A+ A A-

Riwayat Liem Koen Hian (V)

  • Written by  Tjiong Djie Nio (via Djoelia 28)
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |Bitjara soelit ini bisa diliat dari ini kedjadian, dimana Liem Koen Hian di tjoerigai oleh kalangan Boemipoetra sendiri, kedjadian taon 1936. Waktoe itoe Liem Koen Hian serang Dr. Soetomo jang ia anggep sanget Pro-Djepang.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Akibatnja „Pers Parindra" serang balik Liem Koen Hian dan membawa-bawa soal „Tjina" pada'nja, dan ini sanget menjakitken sekali hati'nja 'nko Koen Hian, tetapi oentoeng sadja saat itoe, Dr Tjipto Mangoenkoesoemo, Sanoesi Pane, Amir Sjarifudin
dan laen-laen tenangken hati'nja sang anak keras kepala dari Bandjarmasin ini, tapi ini belon tjoekoep semboehken hati 'nko Koen Hian, maka maoe itoe boeroe² Dr. Tjipto toelis di doea soerat-kabar jakni di „Kebangoenan" tanggal 8 September 1936, dan di Sin Tit Po 22 september 1936 dimana ia mengataken kaloe hati'nja toean Liem sakit, saja poen merasa sakit, ada baek'nja sebelon serang toean Liem lebih baek serang saja doeloe satoe Indonesier jang „ber-pitji". Setelah itoe keloarlah permintaan maaf dari „pers Parindra"dan anggep ini selesai

Berkat Dr. Tjipto akibatnja hati Toean Liek Koen Hian djadi besar-hati kombali, oentoek berdjoeang pada satoe anggen² jang ia inginken (mendjadiken Peranakan Tionghoa Indonesierschap).

Oh saja poenja djandji memdjelasken pada pembatja kenapa satoe anak jang tida loeloes bisa „diterima" ke sekolah Rech Hoge school, djoega apa hoeboengan'nja dan perloenja Liem Koen Hian sekolah hoekoem? Saja sama sekali tida bisa djawab, sementara kaloe ada orang bilang Liem Koen Hian ada satoe achli hoekoem ini poen soelit sekali ditrima akal sehat atawa pertjaja, apa ia itoe setelah loeloes, ia boeka practijk dan tinggalken semoea angen²nja jang oetama mendjadi Peranakan Tionghoa sama haknja dengen Boemipoetra?

Apa ia tega tinggalken sobat²nja dipesoerat-kabaran dan lontjat kekalangan achli hoekoem? Ini poen soelit didjelasken. Tapi biar
saja tida berpandjang-lebar, terserah pada orang jang akoei ia sebage Messter in de Rechten.

Jang saja pastiken ditaon 1938 dan 1939 ia masih tetep pimpin PTI ada kombali ke Soerabaia dan pimpin Sin Tit Po di belakang lajar sambil didik ia poenja kader baroe seperti Tan Ling Djie, Tjoa Sik In dan laen-laen. Poen kombali ia „reoeni" pada ia poenja sobat jang ter………… si Tjamboek Berdoeri jang di awal taon 1938 hingga September 1939 poenja kolom speciaal oentoek toelis² „Pridato hari Saptoe" sementara Toean Liem Koen Hian jang „katanja" soedah Messter In Rechten masih seneng toelis ini atawa itoe, kali ini bangsa Djepang jang moesti kena ia poenja pena (liat Sin Tit Po 1938 dan 1939), sementara si Tjamboek Berdoeri poen asijk bernostalgia dengen ia poenja „Pridato hari Saptoe"-nja, jang kadang-kadang kepaksa moesti djewer koeping pers² Tionghoa jang dinilai pro-Djepang atawa jang setengah-setengah (dikataken satoe halaman tjatji maki Djepang tapi halaman berikoet'nja pentang advertentie dari bangsa Djepang) dan kadang² itoe toelis kisah² jang lagi „santer" disaat itoe.

 



Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2041-riwayat-liem-koen-hian-v

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto