A+ A A-

Wu Rujun Sang Pangeran Jinghu

  • Written by  Chendra Ling Ling
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |  Wu Rujun (吳汝俊) , tidak banyak orang yang mengenal musikus ini. Ia dilahirkan di Nanjing pada tahun 1963, ayahnya juga seorang musikus dan pemain Jinghu (Hanzi: 京胡 jing1 hu2), dan ibunya seorang pemain opera.


Masa kecilnya seperti anak-anak pada umumnya ia tak tertarik untuk bermain alat musik tradisional, namun ayahnya mewajibkannya untuk berlatih Jinghu, sebuah alat musik bersenar dua dari keluarga huqin (erhu, gaohu, zhonghu, dll).

Artikel Terkait:

{module [201]}

Dalam ceritanya pada reporter CCTV4, yg ditayangkan pada tanggal 25 April 2012 kemarin, pada suatu hari saat Wu Rujun sedang berlatih Jinghu, seorang kawan ayahnya datang, dan ketika melihatnya sedang memainkan alat musik tersebut, orang itu terkejut karena mengira ayah Wu Rujunlah yang sedang memainkannya. 


Sejak saat itu Wu Rujun menjadi bersemangat untuk berlatih Jinghu, karena ia menganggap bila orang lain yang mendengarkan permainannya dapat salah mengira dirinya sebagai ayahnya, maka permainannya pasti bagus.

Pada tahun 1984, Wu Rujun menyelesaikan pendidikannya di National Academy of Chinese Theater Arts dengan spesialisasi musik tradisional, dan kemudian bergabung dengan National Opera Peking Company untuk bermain jinghu, yang mana merupakan alat musik utama dalam jingxi (京戲).

Tidak seperti erhu, jinghu ini berukuran lebih kecil, dengan suara melengking yang khas, kotak resonator serta gagang terbuat dari bambu. Cara memainkan jinghu juga berbeda dengan erhu, jinghu biasanya diletakkan agak ke depan dekat lutut.

Ia mencatat sejarah dalam dunia music saat tahun 1996 ia menciptakan komposisi musik untuk kisah Tiga Kerajaan (三国) yang terkenal hanya dengan menggunakan Jinghu. Selain itu Wu Rujun juga dikenal sebagai “dan” yaitu pemain opera utama yang memerankan karakter wanita, salah satu peran terkenal yang dimainkannya adalah menjadi ibu Meng Zi yang dipentaskan di Chang An Grand Theater di Beijing pada tahun 2009. (Xinhua , 2009) 

Pada tahun 1988 ia menikah dengan seorang gadis Jepang, dan tahun berikutnya ia meninggalkan kariernya yang menjanjikan di Beijing, untuk pindah ke Jepang. Baginya batasan negara tidak berlaku dalam seni, dan ia sendiri bermaksud memperkenalkan opera Tiongkok kepada masyarakat Jepang termasuk melalui permainan Jinghu-nya.


Namun awal kariernya di Jepang tidaklah mulus, dalam wawancara dengan CCTV4, Wu Rujun bercerita, saat pertama kali mengadakan konser Jinghu di Jepang, penontonnya cuma lima orang, saat itulah dia merasakan adanya tekanan yang membuat dia sempat galau dan kembali ke Beijing. Namun ia tidak menyerah, kemudian dia kembali ke Jepang dan pada tahun 2000 mendirikan Japan Peking Opera Theater.

Wu berpendapat bahwa orang Jepang mengetahui bahwa Opera Peking adalah harta nasional Tiongkok tetapi kebanyakan dari mereka tidak banyak mengetahui tentang opera terebut. Jika tidak berbuat sesuatu untuk mempopulerkannya , akan sulit bagi audiens Jepang untuk datang mendekat terhadap seni tersebut. (China Daily , 2009)

Di sana ia juga melakukan pembaharuan-pembaharuan dalam opera Beijing agar dapat diterima luas oleh audience di Jepang -- termasuk diantaranya mantan perdana mentri Jepang , Shinzo Abe [Xinhua , 2009]-- antara lain dengan mengubah make up opera menjadi mendekati dengan make up sehari-hari, dan bekerja sama dengan musisi pop Jepang seperti Kitaro dalam Opera Jalan Sutra.

Wu Rujun telah memberikan kontribusi besar dalam dialog budaya antara Tiongkok dan dunia luar, serta memiliki peran unik dalam hubungan bilateral Sino-Japanese. (Global Times , 2009) Selain sebagai pemain opera ia tidak melupakan karier musiknya, dengan gesekan Jinghu-nya ia berhasil memberikan nuansa pop, sehingga Jinghu dapat diterima masyarakat luas, dan tidak hanya para penggemar opera Beijing atau jingxi saja.

Dengan meninggalnya generasi terakhir penampil Dan legendaris sejak tahun 1930an termasuk juga Mei Lanfang, semakin sedikit penampil yang punya satu minat terhadap peran karena tingkat kesulitan artistic dan vocal. Dibutuhkan paling tidak satu dekade untuk penampil “Dan” untuk menguasai peran dan diperkirakan bahwa saat ini tidak lebih dari 10 penampil Dan pria .

KOMPOSISI POP

Contoh komposisi pop jinghu yang dimainkannya antara lain ; About Love (关于爱: Guan Yu Ai) , Love (恋幕), Brigde (桥:Qiao), Ye de shi (夜的诗), It’s for You, Meng Xiang 梦乡, Do as Infinity(雄狮/真实之诗)dan masih banyak lagi.

VIDEO PILIHAN

{youtube}vpVLHcA4HwE{/youtube}

{youtube}7UvdKt3hLNM{/youtube}

oleh Chendra Ling-Ling 

Facebook Group Budaya Tionghoa | Facebook Group Angkatan Muda Tridharma Jawa Tengah

Sumber Foto : San Francisco Symphony’s Chinese New Year Concert & Celebration , Carolyn Kuan, Rujun Wu © 2010 Drew Altizer, All Rights Reserved. http://www.nobhillgazette.com/

 

 

Last modified onFriday, 12 October 2012 08:43
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1972-wu-rujun-sang-pangeran-jinghu

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto