A+ A A-

Menelusuri Wisata Provinsi Sichuan

  • Written by  Liang U
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Bagi yang senang menelusuri peninggalan sejarah bisa mengunjungi Memorial Temple Zhuge Liang berada di sebelah barat Daya kota Chengdu, ibukota propinsi Sichuan, Tiongkok Baratdaya. Memorial Temple ini, di kelilingi taman yang sangat indah dan luas. Untuk kuil memorial Zhuge Liang, penyair Dufu pernah menulis beberapa puisi, ini salah satunya:


MENTERI SHU

Du Fu ( 712-770 ; Tang )


Di mana mencari kuil peringatan Perdana Menteri?

di luar Kota Sulaman pohon sipres lebat merambah.
Rumput hijau melapis undak sendiri di musim semi,
kenari kuning dihalang daun sia-sia bersuara indah.

Tiga kali berkunjung terpapar strategi menata bumi.

dua raja didampingi memasrahkan hati tua menteri.
Menggelar perang belum menang raga duluan mati,
air-mata panjang memenuhi lengan pahlawan negeri.

(alih bahasa oleh Zhou Fuyuan)

Artikel Terkait :

{module [201]}

Di bagian belakang ada restoran hanya untuk minum teh. Inilah budaya Sichuan yang terkenal. Para pengunjung duduk sambil mengobrol minum teh dan menonton berbagai pertunjukan, seperti tarian, silat, lawak dll.


Jangan terkejut, kalau anda bertanya dulu berapa harga teh. Akan dijawab 10 yuan seorang, mahal. Tapi setelah duduk di dalam ternyata 10 yuan seorang itu, anda boleh minum sesukanya, cangkir kosong atau setengah kosong segera diisi kembali oleh petugas yang mambawa teko panjang cocornya dengan cara menuang yang khas. Biasanya inilah tempat ngobrol orang-orang tua, diskusi orang-orang seprofesi, atau transaksi bisnis, anda tak akan pernah diusir sampai pergi sendiri.

Keluar dari taman anda masuk ke jalan kuno, yang dibangun baru tentunya. Kios-kios kecil, restoran yang semua menggunakan arsitektur kuno Tiongkok menjual barang-barang dan makanan khas Tiongkok. Kalau udara tak terlalu panas, ini merupakan daerah yang sangat menyenangkan.

[Foto Ilustrasi (ditambahkan oleh admin)  : @Jinyufz , "Panorama Chengdu , Sichuan" , 24 August 2010, Wikimedia , This file is licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported]

Chengdu memang ibukota kerajaan Shu (Siog atau Siok)dengan kaisar Liu Bei (Lao Pi) dan penasehat militer dan perdana menteri Zhuge Liang (Cukad Liang) pada Zaman Samkok akhir dinasti Han Timur. Ada taman Wangjianglou yang indah, yang dibangun untuk memperingati penyair wanita terkemuka zaman Tang, yaitu Xie Tao. Chengdu sendiri merupakan salah satu tujuan turis terkenal, pertama karena merupakan pusat peninggalan kuno seperti tersebut di atas, di samping Dujiangyan, bendungan pengairan kuno yang tertua yang sekarang ada di dunia.

[Foto Ilustrasi (ditambahkan oleh admin) : @Mlogic , "Dujiangyan - Panorama Of Inner Stream of Dujiangyan , A UNESCO World Heritage ", 24 October 2009 , Wikimedia , Public Domain ]

Kedua karena di sana ada dua pusat persilatan zaman dulu, yaitu Emei Shan atau gunung Gobi (ingat cerita Sia Tiao Eng Hiong atau Sin Tiao Hiap Lu), sekarang Emei Shan adalah salah satu pusat sakral agama Buddha, sedang tempat satu lagi adalah Qingcheng Shan (Gunung Chingsnia) pusat agama Tao.

Di samping pusat agama, kedua gunung itu terkenang indah dan sangat menarik banyak pengunjung. Di kota Leshan di selatan Chengdu atau cuma 15 km dari Emei Shan ada Patung Buddha terbesar di dunia, dengan tinggi sekitar 71 meter tegak menghadap pertemuan tiga sungai besar. Patung itu dibuat untuk meminta perlindungan keamanan karena pada pertemuan tiga sungai besar, arus air menjadi turbulen dan membahayakan kapal-kapal yang lewat.

[Foto Ilustrasi (ditambahkan oleh admin) : @ Ken Marshall , "Leshan da fo/Leshan Giant Buddha feet to head", 20 July 2005 . Public Domain , Wikimedia ]

Di selatan Chengdu masih ada Kota kecamatan kuno Pingle . Ini kota kuno asli zaman dulu yang terletak di pinggir sungai. Kota kuno ini dibersihkan, jalan tertutup untuk kendaraan, semua serba asri dengan dagangan kebanyakan masih benda yang berhubungan dengan budaya Tionghoa, kecual sebuah supermarket yang ada di tengah-tengah kota itu. Sungguh kota kuno kecil dan indah (kalau udara nyaman tentunya), hampir semua rumah penduduk di pinggir jalan menjadi hotel.

Tidak jauh dari situ ada hutan bambu, jalan aspal kecil menghubungkan kota dengan pusat resor rakyat. Hampir tiap rumah di sini menjadi resor, ada yang besar ada yang kecil. Depan dan belakang adalah hutan bambu yang lebat dan tinggi, udara bersih dan nyaman. Tarip rata-rata 100 yuan per orang termasuk makan dan menginap. Kamar tidur bersih meskipun kecil cukup dua orang, kamar mandi di dalam dengan air hangat, wc modern dan bersih.

Tidak ingin pulang rasanya jika  tinggal di situ, tetapiyang sulit adalah kendaraan, anda harus memborong kendaraan sendiri. Tempat saya menginap adalah Lugou Shanzhuang. Propinsi Sichuan secara alamiah terbagi dua wilayah, Daerah pegunungan Sichuan di barat dan daerah datar pertaniaan di bagian timur., sehingga Sichuan terkenal menjadi lumbung padi Tiongkok.

Di barat adalah pegunungan tinggi yang terus makin ke barat makin tinggi sampai ke Tibet. Di sebelah barat ini penduduk sudah bercampur antara orang Han dan orang Tibet dengan budaya dan bahasa yang sangat berbeda. Di sinilah adanya dua tempat terkenal turis yaitu Lijiang dan Sangrila (sudah masuk propinsi Yunnan tapi dekat perbatasan propinsi Sichuan.


[Foto Ilustrasi (ditambahkan oleh admin)  : @Chen Si Yuan , "jiuzhaigou valley national park sichuan china autumn fall multi-coloured pool 2011 五花海, Wǔhuā Hǎi rize valley 日则沟", Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported]

Di barat laut propinsi, perlu 6 jam naik bis umum atau 4 jam lebih pakai mobil sendiri atau charteran ada cagar alam yang masih asri dan terkenal indah Jiuzhaigou. Jangan lupa, di kota inilah adanya Taman penernakan Panda.

[Foto Ilustrasi:  "Panda". Public Domain ]

Di samping itu, Chengdu sekarang adalah kota modern, industri hightech masuk, hotel berbintang di mana-mana, beberapa universitas terkemuka ada di sini. Jalan kereta api bawah tanah sedang giat dikerjakan. Jalan dalam kota lebar, minimal 2 jalur x 2, kebanyakan 3 jalur x 2, bahkan jalan utama 4 jalur x2.

Airport Chengdu masih baru, tadinya saya kira akan mirip airport Bandung, ketika sampai saya terkejut, karena merupakan airport besar, indah, sibuk dan bersih. Hanya jalur internasional belum banyak, 8 - 10 penerbangan sehari, tapi sudah ada yang ke US dan Belanda. Silahkan meninjau ada pesawat langsung dari Singapore.

Salam
Liang U

CATATAN ADMIN : Penulis tidak menyertakan foto perjalanan sehingga foto ilustrasi di tambahkan oleh admin oleh foto-foto ilustrasi yang semuanya berasal dari Wiki Media dengan kredit foto terlampir

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1838-menelusuri-wisata-provinsi-sichuan

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto