A+ A A-

Konsep Demokrasi dan HAM Menurut Budaya Tionghoa [1]

  • Written by  Xuan Tong
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | HAM dalam sistem Tiongkok jaman dahulu tentunya tidak bisa dikatakan sama seperti HAM jaman sekarang.Tapi kita ingat juga bahwa Kong Zi mendobrak hak asasi manusia untuk mendapatkan pelajaran tanpa perbedaan status. Kong Zi juga yang memulai sistem pendidikan terbuka untuk semua lapisan masyrakat dan akhirnya dalam sejarah kebudayaan Tionghoa menanamkan hal yang benar-benar mendasari perilaku mayoritas keluarga Tionghoa. Yaitu dengan menekankan pentingnya pendidikan bagi anak cucu mereka. Bahkan mungkin sisa-sisa budaya yang indah ini masih terasa disebagian kalangan Tionghoa.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Hal ini hanya bisa diimbangi oleh Socrates , tapi apakah hal ini menjadi suatu landasan budaya keluarga pihak barat ? Rasanya tidak, karena masa dark ages, di barat pendidikan adalah milik kaum elit. Jika kita lihat denah kota Tiongkok jaman dahulu, rata-rata memiliki shuyuan 书院 atau sekolah.


Ini suatu terobosan di bidang HAM pendidikan. Dan terobosan yang luar biasa juga terjadi dalam sistem kemiliteran, walau dalam banyak sejarah Tiongkok, keturunan jendral bisa menjadi jendral. Tapi sistim wajib militer Tiongkok bisa membuat seorang biasa menjadi jendral melalui jenjang karir militer. Contoh yang terkenal adalah Xue Rengui 薛仁贵 Pada masa dinasti Han, dilakukan sistem ujian negara yang bisa diikuti oleh siapapun yang lulus ujian untuk menjadi pejabat negara.

Satu prinsip yang menurut saya mendasari penghormatan HAM adalah ujar Kong Zi yang terkenal,"Jangan lakukan apa yang tidak ingin menimpa dirimu kepada orang lain." Mohon Indarto xiong memperbaiki jika ada kata-kata yang tidak sesuai.

Dan hukum atau UU jaman dahulu, kita ambil contoh saja hukum Hammurabi yang terkenal itu adalah bertujuan melindungi asasi manusia yang dilanggar.

Kalau konsep liberal atau pembebasan diri dari kekangan, sebenarnya Dao jia mengenal hal itu, tapi dalam perkembangannya kemudian hal tersebut harus dilakukan bertahap. Ini tentunya juga karena pola hidup liberal pada akhirnya harus memperhatikan norma masyarakat pula. Jika tidak, bisa saja mereka yang karena hanya ingin "liberal" dari peraturan yang menata suatu masyrakat akhirnya akan merusak tatanan masyarakat dan terjadinya disorder society. Kita tidak dapat berpikir bahwa saya orang yang liberal jadi seenaknya telanjang bulat di jalan. Konsep xiao yao 逍遥 itu mengacu kepada konsep pembebasan pikiran dari jeratan pikiran itu sendiri.

Jadi dalam hal ini, konsep xiaoyao juga akhirnya berubah dengan mematuhi norma kehidupan tanpa beban pikiran yang menjeratnya seolah-olah norma kehidupan adalah jeratan hidup.

Dalam konsep pemerintahan yang diutarakan Meng Zi dengan konsep yang disebut ming ben, sebenarnya juga berasal dari pemikiran terdahulu dan kitab-kitab seperti zhuozhuan 左传 guoyu 国语 Kitab-kitab diatas menempatkan rakyat diposisi Langit atau Tian, seperti misalnya Langit mendengar seperti rakyat mendengar, Langit melihat seperti rakyat melihat. Konsep ini menyebabkan paham Tian Ming天命 atau mandat Langit menjadi satu konsep yaitu raja atau Tian Zi 天子 harus mematuhi mandat Langit dan mandat Langit itu berada di tangan rakyat. Jika raja tidak bisa mematuhi mandat langit, maka rakyat bisa melakukan ge ming ­革命 atau pencabutan mandat.

[Bagian 1] [Bagian 2] [Untuk melihat keseluruhan artikel anda harus melakukan registrasi]

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing List Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/184-konsep-demokrasi-dan-ham-menurut-budaya-tionghoa-1

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto