A+ A A-

Belajar Bahasa Mandarin (1) - Logat Utara & Selatan

  • Written by  Liang U
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Pengantar: Akhir-akhir ini banyak rekan milis kita yang mencari info tentang kursus Mandarin atau Putonghua. Tulisan pendek ini dimuat serial adalah untuk membantu para orang tua atau perorangan untuk bisa menilai apakah seorang pengajar Mandarin mempunyai kualifikasi cukup dalam bdang ini?

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Sebetulnya kalau orang bisa berbicara berdasarkan ucapan yang seharusnya seperti tertera dalam kamus, semua orang akan bicara dengan logat yang sama, karena Mandarin sudah mempunyai standar. Hanyu Pinyin sebetulnya sudah menunjukkan kepada kita bagaimana seharusnya sebuah kata diucapkan. Hanya saja bahasa ibu para pengajar bukan Mandarin, atau kalau bahasa ibunya Mandarin, Mandarinnya bukan Mandarin standar. Karena itu bahasa Mandarin para pengajarbelum tentu semua tepat. Memang sulit untuk mencari pengajar yang Mandarinnya tepat, atau standar. Akhirnya kita harus kompromi, cari yang cukup baik.

Bahasa Mandarin penulis tidak baik, kelemahannya sama dengan teman-teman
lain di Indonesia, terutama yang di rumahnya tidak menggunakan bahasa Mandarin.Tentu saja kalau berada di Tiongkok sering ada orang yang tidak mengerti apayang saya maksud, terpaksa saya ulangi sekali lagi dengan perlahan-lahan, sebabkalau bicara perlahan, nada tiap kata bisa kita atur, kalau cepat sebagian katanadanya hilang, sehingga orang mengerti, tidak “native”lah. Meskipundemikian penulis selalu menekankan untuk yang baru belajar, dilatih berbicarayang standar adalah pilihan yang benar. Bunyi standard adalah bunyi yang terteradalam kamus, baik kamus terbitan Tiongkok Utara, Tiongkok Selatan, Taiwan(menggunakan zhuyin zimu bukan Hanyu Pinyin, tapi maksudnya sama), Singapore,Malaysia ataupun terbitan Oxford sekalipun, semua mencantumkan bunyi standar.

Logat Tiongkok Selatan


Kelemahan utama dari pengajar yang berasal dari Tiongkok Selatan dan Taiwan
adalah tidak standarnya sebagian dari ucapan mereka. Yang paling menonjol mereka tidak bisa membedakan antara bunyi ing dan in, bunyi en dan eng. Semua bunyi in dibaca ing dan semua bunyi eng dibaca en.

Yuanyin (sebab) dibaca menjadi yuanying,

Shengyin (bunyi), dibaca menjadi shenying dsb.

Erhua, yang dimaksud dengan erhua, adalah sebuah kata yang pada
akhirkatanya muncul bunyi er. Bila ditulis dengan kanji pada akhir kata ditambah huruf er 儿 saja。 Dalam Hanyu Pinyin pada akhir suku kata ditambah r, misalnya huar, bunga, asal katanya hua dan ditambah er.

Di Tiongkok utara, bunyi er demikian sangat banyak, sedang di selatan hampir tak ada. Yang perlu kita perhatikan adalah, karena bahasa Mandarin Standar adalah logat Beijing, maka kita harus membedakan, mana yang dipakai orang Beijing. Di kamus ada, cuma membuka=buka kamus tiap halaman akan memakan waktu. Masalahnya, apa benar pengajar Mandarin kita bisa membedakan ini? Kapan seharusnya ada er pada akhir kata, kapan tidak? Perlu perhatian bunga 花儿 huar bukan dua bunyi tapi satu bunyi hua tapi akhir bunyi mengandung r, yaitu lidah harus dilipat ke atas.

Masalah lain yang mirip adalah bunyi lemah. Bunyi lemah sering disebut nada
kelima. Nada ini sebetulnya bukan nada, nadanya tak jelas, bunyinya lemah.

Seperti er, nada lemah ini hanya muncul pada akhir kata. Yang sulit adalah membedakan suku mana yang mengandung bunyi lemah, mana yang tidak. Contoh:  bunyi 子adalah imbuhan akhir pada kata benda, penggunaannya banyak sekali, dalam hal ini zi harus berbunyi lemah, tapi dalam kata lain ia tidak lemah tapi bernada nada ketiga.

Misalnya, 桌子 zhuozi meja, zi di sini tak mempunyai arti hanya menunjukkan kata benda, nadanya lemah. Zhuo sendiri sudah berarti meja. Dianzi 电子, elektron, bukan imbuhan, tapi bagian dari kata, 电 saja adalah listrik, dian4zi3 adalah elektron. Zi bernada nada ketiga.

Contoh lain kata dongxi, dalam bahasa Mandarin dongxi bisa mempunyai dua arti, dongxi berarti benda dan dong xi berarti timur dan barat. Dalam Hanyu Pinyin dongxi benda ditulis dirangkaikan karena hanya satu kata, sedang dong xi dipisah karena berarti dua kata dong dan xi.

Bunyinya dong1xi0, dong nada satu xi nada lemah, berarti benda, sedang dong1 xi1, dong bernada 1 dan xi bernada 1 adalah timur dan barat. Untuk native speaker tak perlu membedakannya lagi , karena kalau bicara otomatis keluar bunyi demikian, tapi untuk yang bukan native speaker ini sering merupakan hambatan, karena salah ucap. Dalam ujian HSK (Huayu Shuiping Kaoshi), yaitu Toeflnya Mandarin, nada lemah ini diberi perhatian khusus.

Saya baru kembali dari Hainan, propinsi paling selatan dari Tiongkok, tapi
ternyata di sana tidak seperti Guangdong, Fujian atau Taiwan, kebanyakan anak muda, bisa mengucapkan zh, ch, sh, r, er, in, ing, en, eng dll secara baik sekali, meskipun bunyi er sebagai akhiran banyak yang hilang. Bunga adalah hua saja bukan huar. Yang tidak standar bagi mereka adalah kata tanya ma masih
dibaca bbo.

Jadi jangan kaget kalau mereka tanya anda: Chiguo fan bbo? (Sudah makankah?) Bbo dibaca seperti bo dalam kata bola bahasa Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, bbo adalah kata tanya dalam dialek Hokkian.

Memang dialek Hainan berasal dari dialek Hokkian. Kalau mereka bertanya di mana kampung leluhur saya, saya jawab Hokkian, mereka bilang, oh sama dengan kami, kami juga turunan orang Hokkian. Karena Hainan adalah propinsi paling selatan di Tiongkok, maka istilah logat Tiongkok selatan, sebetulnya kurang tepat. Karena itulah saya lebih senang menggunakan istilah logat standar dan
tidak standar, daripada istilah logat Utara atau logat Selatan.

(bersambung)

LIANG U , 23153

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2018-belajar-bahasa-mandarin-1-logat-utara--selatan

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto