A+ A A-

Cap Cay Artinya Bukan Sepuluh Sayuran

  • Written by  S Kho
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |Beberapa tahun lalu saya pernah membeli satu buku yang berisi kumpulan artikel sebuah majalah terkemuka di Indonesia. Kumpulan artikel itu berjudul “Etnik Tionghoa”. Buku ini memang merupakan edisi khusus dari kumpulan artikel di majalah  yang diterbitkan lebih awal.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Dalam buku tersebut saya melihat sebuah artikel yg pernah saya tanggapi, yaitu sebuah artikel yang menyebut tentang "Capcai". Walau dalam artikel yang baru itu majalah tersebut kemudian meluruskan istilah “capcai” dengan sebutan "aneka sayuran" namun box artikelnya masih menyebut 10 jenis sayuran. Untuk meluruskan pandangan tentang istilah “capcai” yang disalah artikan menjadi 10 jenis sayuran, saya sampai mengirim surat tanggapan ke majalah tersebut .

Isi tanggapannya kurang lebih untuk menanggapi artikel yang berjudul “Jejak Jejak Koki Diplomat” dengan subjudul “Cap Cay Tak Mesti Sepuluh Sayuran”. Tepatnya halaman 35 dari halaman tambahan berjudul “Sumbangan Budaya Tiong Hoa Buat Nusantara”.


Sebagai Warga Keturunan Tiong Hoa saya ingin menyampaikan pandangan saya tentang penerjemahannya. Karena kata “Cap Cay” sesungguhnya bukan berarti “10 sayuran” tetapi “campuran sayuran” atau “mixed vegetables” dalam bahasa Inggris.


Cap Cay sebenarnya disebut “Cah Chai” atau Za Cai  杂菜 dalam lafal Mandarin (Bahasa resmi seperti Bahasa Indonesia), sedangkan sepuluh sayuran dalam bahasa Mandarin disebut “Se Chai” atau Shi Cai  十菜 . Tapi karena keturunan Tiong Hoa di Indonesia kebanyakan dari Propinsi Hokkian atau suku Minnan (“Kemoceng di Loteng” halaman 19 edisi yang sama) dan Kabupaten Tio (Tio Ciu), atau setidak-tidaknya kedua dialek tersebut yang lebih populer di masyarakat terutama Hokkian. Didalam dialek Hokkian “杂” yang berarti campuran dibaca Cap demikian juga dengan “十” yang berarti sepuluh di baca dengan lafaz yang sama sehingga dikira berarti sama.


Sebagai gambaran dari kemungkinan terjadi kesalah pahaman diatas ada di topic “Bahasa Kita” dengan Judul “Bahasa Cina Dalam Lafaz Melayu” pada majalah yang sama.


Mungkin juga nama kota Medan berasal dari kata Minnan yang memang mayoritas warga keturunan Tiong Hoa disitu adalah orang Minnan (Hokkian). Adalah sangat mungkin kalau ditanya anda orang mana ? dijawab dengan orang Minnan yang kemudian diartikan sebagai kota Medan sekarang.


S . KHO

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(3 votes)
More in this category: « Perbedaan Teh Mancanegara Petis »
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1850-cap-cay-artinya-bukan-sepuluh-sayuran

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto