Logo
Print this page

Lulu Wang , Tenglang Yang Berpestasi Di Negri Orang

Budaya-Tionghoa.Net | Lulu Wang ini adalah penulis novel favorit saya di Belanda. Lahir di Beijing 52 tahun yang lalu, Lulu Wang memutuskan untuk pindah ke Negeri Kincir Angin di usia 25 tahun, dan sekarang tinggal di Den Haag. Seperti layaknya wanita-wanita Asia lainnya, di usia ke-52 tahun ini Lulu Wang masih tampak cantik dan awet muda. Beda deh sama wanita-wanita Eropa yang kebanyakan kulitnya boros-boros..

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 

“Het Lelietheater” (The Lelie Theater, 1997), menceritakan tentang kehidupan seorang gadis kecil pada masa pemerintahan Mao di China. Novel debutnya yang pertama ini mendapat resensi sangat baik di mana-mana dan langsung memenangi dua penghargaan sekaligus: “Gouden Ezeloor” (Golden Donkey Ear), yaitu penghargaan yang diberikan Koninklijk Verbond voor Grafische Ondernemingen (KVGO, Royal Association of Graphic Enterprises) untuk karya debut pertama yang dianggap layak mendapat gelar sastra dan juga laris. Dan Nonino International Prize for Literature.

Sejak saat itu karya-karyanya (total 10 buku) sering mendapatkan berbagai penghargaan literatur di negara-negara Eropa.

Lulu Wang datang ke negeri Belanda 27 tahun yang lalu untuk mengajar Chinese Interpreter And Translation di University of Maastricht. 12 tahun tinggal di Belanda, lulusan MA Sastra dan Linguistik Bahasa Inggris dari University of Beijing ini sudah mampu merilis novel berbahasa Belandanya yang pertama. Ini yang membuat saya kagum sekali: mampu menulis novel dalam bahasa yang bukan bahasa ibunya, dan diakui sebagai karya sastra pula. Hebat kan?

Melalui novel-novelnya, Lulu Wang memperkenalkan budaya China pada dunia barat. Lulu Wang sering juga diundang sebagai pembicara ahli dalam talkshow-talkshow di televisi Belanda.

Di masa studinya di China, Lulu Wang sudah aktif berkiprah di dunia tulis-menulis dan penterjemahan bahasa Inggris. Di antara karyanya, menerjemahkan “China Millions, Anna Louis Strong” ke dalam bahasa China, dan dipublikasi; dan menjadi redaktur/penerjemah majalah Amerika “The Prospect”.

Lulu Wang mengaku ketika kecil, layaknya anak-anak di China lainnya, ia dididik dengan cara tiger mother oleh ibunya. “Als kind vond ik toen heel erg, maar nu pluk ik de vrucht van.” (Sebagai anak kecil waktu itu bagi saya sangat berat (didikan ibunya), tapi sekarang saya memetik buahnya).

Karya-karya Lulu Wang:
1. Het lelietheater (The Lelie Theater, 1997)
2. Brief aan mijn lezers (Letter To My Reader, 1998) (novelle)
3. Het tedere kind (The Tender Child, 1999)
4. Het Witte Feest (The White Party, 2001) (novelle)
5. Seringendroom (Lilac Dream, 2001)
6. Het Rode Feest (The Red Party, 2002) (novelle)
7. Bedwelmd (Intoxicated, 2004)
8. Heldere Maan (Bright Moon, 2007)
9. Wilde rozen (Wild Roses, 2010)
10. Lotusvingers (Lotus Fingers, 2010)

Buku terbaru Lulu Wang yang akan rilis tahun 2012 ini: “Nederland, Wo Ai Ni”.

Demikian tulisan saya, semoga bermanfaat..

Oleh: Nonik Dahlia , 10150561384767436

Referensi:

http://luluwang.nl/?page_id=4
http://nl.wikipedia.org/wiki/Lulu_Wang
http://nl.wikipedia.org/wiki/Gouden_Ezelsoor
http://www.uitzendinggemist.nl/afleveringen/1236473

Foto sy comot dr: www.soren.be

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onFriday, 19 October 2012 00:34
Rate this item
(0 votes)
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2020-lulu-wang--tenglang-yang-berpestasi-di-negri-orang?tmpl=component&print=1
Budaya Tionghoa Copyright © 2003 - 2013 .