A+ A A-

Bhe Kwat Koen (1863-1945)

  • Written by 
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Bhe Kwat Koen (1863-1945) merupakan anak kedua dari Bhe Ik Sam (1838-1890) dan cucu dari Bhe Ing Tjioe (1803-1857) . Kakak Bhe Kwat Koen atau anak pertama Bhe Ik Sam yaitu Bhe Kwat Khing (1860-?) diadopsi oleh Bhe Biauw Tjoan (kakak Bhe Ik Sam).

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}


Bhe Kwat Koen dilahirkan di Purworejo pada tanggal 1 Desember 1863. Kwat Koen masuk ke dunia bisnis yang dibangun dari aliansi dua keluarga , Bhe dan Tan , sejak usia muda dan sempat mengunjungi berbagai negara dari Singapura , Tiongkok (dan kemungkinan Jepang).

Seperti halnya keluarga Bhe , maka dia juga menjabat berbagai posisi administratif seperti menjadi Kapitan Cina di Semarang dan Mayor Tituler di Surakarta.

Pada usia 17 tahun , Bhe menikah dengan The Siang Ling (1865-1934). Bhe bersama istrinya adalah figur Tionghoa yang dihormati di masyarakat Tionghoa Jawa .

The Siang Ling memberikan 13 anak untuk Bhe Kwat Koen dan terdiri dari 7 anak perempuan dan 6 anak laki-laki. Pasangan ini tidak beruntung karena dari enam anak laki-laki dan 1 anak perempuannya meninggal di usia muda.

Menurut yang ditulis Peter Post dalam jurnalnya menyebutkan bahwa anak-anak gadis Bhe terkenal cantik dan banyak peminatnya . Bhe dan The memilih pasangan yang baik bagi anak-anaknya dengan memastikan pria-pria yang menikah dengan anak gadis mereka berasal dari keluarga terhormat , makmur dan berpengaruh.

Enam anak gadis dari Bhe Kwat Koen dan The Siang Ling adalah
1. Be Soen Nio (1883-1972) - Goei Ing Hong (1880-1920)
2. Be Tie Nio - Liem Hong Hoen (dikaruniai tiga anak)
3. Be Kiong Nio (Bertha) - Tan Tjwan Liong ( dikaruniai sebelas anak)
4. Be Kiam Nio - Jene (1893-1985) - Kwee Zwan Lwan (1891-1947) (dikaruniai tiga anak)
5. Be Wie Nio Wies - Liem Hwat Soei (dikaruniai tiga anak)
6. Be Hien Nio Hendrika (1906-1999) - Oei Tjong Hauw (1904-1950) (kelak menikah dengan Tsjang Swie Tie)

Dari pernikahan anak-anak gadisnya yang cantik ini , Bhe Kwat Koen menjadi ayah mertua dari orang-orang Tionghua berpengaruh pada periode dekade 20an sampai 40an. Pengaruh Bhe Kwat Koen tidak terbatas di pulau Jawa tapi sampai ke masyarakat Tionghua di Thailand.

Beberapa gelar yang diterima Bhe Kwat Koen [Post , p55]
Commandeur Orde Gulden Rijsthalm van China
Ridder Orde Oranje Nassau
Ridder Friedrichsorde van Wurttemberg
Ridder Kroonorde van Siam
O$cier Orde van de Witte Olifant (Siam)
Groote Gouden Ster
Majoor-titulair van Soerakarta

REFERENSI :

Post , P. 2009 , “ Java’s Capitan Cina and Javanese Royal Families Status , modernity and Power Major-titular Be Kwat Koen and Mangkunegoro VII “ , Jurnal of Asia Pasific Studies , Waseda University ,


Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2036-bhe-kwat-koen-1863-1945

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto