A+ A A-

Bahasa Tionghoa [2] : Tujuh Macam Dialek

  • Written by  RintoJiang
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |Menurut ahli bahasa (linguis) luar negeri, bahasa Han sering dikelompokkan menjadi 1 dialek tersendiri yang setingkat dengan dialek lainnya. Namun ahli bahasa China sendiri lebih suka mengelompokkan dialek2 tadi sebagai dialek dari bahasa Han, sedangkan bahasa Han mengambil dialek Utara sebagai sumber kosa kata, struktur, tata bahasa dan nada (intonasi).

 

Artikel Terkait:

{module [201]}

Ahli bahasa mengelompokkan dialek2 dari bahasa Han tadi menjadi 7 dialek utama. Di dalam dialek utama tadi masih ada sub-dialek yang berbeda dalam pelafalan namun masih dapat dikelompokkan ke dalam dialek utama tadi. Sub-dialek inilah yang saya sebut sebagai logat karena masih dalam satu dialek. Logat Tai Shan dalam dialek Kanton adalah sedikit lain daripada logat orang HK.


MACAM DIALEK

Ketujuh macam dialek tadi adalah :

  1. Dialek Utara (Bei Fang Fang Yan) : Ini digunakan hampir seluruh penduduk di utara seperti Hu Bei, She Chuan, Yun Nan, Gui Zhou, Hu Nan utara, Jiang Xi, An Wei, Jiang Su. Wakil dari dialek ini adalah logat Beijing, Xi An, Nan Jing dan Cheng Du. Dialek utara menjadi standar dari bahasa Han yang sekarang kita kenal. Dialek utara dikenal dengan nama Pu Tong Hua di Mainland dan Guo Yu di Taiwan. Istilah Pu Tong Hua telah ada sejak penghujung dinasti Ching untuk memasyarakatkan dialek ini. Dialek ini digunakan hampir 80% penduduk China. Inilah salah satu faktor ditetapkannya dialek Utara (logat Beijing) sebagai bahasa persatuan di antara dialek2 yang berbeda.
  2. Dialek Wu (Wu Fang Yan) : Dialek ini digunakan di selatan Jiang Su, Zhe Jiang dan Shanghai. Logat Shanghai menjadi wakil dari dialek ini. Digunakan sekitar 8.4% penduduk China.
  3. Dialek Hakka (Khe Jia Fang Yan) : Dialek ini digunakan secara luas oleh orang Hakka di selatan, seperti timur Guang Dong, utara dan barat Fu Jian. Jiang Xi dan Guang Xi. Wakil dari dialek ini adalah logat Mei Hsien. Dialek ini terbentuk semasa perpindahan penduduk besar2an dari utara ke selatan. Di dalam dialek ini masih banyak ditemui frase dan kosa kata dari dialek Utara kuno. Dipergunakan oleh 4% penduduk.
  4. Dialek Min (Min Fang Yan) : Digunakan di Fu Jian, Taiwan, Hai Nan, timur Guang Dong dan banyak orang China di Asia Tenggara. Dialek ini adalah dialek yang punya perbedaan besar antara logat2nya. Dibagi atas logat Min Utara (Min Bei), logat Min Timur (Min Dong) diwakili oleh logat Hokkian, logat Pu Hsian, logat Min Tengah (Min Chung) dan logat Min Selatan (Min Nan) diwakili oleh logat Xia Men. Perbedaan logat inilah yang telah diterangkan oleh Sdr. KH dalam tulisan sebelumnya. Masih ada argumentasi antara yang menganggap dialek Min adalah suatu bahasa yang sama sekali tak ada hubungannya dengan bahasa Han dan yang menganggap dialek Min adalah satu dialek dalam bahasa Han. Para pendukung pro-kemerdekaan Taiwan terutama ingin membuktikan bahwa dialek ini merupakan bahasa tersendiri karena ingin menghapuskan ciri2 ke-tiongkok-an pada mereka. Sedangkan saya merasa bahasa Min adalah salah satu dialek dalam bahasa Han karena saya masih dapat membaca karakter2 China dengan lafal Hokkian yang menunjukkan hubungan di antara kedua dialek tersebut. Pemerintah Kuomintang sebelum tahun 1980-an melarang penggunaan dialek Min (Taiwanese) dan Hakka selain daripada dialek Utara yang dianggap sebagai Guo Yu (bahasa nasional). Ini menyebabkan ekses2 negatif yang menjadikan banyak orang Taiwan merasa dialek Utara sama dengan bahasanya orang Mainland Chinese yang idem dito dengan penindasan. Namun saat ini, dialek Min, dialek Hakka adalah setingkat dengan dialek Utara (Mandarin) dalam penggunaannya di Taiwan. Taiwan Selatan banyak menggunakan dialek Min (Taiwanese) dalam kehidupan sehari2 dan Taiwan Utara mayoritas menggunakan dialek Utara (Mandarin).
  5. Dialek Kanton (Yueh Fang Yan) : Diwakili oleh logat Guang Zhou, terutama digunakan di Guang Dong, HK, Macau dan orang2 China di Amerika Utara dan Asia Tenggara. Dialek ini adalah salah satu dialek yang punya intonasi (9-10 nada) paling rumit di antara dialek dalam bahasa Han. Dialek ini merupakan dialek yang masih mengandung struktur bahasa dan pelafalan dialek Utara kuno dari masa dinasti Sui dan Tang (abad 7-10 Masehi). Jadi semasa kedua dinasti tadi, hampir penduduk China (utara dan selatan) berbicara dalam dialek Kanton. Inilah yang menyebabkan mengapa orang2 China di Amerika Utara dan beberapa negara di Asia Tenggara masih berbicara dalam dialek Kanton (dan mereka menyebut dirinya sebagai orang Tang). Dialek Kanton digunakan sekitar 5% dari jumlah penduduk. Ada penelitian yang menganalisa bahwa puisi2 dalam 300 Puisi Tang (Tang Shih San Bai Shou) dari dinasti Tang adalah lebih terasa maknanya dan lebih cocok bila dinyanyikan dalam dialek Kanton
  6. Dialek Hsiang (Hsiang Fang Yan) : Digunakan di Hu Nan. Dibagi menjadi logat Hsiang Lama dan logat Hsiang Baru. Logat baru lebih menyerupai dialek Utara. Diwakili oleh logat Chang Sha dan dipergunakan sekitar 5% penduduk.
  7. Dialek Gan (Gan Fang Yan) : Digunakan di Jiang Xi, selatan Hu Nan dan diwakili oleh logat Nan Chang. Digunakan sekitar 2.4% penduduk. Masih ada dialek kecil lainnya yang masih menjadi bahan perdebatan apakah dapat menjadi dialek atau hanya logat dari sebuah dialek. Namun tak jadi soal apakah menjadi dialek atau logat karena antara tiap logat maupun dialek masih ada hubungan yang dapat ditelusuri dari sejarah Tiongkok.


Menelusuri sejarah perkembangan bahasa Han adalah suatu hal yang sangat menarik. Pengertian bahasa Han sebenarnya bukan hanya sekedar bahasa yang digunakan oleh orang Han semata. Bahasa Han boleh dikatakan adalah bahasa resmi yang digunakan oleh setiap pemerintahan dinasti di China mulai dari Dinasti Zhou pada abad 11 sampai 7 SM sampai dengan sekarang. Karena pada setiap dinasti, pusat pemerintahan hampir seluruhnya berada di Utara, maka dengan sendirinya dialek Utara-lah yang digunakan sebagai wakil dari bahasa Han yang mempunyai peranan sebagai bahasa resmi dan bahasa pemersatu. Itu sebabnya kita tidak pernah mendengar bahasa Tang, bahasa Ming, bahasa Yuan atau lain2nya karena bahasa Han tidak sekedar berarti bahasa yang digunakan semasa Dinasti Han.

[Bagian 1] [Bagian 2] [Bagian 3] [Kompilasi]

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onTuesday, 08 May 2018 15:32
Rate this item
(2 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/182-bahasa-tionghoa-2-tujuh-macam-dialek

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto