di tahun 1843 sampai tahun 1858
  4. Bhe Biauw Tjoan menjadi Kapten kehormatan (titulair) di Semarang pada tahun 1854
  5. Bhe Tjing Tjoan menjadi Letnan di Kdoe tahun 1857 menggantikan Bhe Tjo Lok
  6. Bhe Tin Sioe menjadi Letnan di Bagelen di tahun 1852


Irawan Raharjo & Steve Haryono

Budaya-Tionghoa.Net |Mailing List Budaya Tionghua |  Facebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1805-keluarga-bhe-ma-di-semarang-masa-kolonial-belanda

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto