A+ A A-

Hendrawan - Selalu Menang Di Ajang Thomas Cup

  • Written by 
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Hendrawan Yap Seng Wan atau Ye Chengwan  lahir pada tanggal 27 Juni 1972 di kota Malang, Jawa Timur . Dia sendiri anak ketiga dari pasangan Sugianto dan Susilowati.  Hendrawan bermain bulutangkis sejak usia 10 tahun dan mendapat dukungan dari ayahnya untuk menekuni olahraga bulutangkis. Karir atletnya dimulai dengan bergabung ke klub Djarum di masa remajanya.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Hendrawan termasuk pemain yang terlambat panas , setelah menjuarai Perancis Terbuka (1993) , dia memasuki periode yang datar dalam  prestasinya diberbagai turnamen dan baru menjuarai kembali turnamen di Russia Terbuka (1995) . Seolah bangkit dari tidur panjang , Hendrawan menjuarai Singapura Terbuka (1998)  dan menyumbangkan medali perak di Asian Games Bangkok 1998 . Di tahun 1998 , Hendrawan mendapat Bintang Satya Lencana Kebudayaan No. 096/TK/1998

Di tahun 2000 , Hendrawan menjadi salah satu pemain kunci yang mengantarkan Indonesia merebut piala Thomas. Selain menjuarai Thailand Terbuka , Hendrawan menyumbangkan medali perak di ajang paling bergengsi olahraga , Olimpiade 2000.

Di tahun 2001 , Hendrawan memenangkan kejuaraan dunia dengan mengalahkan Peter Gade. Hendrawan juga  masuk tim Sudirman dimana Indonesia harus puas dengan posisi runner-up. Setahun berikutnya , Hendrawan kembali masuk dalam tim Indonesia dan berhasil memenangkan Thomas Cup  2002.

Keistimewaan Hendrawan salah satunya adalah memenangkan setiap pertarungan yang dilakoninya dalam ajang Thomas Cup secara berturut-turut dari tahun 1998 , 2000 , 2002. Ironisnya , prestasi Hendrawan masih harus diwarnai masalah kewarganegaraan. Untuk berangkat ke Guangzhou saja Hendrawan kekurangan syarat SBKRI. Pada 24 Jun 2002 , puluhan mantan pemain datang ke sebuah restoran di Senayan dan menandatangani surat yang ditujukan kepada presiden yang menjabat saat itu .[1] [Liem Swie King , p382] Megawati Sukarnoputri memberikan SBKRI kepada Hendrawan , beberapa hari setelah Hendrawan berserta rekan memenang Thomas Cup di Guangzhou , China [Justian Suhandinata , p280][2] . Hendrawan pensiun sebagai pemain di tahun 2003.

Salah satu video pertandingan Hendrawan saat menjadi juara dunia.

{youtube}
r7MrFuxFSiU{/youtube}

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa


[1] Liem Swie King , “Panggil Aku King “ , 2009

[2] Justian Suhandinata ,”WNI keturunan Tionghoa dalam stabilitas ekonomi dan politik Indonesia” ,2009

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2022-hendrawan-selalu-menang-di-ajang-thomas-cup

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto