A+ A A-

Geji - Geisha [2] : Tokoh-Tokoh Dalam Sejarah

  • Written by  Ardian Cangianto
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.NetBab II Tokoh-tokoh geji dalam sejarah Tiongkok dan peranannya . Dalam buku “Qinglouwenxue yu Zhonghua Wenhua” 青樓文學與中華文化 ( Literatur Qinglou dan budaya Tionghoa ), karangan prof.Tao Moning 陶慕寧 yang ditulis pada tahun 1992, menuliskan pengaruh qing lou dan penghuninya terhadap literature Tiongkok, terutama dalam bidang sastra. Tidak menyangka bahwa dari kalangan seperti geji bisa melahirkan karya-karya sastra yang indah juga memberikan inspirasi dan membentuk suatu budaya yang memberikan pengaruh terhadap budaya Tionghoa terutama di bidang sastra. Banyak cerita pahit getir kehidupan geji yang juga membuat beberapa sastrawan menuliskan dan membuat kritik-kritik.

Artikel Terkait:

{module [201]}

Geji pada umumnya adalah gadis yang  berasal dari keluarga miskin, tapi bisa juga berasal dari keluarga pejabat yang dipecat atau juga yang menjadi korban kalah perang. Untuk geji seperti ini, para germo juga menaruh hormat dan tidak berani berlaku kejam kepada mereka.  Geji ini dalam dunia yang kelam, masyarakat yang puritan serta paternalistic berusaha bertahan dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah menggunakan sarana sastra sebagai ungkapan ekspresi penderitaan mereka dan juga dapat dikatakan bahwa di qinglou itulah mereka bisa hidup walau penuh derita.

Bab III Tokoh-tokoh geisha dalam sejarah

Apa yang akan ditulis para tokoh geisha ini, tidak semua tokoh yang tercatat akan dituliskan walau memiliki pengaruh terhadap dunia sastra. Misalnya Lv Zhu綠珠 ( ?- 300 ) yang menggubah syair dan berpengaruh pada sastrawan ( pelajar ) Bai Juyi 白居易 ( 772-864 ) yang merupakan salah satu tokoh penggerak pembaharuan dunia sastra pada masa dinasti Tang, Xu Yueying 徐月英  yang membuat pemeo yang isinya : “Lebih baik menjadi ibu rumah tangga yang miskin daripada menjadi geisha yang bergemilang kemewahan”. Atau Wang Chaoyun 王朝雲 ( 1062-1096 ) yang menjadi gundik Su Dongpo 蘇東坡, Yu Xuanji 魚玄機 ( 843 – 871 ) yang terkenal dengan pepatahnya “易有無價之寶 難得有心郎” ( amat mudah mendapatkan pusaka yang tidak ternilai amat sulit mendapatkan pasangan yang memiliki cinta ) dan masih banyak lagi tokoh-tokoh lainnya. Yang akan dituliskan adalah para tokoh yang menginspirasi perubahan-perubahan, baik dilakukan secara langsung maupun tidak langsung yang menyumbangkan pengaruhnya dalam bidang yang lebih luas.

Beberapa tokoh yang berpengaruh :

-        Wei Zifu 衛子夫[9] ( ?- 91 BC ), adalah seorang geji dari putri Ping Yang 平陽公主. Ketika kaisar Han Wudi 漢武帝 ( 156 – 87 BC ) mengunjungi rumah Pingyang, Wei Zifu menarik perhatiannya dan kemudian diboyong ke istana. Saat melahirkan putra, ia kemudian diangkat menjadi permaisuri. Beliau kemudian mati bunuh diri atas fitnahan terhadap anaknya melakukan ilmu hitam untuk mencelakai kaisar Han Wudi, dan akhirnya melakukan pemberontakan tapi gagal. Akibatnya Wei Zifu dikaitkan terhadap kasus itu, tapi bertahun-tahun kemudian setelah ia meninggal, namanya direhabilitasi dan mendapatkan penghormatan sebagaimana seorang permaisuri. Dengan menjadi permaisuri, beberapa kerabat Wei Zifu terangkat derajatnya. Misalnya Wei Qing dan Huo Qibing. Huo Qubing yang berhasil dalam ekspedisi menaklukkan bangsa Xiongnu 匈奴 ( orang Eropa menyebutnya dengan sebutan orang Hun ). Dalam budaya paternalistic di Tiongkok dan sistim strata sosial yang amat ketat, amat sulit bagi seorang gadis dari strata kelas geji menjadi seorang permaisuri. Atas keberhasilan Wei ini, rakyat jelata membuat nyanyian yang isinya kurang lebih mencerminkan kesetaraan gender :”shengnan wuxi shengnv wuyuan dubujian Weizifu batianxia “生男無喜 生女無怨 獨不見 衛子夫 霸天下 ( Lahir anak pria tidak perlu disukai/bergembira, melahirkan anak wanita tidak perlu dibenci/disesali,  tidakkah melihat Wei Zifu menguasai dunia ). “

Wei Zifu bisa disebut menguasai dunia melalui putranya dan keberhasilan keluarganya dalam dunia militer, selain itu adalah pengaruhnya terhadap kemajuan dinasti Han pada masa pemerintahan Han Wudi. Tidak disangkal bahwa bahwa beliau berhasil membawa suatu pandangan baru bagi kaisar karena beliau berasal dari strata bawah yang merasakan pahit getirnya kehidupan. Tidak dipungkiri Liu Bang, pendiri dinasti Han adalah dari kalangan jelata juga, tapi sejak berdirinya dinasti Han melahirkan kaum aristrokrat yang baru sehingga amat sulit dari kalangan rakyat jelata bisa masuk ke dalam lingkaran aristocrat itu. Yang menarik adalah perannya beliau itu yang membuat rakyat jelata melakukan protes halus terhadap diskriminasi gender, tapi sayangnya teredam dalam deru budaya paternalistic.

-        薛濤[10]  ( 768- 832 ) adalah salah satu sastrawan wanita pada masa dinasti Tang yang berasal dari kelompok geisha, memiliki pergaulannya dengan para kaum terpelajar masa itu turut mengangkat namanya menjadi salah satu tokoh sastra yang berpengaruh. Xue Tao memberikan pengaruh luar biasa pada sastra Tiongkok dan karena kemampuannya dalam banyak bidang, sehingga beliau diberi julukan nv jiaoshu女校書[11] yang memiliki arti “wanita yang menguasai kitab-kitab”, Xue Tao selain menguasai bidang sastra juga menguasai bidang kaligrafi dan seni lukis. Karena beliaulah, banyak geisha yang berpotensi dan memiliki pengetahuan luas dalam banyak bidang disebut pula jiaoshu 校書 sebagai ungkapan rasa hormat dan juga pada umumnya geisha yang disebut dengan jiaoshu ini bukan pelacur murahan dan tidak menjual badan. Xue Tao namanya tetap exist dan dikenang banyak orang hingga pada jaman modern ini, misalnya sumur Xue Tao dan kuburan Xue Tao menjadi warisan budaya yang dilindungi pemerintah Tiongkok. Syair-syairnya masuk dalam syair Tang yang menjadi pelajaran wajib bagi mereka yang mempelajari sastra Tionghoa.

-        Liang Hongyu 梁紅玉[12] ( 1102-1135 ) berasal dari keluarga militer yang bernasib tragis karena kebobrokan dinasti Song sehingga terpuruk menjadi seorang geisha. Liang adalah gadis yang belajar bela diri, sastra, seni tari, seni lukis dan kitab-kitab klasik sejak kecil dan karena ia belajar bela diri berarti kakinya tidak dikat seperti gadis bangsawan pada umumnya dan tumbuh sebagai anak tomboy. Ketika menjadi geisha, ia bertemu dengan Han Shizhong 韓世忠 yang kemudian menikahinya.  Kisah perjuangan Liang ini menjadi sumber inspirasi dan juga kerajaan. Setelah meninggal, rakyat kampung halamannya membangun kuil 祠堂 sebagai tempat penghormatan beliau ini.  Kerajaan Qing memugar kuil ini untuk menarik simpati masyarakat dan pada tahun 1959, pemerintah Tiongkok memugar kembali dan dihancurkan pada masa revolusi kebudaayan. Tahun 1982 dibangun ulang[13] dan menurut penulis tujuannya adalah sebagai pengingat bahwa dari kalangan geisha sendiri bisa melahirkan seorang pahlawan wanita dan memang sejak meninggalnya beliau ini, pengaruhnya terasa pada bidang sastra dan kepahlawanan dari kalangan geisha terhadap agresi asing. Kisah kepahlawanannya melahirkan banyak cerita-cerita rakyat yang menceritakan seorang geisha yang secara strata sosial adalah orang yang rendah tapi memiliki semangat kepahlawanan.

-        Liu Rushi柳如是 ( 1618 – 1664 ) adalah salah satu dari qinhuai bayan 秦淮八艷 ( 8 geisha terkenal dari sungai Qinhuai yang hidup pada akhir  dinasti Ming dan awal dinasti Qing, beberapa diantara mereka memiliki semangat cinta tanah air pada saat dinasti Ming dikuasai dinasti Qing )[14], kemudian dinikahi oleh pejabat Ming Selatan Qian Qianyi錢謙益 ( 1582-1664 ). Ketika dinasti Qing menyerbu Ming Selatan, Qian sempat berpikir menyerah tapi Liu menyarankan bunuh diri dengan menerjunkan diri ke sungai, sayangnya Qian menolak. Liu kemudian menyarankan agar tidak menyerah dan mengabdikan dirinya kepada dinasti Qing, yang mana saran ini diterima oleh Qian. Ketika suaminya meninggal, Liu ikut menemaninya dengan gantung diri. Sebagai catatan tambahan, Qian selain pejabat juga mempelajari filsafat Buddhism, filsafat Tiongkok klasik dan menuliskan beberapa tulisan tentang filsafat. Liu juga seperti para geisha yang lain, menguasai kitab-kitab klasik yang banyak menuliskan tentang filsafat.

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1957-geji-geisha-2--tokoh-tokoh-dalam-sejarah

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto